RASIO.CO, Jakarta – Kelompok milisi Lebanon, Hizbullah, mengakui telah melancarkan serangan ke Israel setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan bersama ke Iran. Serangan tersebut disebut sebagai balasan atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam gempuran tersebut.
Dalam pernyataannya pada Senin (2/2), Hizbullah menyebut aksi mereka sebagai respons atas agresi yang dilakukan Israel dan sekutunya.
“Kepemimpinan perlawanan selalu menegaskan bahwa berlanjutnya agresi Israel dan pembunuhan para pemimpin, pemuda, dan rakyat kami memberi kami hak untuk membela diri dan membalas pada waktu dan tempat yang tepat,” demikian pernyataan Hizbullah yang dikutip Al Jazeera.
Hizbullah menegaskan serangan itu juga bertujuan melindungi rakyat Lebanon serta memberikan peringatan kepada Israel agar menghentikan agresi dan menarik diri dari wilayah Lebanon yang masih diduduki.
Israel melalui Pasukan Pertahanan Israel atau Israel Defense Forces (IDF) langsung merespons dengan melancarkan serangan udara di Beirut selatan. Media lokal melaporkan bahwa serangan Israel juga menargetkan sejumlah desa di Lebanon selatan dan wilayah Lembah Bekaa di bagian timur negara tersebut.
Dalam pernyataan resminya, militer Israel menyatakan tidak akan membiarkan Hizbullah menimbulkan ancaman terhadap keamanan Israel, khususnya bagi warga di wilayah utara.
“Militer Israel akan bertindak melawan keputusan Hizbullah untuk bergabung dalam kampanye tersebut, dan tidak akan membiarkan organisasi itu menimbulkan ancaman bagi negara Israel dan membahayakan penduduk di wilayah utara,” demikian pernyataan militer Israel.
Israel juga menuduh Hizbullah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas eskalasi dan menyebut kelompok tersebut telah merusak stabilitas Lebanon.
Eskalasi terbaru ini berpotensi memperburuk krisis ekonomi yang telah lama melanda Lebanon. Sebelumnya, Hizbullah dan Israel sempat menyepakati gencatan senjata pada November 2024. Namun, kedua pihak dilaporkan kerap melanggar kesepakatan dan tetap melakukan serangan hampir setiap hari di sejumlah wilayah Lebanon.
***


