ODF di Kelurahan Sungai Lumpur Baru 70 Persen, Persoalan Sampah Jadi Sorotan

0
14

RASIO.CO, Lingga – Pemerintah Kelurahan Sungai Lumpur, menggelar Musyawarah Masyarakat Desa/Kelurahan (MMD/K), percepatan program Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan masih menjadi pekerjaan rumah, kegiatan dilaksankan di ruang kantor Lurah Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga. Rabu (21/10/2026).

Capaian program ODF di Kelurahan Sungai Lumpur baru mencapai 70 persen, sementara 30 persen lagi masih perlu dituntaskan. Di sisi lain, persoalan sampah juga menjadi perhatian yang membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri Camat Singkep Agustiar, Lurah Sungai Lumpur Teddy Andika beserta jajaran, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga, perwakilan Puskesmas Dabo, Bhabinkamtibmas, ketua RT/RW se-Kelurahan Sungai Lumpur, ketua PKK, kader Posyandu, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Musyawarah tersebut menjadi wadah untuk mengidentifikasi persoalan kesehatan dan kebersihan lingkungan berdasarkan kondisi di tingkat RT/RW, sekaligus merumuskan langkah penyelesaian yang dapat ditindaklanjuti pemerintah bersama masyarakat.

Camat Singkep, Agustiar, menegaskan bahwa MMD/K harus menghasilkan kesepakatan yang berangkat dari persoalan nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, berbagai permasalahan yang dihimpun dari tingkat RT/RW perlu dibahas bersama di tingkat kelurahan agar dapat menjadi dasar perbaikan pelayanan.

Terkait capaian ODF yang masih berada di angka 70 persen, Agustiar berharap kesadaran masyarakat untuk menerapkan sanitasi layak terus meningkat. Ia mengimbau warga yang memiliki kemampuan finansial agar membangun fasilitas jamban yang dilengkapi tangki septik.

“Saya berharap hasil MMD/K ini menjadi tolok ukur ke depannya. Peningkatan pelayanan kesehatan dan peningkatan kebersihan di tengah-tengah masyarakat itu akan dimusyawarahkan di sini,” kata Agustiar.

Menurut Agustiar, keberhasilan program bebas buang air besar sembarangan tidak cukup hanya mengandalkan imbauan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan kemauan masyarakat untuk memperbaiki kondisi sanitasi di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Selain sanitasi, Agustiar menyoroti pentingnya penyediaan tempat sampah di setiap rumah dan lingkungan RT/RW. Ia meminta masyarakat tidak membiarkan sampah berserakan, melainkan mengumpulkannya dalam wadah yang telah disediakan sebelum dibuang ke tempat penampungan.

“Saya berharap agar masyarakat perumahan dan yang berada di lingkungan RT/RW menyediakan tempat sampah masing-masing. Setelah penuh, sampah dibuang di ambrol,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa fasilitas penampungan sampah tersebut dapat dimanfaatkan bersama, sehingga kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab kolektif, bukan hanya pemerintah kelurahan.

Sementara itu, Lurah Sungai Lumpur, Teddy Andika, menjelaskan bahwa MMD/K merupakan agenda tahunan untuk membahas berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Pembahasan dalam forum tersebut mengacu pada hasil Survei Mawas Diri (SMD) yang dilaksanakan oleh kader Posyandu.

“Jadi MMD/K ini membahas terkait dengan permasalahan berdasarkan hasil temuan dari Survei Mawas Diri (SMD) yang dilaksanakan kader Posyandu,” ungkap Teddy.

Teddy membenarkan bahwa berdasarkan hasil lokakarya terakhir Puskesmas, capaian ODF di Kelurahan Sungai Lumpur masih berada di angka 70 persen. Artinya, masih terdapat 30 persen yang harus menjadi perhatian bersama untuk mencapai kondisi bebas buang air besar sembarangan.

Teddy menyebutkan, pemerintah kelurahan berkomitmen mengusulkan pembangunan sarana dan prasarana pendukung kebersihan melalui berbagai jalur perencanaan, termasuk Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun pokok-pokok pikiran (pokir).

“Kami berkomitmen untuk pengusulan-pengusulan, baik itu Musrenbang maupun di pokir. Kami akan tetap mengusulkan pembangunan sarana dan prasarana kebersihan, baik itu septitank maupun tempat sampah,” tegasnya.

Teddy mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Warga yang memiliki kemampuan ekonomi diharapkan dapat menyediakan tangki septik dan tempat sampah secara mandiri.

“Pesan kami kepada masyarakat, mari kita bersama-sama sadar terkait kebersihan yang ada di tempat kita dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Jika ada yang mampu dari segi keuangan, agar membuat septitank dan tempat sampah sehingga membuang sampah pada tempatnya,” tutupnya.

Capaian ODF sebesar 70 persen dan persoalan sampah yang masih dihadapi menunjukkan bahwa upaya mewujudkan lingkungan sehat di Kelurahan Sungai Lumpur membutuhkan kerja bersama yang berkelanjutan.

Musyawarah ini diharapkan tidak berhenti pada penyampaian persoalan dan imbauan, tetapi berlanjut pada langkah konkret, mulai dari pemenuhan sarana sanitasi, penyediaan tempat sampah, hingga perubahan perilaku masyarakat. Dukungan perencanaan dan pembangunan dari pemerintah juga menjadi bagian penting untuk menuntaskan persoalan yang masih tersisa.

Puspan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini