
RASIO.CO, Karimun -Target pendapatan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karimun tahun 2024 mencapai Rp1,420.962.453.254 triliun.
Target tersebut naik dibanding dengan target pendapatan sebagaimana yang tertuang dalam Rancangan KUA dan PPAS tahun anggaran 2024 sebesar Rp1.274.962.453.254
“Untuk target pendapatan daerah pada postur rancangan APBD 2024, mengalami kenaikan dibandingkan target yang tertuang dalam Rancangan KUA dan PPAS tahun anggaran 2024 sebesar Rp1.274.962.453.254,” jelas Bupati Karimun, Aunur Rafiq usai paripurna pembacaan pidato pengantar Nota Keuangan Rancangan APBD Karimun 2024, Rabu (13/9).
Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD M Yusuf Sirat, Bupati memaparkan postur APBD 2024. Diantaranya pendapatan daerah, belanja daerah, defisit, dan pembiayaan.
Untuk proyeksi pendapatan daerah tahun anggaran 2024, disampaikan Aunur Rafiq, sebesar Rp1.391.962.453.254. Sedangkan belanja daerah, ditargetkan sebesar Rp1.420.962.453.254.
“Artinya, target belanja juga mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan target belanja yang tertuang dalam Rancangan KUA dan PPAS tahun 2024 sebesar Rp1.303.962.453.254,” papar Aunur Rafiq.
Sementara defisit dan pembiayaan para rancangan APBD tahun 2024, jika melihat struktur pendapatan dan belanja, maka terdapat selisih defisit sebesar Rp27.500.000.000. Untuk menutupi defisit itu, menurut Bupati, akan diambil dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp29 miliar yang seluruhnya bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) tahun sebelumnya.
“Sisa dari pembiayaan penerimaan setelah digunakan untuk menutupi defisit, yakni sebesar Rp1.500.000.000 akan digunakan untuk pengeluaran pembiayaan yang diproyeksikan dengan jumlah yang sama, sebagai penyertaan modal kepada PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Karimun,” jelasnya.
Sementara tanggapan fraksi DPRD terhadap pidato nota Keuangan Rancangan APBD Karimun 2024, dilakukan secara tertulis.
***

