Li Claudia Hadiri Cap Go Meh, Usulkan Festival Budaya Terpadu Batam

0
165
Foto/Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra mengusulkan perayaan budaya Tionghoa dikemas dalam festival terpadu berskala besar untuk mendongkrak pariwisata dan ekonomi Batam.

RASIO.CO, Batam – Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri perayaan Cap Go Meh yang digelar Yayasan Hakka Kota Batam di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Sabtu (28/2) lalu. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-12 Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera (PHIS) Kota Batam dan HUT ke-7 Yayasan Hakka Batam.

Dalam kesempatan itu, Li Claudia yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam mengusulkan agar perayaan budaya Tionghoa di Batam dikemas dalam satu festival terpadu berskala besar. Menurutnya, konsep tersebut dapat meningkatkan daya tarik pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami mengajak seluruh organisasi dan paguyuban Tionghoa, termasuk Yayasan Hakka, untuk terus menjaga solidaritas dan memperkuat sinergi. Kami juga mengusulkan agar perayaan budaya seperti Cap Go Meh dapat dikemas dalam satu agenda besar yang terintegrasi,” ujarnya.

Ia menilai, perayaan terpadu akan menjadi magnet yang lebih kuat bagi wisatawan mancanegara maupun domestik, khususnya dari Singapura, Malaysia, serta berbagai daerah di Indonesia. Pada 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam tercatat meningkat hingga lebih dari 1,6 juta kunjungan.

“Jika kita bersatu dan menghadirkan satu perayaan besar yang menarik, tentu akan mendatangkan lebih banyak kunjungan. Dampaknya akan terasa pada peningkatan pendapatan asli daerah dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Dalam suasana penuh kebersamaan tersebut, Li Claudia juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Yayasan Hakka dalam menjaga kerukunan serta memperkuat harmoni sosial di Batam. Ia menegaskan bahwa Cap Go Meh bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan masyarakat.

Ia turut mengungkapkan bahwa pada 20 Februari 2026 lalu, dirinya bersama Wali Kota Batam Amsakar Achmad genap satu tahun memimpin Kota Batam. Selama periode tersebut, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif.

“Angka kemiskinan dan pengangguran menurun. Realisasi investasi juga melampaui target, dari Rp60 triliun bertambah Rp6,9 triliun. Pertumbuhan ekonomi Batam menunjukkan capaian yang baik. Artinya, pembangunan berjalan sesuai jalur,” ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen daerah, mulai dari pemerintah, Forkopimda, pelaku usaha, hingga masyarakat.

“Ini bukan semata kerja Amsakar-Li Claudia, melainkan kerja bersama. Berkat kebersamaan dan kekompakan inilah Batam dapat terus bergerak maju,” tutupnya.

YD

Print Friendly, PDF & Email





TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini