Hari Mangrove Sedunia, LSM Mapan Tanam Bakau di Kebun Raya Batam

0
908

RASIO.CO, Batam – Bertepatan Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada tanggal 26 Juli 2025, Lembaga Swadaya Masyarakat Mangrove Pusaka Anak Negeri (LSM MAPAN) adalan kegiatan tanam bakau di Kebun Raya Batam Nongsa, Sabtu (26/07)

Acara yang diisi dengan seremonial serta penanaman mangrove di kawasan tersebut, diikuti oleh ratusan peserta dari kalangan relawan, pelajar dan masyarakat umum.

Turut hadir dalam acara tersebut Pembina Yayasan Citramas Group Mayjen (Purn) Djoko Pramono, Ketua DPRD Kota Batam H.Muhammad Kamaludin, S.Pd.I, Perwakilan dari PLN Batam yang merupakan pendukung utama kegiatan ini serta perwakilan dari PT Yamamoto yang telah menyumbangkan bibit tanaman bakau yang ditanam pada acara tersebut.

Selain itu terlihat juga hadir dari kalangan organisasi sosial kemasyarakatan yang lainnya, salah satunya adalah H. Sutardi, SE dari Paguyuban Punokawan Batam.

Ketua LSM Mapan, Dendi Purianto dalam sambutannya menyampaikan ucapan Terimakasih kepada pihak-pihak yang terkait yang telah memberikan dukungan dan bantuan bagi terselenggaranya acara tersebut, terutama kepada pihak PT PLN Batam dan PT Yamamoto.

Pembina Yayasan Citramas Group Mayjen (Purn) Djoko Pramono dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut sekaligus memberikan ucapan terima kasihnya kepada semua pihak hingga acara tersebut dapat berjalan dengan baik.

“Secara khusus juga saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kris Wiluan dan salah satu puteranya yakni Michael Wiluan. Yang mana beliau berdua ini yang merupakan pencinta alam serta lingkungan mangrove, telah menyiapkan Pondok Hutan Bakau sungai Nongsa sebagai tempat berkumpul dan base camp untuk berbagi ilmu pengetahuan, edukasi pada kelompok pencinta alam dan lingkungan mangrove se-Kota Batam,” ucapnya.

Lanjut dikatakan juga bahwa upaya penanaman bibit pohon mangrove menjadi bagian penting dalam komitmen Indonesia Terhadap Kesepakatan Paris (2015) atau Paris Agreement sebagai negara yang berkomitmen terhadap deklarasi yang akan berupaya merehabilitasi kawasan mangrove secara bertahap.

“Indonesia memiliki target pengurangan emisi sektor kehutanan hingga 24 persen pada 2030. Apabila program itu berhasil, Indonesia berkontribusi besar pada reduksi ancaman krisis iklim global,” ungkapnya.

Selain itu, secara nasional, rehabilitasi mangrove juga mampu menyelamatkan ekosistem.

Hutan Bakau atau mangrove memiliki peran yang sangat penting dan mempunyai nilai yang dapat dibagi menjadi 4 (empat) pilar yaitu ekologi, ekonomi, sosial dan budaya.

Mangrove berfungsi ekologi sebagai benteng alami yang melindungi wilayah pesisir dari abrasi, gelombang besar dan erosi karena pukulan ombak mampu diredam sekaligus mengikat lumpur dari aliran sungai.

Mangrove menjadi habitat satwa darat dan air untuk berkembang biak juga membentuk salah satu sistem ekologi untuk menunjang kehidupan biota laut atau payau. Mangrove Juga Memiliki kemampuan mencegah terjadinya intrusi atau perembesan air laut ke daratan yang dapat menyebabkan terjadinya air daratan menjadi payau dan tidak dapat dikonsumsi, Ia mencontohkan Air laut meresap ke tanah di Jakarta.

Mangrove sebagai sektor ekonomi memiliki simpanan karbondioksida terbesar di dunia. Simpanan karbonnya mengalahkan berbagai tipe hutan tropis. Berdasarkan kandungan karbon organik tanah dan biomassa, simpanan karbon dioksida hutan mangrove mencapai 4-5 kali lipat dari hutan tropis.

“Indonesia memiliki luas mangrove 3,36 juta hektar dengan kemampuan menyerap karbondioksida 3,14 miliar ton karbondioksida. Serapan karbon yang besar pada mangrove itu memiliki arti yang sangat penting dalam pengendalian krisis iklim. Oleh karena itu, Indonesia sebagai negara dengan hutan mangrove terluas di dunia, sekitar 23 persen hutan mangrove dunia berada di Indonesia,” ungkapnya kembali.

Lalu dikatakan juga bahwa mangrove di Indonesia telah mengalami kerusakan kondisi kritis 54,5 ribu hektar dan sisanya 188,36 ribu hektar membutuhkan rehabilitasi. Kerusakan mangrove diakibatkan perubahan fungsi lahan perumahan, pembangunan pesisir dan eksploitasi berlebihan.

“Oleh karena itu, upaya melestarikan dan merehabilitasi hutan mangrove adalah tanggung jawab kita bersama,” pintanya.

Kemudian diaampaikan juga bahwa hutan mangrove mempengaruhi kehidupan sosial dan budaya masyarakat nelayan dan pesisir. Mangrove di wilayah Batam kurang lebih sekitar 1.800 Hektar dan saat ini mengalami penurunan. Hal ini mohon menjadi perhatian bagi Pemerintah Kota Batam Di Seluruh Lapisan masyarakat.

Kegiatan penanaman bibit mangrove yang dilakukan ini adalah salah satu bentuk nyata dari kepedulian terhadap lingkungan, Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk lebih memahami pentingnya menjaga kelestarian alam.

“Saya berharap agar kegiatan penanaman mangrove ini, dapat meningkatkan kesadaran dan rasa tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga diikuti dengan pemeliharaan dan pengawasan yang berkesinambungan,”


” bibit yang ditanam hari ini dapat tumbuh menjadi hutan mangrove yang kuat, memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan, dan menjadi langkah kecil yang memberikan dampak besar untuk generasi mendatang,” tuturnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Batam, H. Muhammad Kamaludin, S.Pd.I dalam sambutannya juga menyatakan keprihatinannya dimana saat banyak masyarakat yang sudah mulai lupa akan pelestarian lingkungan hidup.

“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat bersama-aama penggiat lingkungan hidup seperti LSM Mapan ini, agar memberikan Dharma Baktinya, meluangkan waktu pikiran dan tenaga untuk mencintai dan melestarikan lingkungan hidup,” tegasnya.

Lantas dikatakan bahwa pihak DPRD Kota Batam akan mendukung sepenuhnya serta mengupayakan ada bentuk kerjasama yang baik antara para penggiat lingkungan hidup, agar bisa sama-sama mewujudkan Batam tetap lestari alamnya tetap tumbuh dan berkembang mangrove nya, sehingga ekologi di kota Batam ini terus lestari dan terus memberi kemanfaatan.

Kemudian Ia juga menyampaikan pesan Walikota Batam, H. Amsakar Ahmad, yang tidak dapat hadir pada acara tersebut bahwa Amsakar Achmad juga memiliki konsisten dan kepedulian terhadap lingkungan hidup,

“Walikota berpesan agar hal-hal yang berkaitan program kegiatan seperti ini dapat dikoordinasikan dengan pemerintah dan DPRD Kota Batam, agar kami bisa menjadi bagian dalam program pelestarian lingkungan hidup,” pungkasnya. (r)

redaksirasio.co //







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini