
RASIO.CO, Batam – Sejumlah Tokoh agama dan masyarakat yang tergabung dalam Forum Persaudaraan Lintas Agama (PELITA) Provinsi Kepulauan Riau, mengadakan silaturahim lintas agama dan dialog kerukunan yang digelar di Golden Prawn Bengkong, Batam pada Kamis (8/12).
Acara yang bertema “Mewujudkan Siskamtibmas Kepri yang Aman dan Kondusif” ini bertujuan untuk lebih mempererat kesatuan dan persatuan antar pemeluk agama di wilayah Kepulauan Riau.
“Keberagaman suku, agama dan ras yang sangat majemuk ini di wilayah Kepulauan Riau ini, perlu terus dijaga tali silahturahminya, agar persaudaraan antar agama yang sudah baik ini mampu menangkal pengaruh luar yang berpotensi merusak rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia” tegas salah satu perwakilan tokoh Agama yang hadir.
Selanjutnya disampaikan bahwa Forum Persaudaraan Lintas Agama (PELITA) akan terus berkomitmen untuk memelihara kerukunan antar umat beragama di Provinsi Kepri dengan mengedepankan kebersamaan, kearifan dan kerukunan masyarakat, serta menghindari sikap untuk mementingkan kelompok masing-masing.
Hal tersebut tertuang dalam Naskah Deklarasi yang dibacakan bersama oleh Perwakilan masing-masing Agama dan seluruh anggota Persaudaraan Lintas Agama (PELITA) Provinsi Kepulauan Riau.

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H Ansar Ahmad yang turut menghadiri acara tersebut dalam sambutannya menyampaikan sangat mengapresiasi keberadaan PELITA yang telah hadir selama 12 tahun di Kepri ini, dan telah menunjukkan perannya dalam menjaga kerukunan umat beragama di wilayah Kepri.
“Pemerintah sangat mengapresiasi, semua yang telah lahir dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Dialog ini sangat strategis hingga menjadi bagian penting untuk menjaga keutuhan umat beragama di Kepri,” ungkapnya.
Selanjutnya Ansar menyampaikan pesan semangat persaudaraan melalui berbagai unsur dengan tujuan yg sama yakni menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini harus tetap terus eksis. Peran tokoh-tokoh agama di masyarakat sangatlah penting dalam membangun moderasi dan toleransi beragama dengan baik serta membimbing masyarakat agar dapat berpikir secara universal hingga tidak terseret dengan paham-paham radikalisme dan paham-paham yang menyesatkan.
Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto, S.H.,M.H. yang juga turut hadir dalam acara ini mangatakan bahwa pada dasarnya konteks aman satu akar dengan iman. Artinya, orang yang beriman kepada Allah SWT harus bisa menjaga rasa aman pula kepada orang lain.
“Rasulullah SAW bersabda salah satu cabang keimanan ialah menyingkirkan duri yang ada di tengah jalan. Dalam konteks ini, duri tersebut bisa berbentuk intoleran, radikalisme atau apa saja yang dapat mengganggu keamanan, inilah tugas kita bersama terutama tokoh-tokoh agama ” pungkasnya.
(ryd)

