Tujuh Pekerja Gelper Balizone Diganjar Hukuman Bervariasi

0
602

RASIO.CO, Batam – Majlis hakim Pengadilan Negeri Batam menghukum 7 terdakwa pekerja Judi gelper Balizone harbaur bay yang belum sempat menerima gaji dengan hukuman penjara bervariasi sesuai jabatan disana. dimana hukuman lebih rendah dari tuntutan jaksa 10 bulan penjara.

Majlis hakim memvonis sesuai jabatan 7 terdakwa di gelper Balizone berbau judi, Emanuel Inguliman Als Ingland sebagai pengawas diganjar 9 bulan penjara, Stanislaus Bala Hanan Als Bala, Sri Mandayani Als Manda, Terdakwa Susi Nainggolan Als Susi, Terdakwa Irmayeni Als Irma diganjar 6 bulan penjara dan Suhendri Sinaga pemain diganjar 7 bulan penjara.

“ketujuh terdakwa terbukti bersalah turut serta pidana dalam pasal 303 bis Ayat (1) ke 1 KUHP jo pasal 2 Ayat (2), (4) tentang Perjudian,”Kata majlis hakim ketua Agus didampingi dua hakim anggota di ruang utama PN Batam. Senin(19/06/2017).




Sedangkan mesin gelper sejumlah 54 unit serta hanphone, coin, boneka dirampas negara untuk dimusnahkan sedangkan sebuah mobil inova diekmbalikan terhadap pemiliknya melalu englan.

“Emanuel Inguliman Als Ingland lebih tinggi dari lainnya kerana sebagai penanggung jawab di gelper Balizone,” kata Agus.

Sementara terhadap putusan masjlis hakim ketujuh terdakwa menerima sedangkan JPU Andi Akbar memilih pikir-pikir.

Sebelumnya, Dua bulan mengalami penundaan penuntutan, 7 terdakwa judi gelper Bali Zone Harbour Bay akhirnya dituntut 10 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum(JPU) Andi Akbar diruang utama PN Batam. Rabu(14/06/2017). namun salah seorang terdakwa meninggal dan secara hukum gugur.

“Keenam terdakwa terbukti bersalah tururt serta dalam judi dan masing-masing terdakwa dituntut 10 bulan penjara,” kata JPU Andi Akbar diruang sidang utama PN Batam.

Keenam terdakwan Perbuatan seperti diuraikan diatas diatur dan diancam pidana dalam pasal 303 bis Ayat (1) ke 1 KUHP jo pasal 2 Ayat (2), (4) Undang-undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Perjudian.

“Sedangkan barang bukti dirampas untuk negara,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang terdakwa secara telah meninggal karena sakit, sehingga secara hukum gugur dan tidak dapat dituntut berdasarkan surat keterangan rumah sakit.

“Terdakwa meninggal jangan dimasukkan dalam tuntutan,” Kata majlis hakim ketua Agus yang didampingi dua hakim anggota.

Usai mendegarkan tuntutan JPU, Majlis hakim mempertanyakan kembali terhadap keenam terdakwa dan seluruh terdakwa menyatakan menerima sehingga sidang dilajutkan senin pekan depan mendegarkan putusan majlis hakim.

APRI@www.rasio.co|

Print Friendly, PDF & Email


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini