Kelurahan Dabo Gelar MMD/K, ODF Capai 97 Persen

0
27

RASIO.CO, Lingga – Pemerintah Kelurahan Dabo, menggelar Musyawarah Masyarakat Desa/Kelurahan (MMD/K) bersama para ketua RT dan RW membahas percepatan program Open Defecation Free (ODF) atau tidak buang air besar sembarangan, sekaligus mencari solusi atas persoalan sampah yang masih menjadi keluhan masyarakat. Bertempat di Gedung Sapta Pesona Kelurahan Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga. Rabu (14/10/2026).

Kegiatan MMD/K tersebut menjadi langkah untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan layak bagi masyarakat.

Lurah Dabo, Mardi Sastra, mengatakan capaian ODF di Kelurahan Dabo saat ini telah mencapai lebih dari 97 persen. Namun, masih terdapat sekitar 3 persen yang perlu dituntaskan agar target 100 persen dapat direalisasikan.

“ODF ini sangat penting karena berkaitan dengan kebiasaan buang air besar sembarangan. Program ini membutuhkan keseriusan kita bersama, baik dari Kelurahan Dabo maupun UPT Puskesmas Dabo. Capaian kita sudah 97 persen lebih, tinggal sekitar 3 persen lagi yang harus kita kejar agar mencapai 100 persen,” kata Mardi.

Menurut Mardi, upaya percepatan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat, terutama warga yang masih memiliki kebiasaan membuang kotoran langsung ke saluran drainase.

Mardi mengungkapkan, pihak kelurahan bersama para ketua RW telah melakukan pemetaan terhadap wilayah yang masih memerlukan perhatian khusus. Hasil pemetaan menunjukkan, persoalan tersebut terkonsentrasi di RW 009 dan RW 010, dengan beberapa rumah yang masih menjadi sasaran penanganan.

“Kita sudah melakukan pertemuan dengan ketua RW untuk memberikan imbauan. Di Kelurahan Dabo, ada dua lokasi yang sudah kita petakan, yakni RW 009 dan RW 010. Hanya beberapa rumah yang masih menjadi perhatian, khususnya yang berada di sekitar drainase dan pembuangannya langsung ke parit besar,” jelasnya.

Mardi menambahkan, capaian ODF di Dabo saat ini masih berada pada tahap ODF bersyarat. “Karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan agar seluruh persyaratan dapat dipenuhi dan status bebas buang air besar sembarangan tercapai secara menyeluruh,” paparnya.

Mardi mengakui, selain ODF, persoalan sampah turut menjadi perhatian dan persoalan yang perlu penanganan bersama, karena pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan keseriusan dan koordinasi lintas pihak.

Mardi mengatakan, salah satu keluhan masyarakat berkaitan dengan belum optimalnya fasilitas tempat sampah. Di sisi lain, terdapat warga yang telah mengumpulkan sampah di rumah, tetapi kesulitan membuangnya karena keterbatasan armada pengangkut.

“Masalah sampah ini memang menjadi pekerjaan rumah, bukan hanya bagi Kelurahan Dabo, tetapi juga membutuhkan keseriusan bersama. Ada keluhan warga mengenai tempat sampah yang belum maksimal. Beberapa warga juga menyampaikan bahwa sampah sudah dikumpulkan di rumah, tetapi mereka membutuhkan armada untuk mengangkutnya,” ungkap Mardi.

Mardi menuturkan, untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, pihak Kelurahan Dabo mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lingga. Pemerintah kelurahan berharap adanya dukungan armada agar pengangkutan sampah warga dapat berjalan lebih optimal.

“Insyaallah, untuk masalah ini kita sudah berkoordinasi dengan pihak lingkungan hidup. Kita mengharapkan bantuan untuk mengangkut sampah tersebut,” tutupnya.

Melalui musyawarah tersebut, Pemerintah Kelurahan Dabo berharap keterlibatan RT dan RW dapat memperkuat pendataan, edukasi, serta pengawasan di lingkungan masyarakat. Penyelesaian persoalan ODF dan sampah dinilai membutuhkan komitmen bersama agar upaya menciptakan lingkungan sehat tidak berhenti hanya pada imbauan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini