RASIO.CO, Batam – Direktur Utama PLN Batam, Dadan Koerniadipoera mengatakan, bahwa wacana kenaikan tarif listrik september 2017 masih dibawah harga tarif nasional dan kenaikan dilakukan karena Bright PLN Batam mengalami kerugian Rp30 milyar.
” Walaupun tarif tercapai naik 45 persen, harga masih dibawah tarif nasional dan kita tidak ingin tarif nasional dimana yang penting kita dapat bertahan, dapat menyala serta dapat memberikan service terbaik terhadap masyarakat,” Kata Dadan Koerniadipoera usai rapat FKPD dilantai 5 gedung Graha Kepri. Jumat(15/09/2017).
Lanjut Dia, wacana kenaikan ini sesuai janji gubernur dimana sesuai pergub , dimana pemakaian september maka penagihannya pada bulan oktober 2017.
” Intinya dari Januari-September 2017 kami telah mengalami kerugian Rp30 milyar,” jelasnya.
Setelah kenaikan tahap kedua sebesar 15 persen yang akan berlaku September ini, ia mengatakan setidaknya ada margin sebesar dua persen.

Selama ini sebelum ada kenaikan tahap kedua tersebut, pihaknya menghabiskan dana untuk bahan bakar.
“Kalau kemarin yang ada, untuk bayar bahan bakar semua, jadi setelah dinaikkan ada margin 2 persen,” jelasnya.
Untuk Audit keuangan, Dadan menjelaskan bahwa bright PLN Batam sudah diaudit oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan instansi luar negeri.
“Bahkan untuk kenaikan tarif listrik ini, kami juga diaudit,” katanya
Sebelumnya, Gubernur Kepulaun Riau Nurdin Basirun akhirnya menyetujui kenaikan tarif listrik Brihgt PLN Batam secara bertahap sampai desember 2017 sebanyak 15 persen.
Kenaikan tarif listrik ini sebelumnya sudah pernah dinaikkan, namun akhirnya diturunkan kembali oleh Bright PLN Batam 15 persen dan hari ini usai rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah(FKPD) kembali naik sesuai Pergub 21 tahun 2017.
“Kondisi operasional Bright PLN Batam tidak mencukupi lagi, maka dengan terpaksa kami sepakat menaikkan tarif 15 persen secara berkala sampai akhir tahun 2017,” Kata Nurdin Basirun usai gelar rapat FKPD dilantai 5 Graha Kepri. Jumat(15/09/2017).
Lanjut Nurdin, kenaikan ini dilakukan sangat terpaksa karena biaya opersional Brigth PLN Batam yang tinggi, dimana selalu mengalami kerugian.
” Mulai malam ini Bright PLN Batam berjanji tidak akan ada pemadaman lagi dengan adanya kenaikan tarif secara bertahap,” ujarnya.
Kenaikan tarif, kata dia, akan dimulai september 2017 dan tidak akan ada tarik mundur dan untuk pelayanan kita minta PLN Batam lebih maksimal, selain itu nantinya kita dibantu walikota, Kapolda mensosialisasikan terhadap masyarakat.
Sementara itu, hadir dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah(FKPD) Gubernur Kepri, Kapolda Kepri, DPRD Kepri, DPRD Batam, Walikota Batam dan lainnya.
APRI@www.rasio.co
