
RASIO.CO, Jakarta – Polisi menilai bahwa uang palsu yang diproduksi di dalam kampus UIN Alauddin Makassar memiliki kualitas yang hampir sempurna. Hal ini dikarenakan uang palsu tersebut dilengkapi dengan tanda air yang dapat terdeteksi ketika dipindai menggunakan sinar ultraviolet.
“Memang hampir sempurna, hampir sempurna. Kemarin habis press rilis juga, dipakai ultraviolet itu ada tanda air,” kata Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono dalam konferensi pers, dilansir detiknews, Selasa (31/12).
Menurut Yudhiawan, keberadaan tanda air pada uang palsu tersebut membuat kondisinya nyaris identik dengan uang asli. Hal ini menyebabkan banyak orang awam kesulitan untuk mendeteksi keaslian uang tersebut.
“Itu yang bagi masyarakat yang awam mungkin, wah, ini beneran padahal sebenarnya itu uang palsu,” katanya.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) justru menilai uang palsu tersebut berkualitas rendah, karena pembuatannya hanya menggunakan teknik cetak printer inkjet dan sablon.
Marlison, perwakilan BI, menjelaskan bahwa mesin yang diamankan sebagai barang bukti dalam kasus ini merupakan mesin percetakan umum biasa, bukan mesin pencetakan uang. Ia juga memastikan bahwa tidak ada unsur pengaman uang, seperti benang pengaman, watermark, maupun electrotype, yang berhasil dipalsukan dalam uang tersebut.
“Gambar UV hanya dicetak biasa menggunakan sablon, serta kertas yang digunakan merupakan kertas biasa. Dengan demikian, dapat dikatakan uang palsu tersebut berkualitas sangat rendah seperti temuan uang palsu pada kasus-kasus sebelumnya,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim dalam keterangannya, Minggu (29/12).
***
Redaksi@www.rasio.co//

