Sekjen ASEACC : Batam Punya Modal Kuat Untuk Diperhitungkan

Kunjungan Singapore Business Federation ke BP Batam

0
451

RASIO.CO, Batam – Ditengahpersaingan global diantarawilayah FTZ disejumlah negara, nyatanya Batam masih sangat diperhitungkan sebagai daerah tujuan investasi dengan segala kelebihannya yang strategisdi pasar Asia.

Kesimpulan ini muncul dalam kunjungan Singapore Business Federation ke BP Batam dengan membawa 13 anggota yang terdiridari 7 perusahaan asing, padaJumat (19/5).

Sesuai rilis diterima media Rasio, Sekjen(ASEACC) Africa South East Asia Chamber of Commerce, Mr. Kelvin Tan sebagai ketua rombongan mengatakan letak geografis Batam, dengan kesiapan infrastruktur udara dan laut.




Ketersediaan lahan, fasilitas kegiatan ekspor impor barang, serta sejumlah fasilitasi nvestasi (i23J dan KILK) tidak dapat dipungkiri sebagai modal Batam yang masih sangat menarik bagi pebisnisasing, ditengah persaingan global seperti Myanmar, Filiphina, Vietnam, dll.

Ditambah lagi dengan “easy and low cost of doing business” mampu menjadi pemanisse hingga Batam dinilai masih kompetitif untuk menjadi tujuan investasi. Easy and Low Cost of Doing Business yang dimaksud diantaranya adalah terjangkaunya harga sewa lahan dan upah pekerja bila dibandingkan dengan negara lain.

Kata Kelvin Tan, dalam hal sewa lahan saja Batam dinilai masih sangat menarik dan kompetitif besaing dengan FTZ di Vietnam. Di Batam sistem sewa lahan 80 tahun dengan perpanjangan, sementara di Vietnam tahun sewa lahan maksimal adalah 30 tahun saja.

“Batam punya modal yang cukup kuat untuk diperhitungkan. Bandara dengan landasan pacu terpanjang di Indonesia, pelabuhandanfasilitas i23J, danhargasewalahantersebut, bagi pengusaha Singapura masih sangat terjangkau, apalagi kita bandingkan dengan diSingapurasendiri”, ungkapKelvin.

Sementara, Anggota 5 / Deputi Bidang Pelayanan Umum Gusmardi Bustami yang menerima kunjungan ini berusaha meyakinkan mereka bahwa Singapura dan Batam merupakan dua partner kerjasama yang saling menguntungkan, ditengahpersaingan global ini maka Singapura dan Batam bukan lagi saling berkompetisi melainkan bekerjasama menghadapi wilayah-wilayah serupa dinegara lain yang mulai pesat berkembang sebagai wilayah FTZ.

Tercatat 24 industrial park masih eksis berproduksi dan menaungi 700 perusahaan.Beberapa perusahaan asing baru yang memanfaatkanfasilitas i23J dan KILK, seperti Perusahaan Blackmagic Design Manufacturing industriperalatan film dan broadcast,sukses berproduksi dengan sangat baik dengan melakukan produksi untuk ekspor kesejumlah negara besar penghasil film.

Pertemuan ini difasilitasi oleh Batamindo Industrial Park, yang merupakan salah satu dari 4 perusahaan yang mendapatfasilitas KILK.

Sejumlah wacana lainnya yang dibahas adalah terkait pengembangan kualitas SDM atau tenaga kerja Batam yang mereka harapkan lebih kompetitif, berkualitas dan sesuai kebutuhan industri.

Untukitu, BP batam secara serius berkalaborasi dengan Politeknik, EDB Singapura dan Kawasan Industri di Batam dalam merancangkon seppen gembangan kualitas tenaga kerja melalui program training atau program studi yang terkualifikasi sesuai dengan kebutuhan industri.

APRI @www.rasio.co|

Print Friendly, PDF & Email


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini