Aksi Prihatin Pelaku Pariwisata Kepri Terkait Tiket Mahal

0
705
foto/ist

RASIO.CO, Batam – Puluhan pelaku usaha yang tergabung dalam Forum Pelaku Pariwisata Kepulauan Riau melakukan aksi damai melakukan parede keliling kawasanan perkantoran Batancentre.

Aksi damai ini dilakukan puluhan pelaku usaha pariwisata Kepri sebagai bentuk protes atas pemberlakukan bagasi berbayar serta mahalnya harga tiket oleh maskapai domestik sehingga berdampak terhadap kunjungan wisata ke daerah.

Parade aksi damai berlanjut menuju gedung DPRD Kota Batam untuk menyampaikan aspirasi sebagai bentuk keprihatinan dari kondisi pariwisata akibat mahalnya tiket pesawat, Senin (11/2/).

Turut hadir sejumlah asosiasi dalam aksi damai ini antara lain Perhimpunan Hotel dan Pariwisata Indonesia (PHRI), Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), Association Of The Indonesia Tour and Travel Agencies (ASITA), Ikatan Housekeeper Association (IHKA), Asosiasi Karnaval Indonesia (AKRI) dan ASPERDA.

Selain itu, tampak hadir Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (ASPABRI), Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA), Ikatan Pariwisata Indonesia (IPI), Indonesian Chef Association (ICA), Kelompok Sadar Wisata Berbasis Masyarakat Kota Batam (POKDARWIS), serta Hotel Human Resource Manager Associaton (HHRMA).

Ketua ASPPI Irwandi Azwar mengatakan, sikap yang dilakukan adalah untuk menyuarakan aspirasi mereka terhadap kondisi pariwisata yang memprihatinkan akibat tingginya tiket pesawat dan kebijakan bagasi berbayar.

“Sebagai pelaku pariwisata menyuarakan keprihatinan kita dengan tingginya tiket pesawat dan kebijakan bagasi tentu menyengsarakan pariwisata,” ujarnya.

Forum Pelaku Pariwisata Kepulauan Riau ini memulai perjalanannya dari lapangan Engku Puteri, menuju gerbang utara Engku Puteri, jalan ke kiri menuju depan Hotel Harris, kemudian menuju depan Masjid Agung, hingga akhirnya tiba di depan Gedung DPRD Kota Batam.

Setibanya di depan gedung DPRD, mereka melakukan aksi damai dalam bentuk teatrikal sebagai bentuk keprihatian terhadap kondisi pariwisata. Aksi damai dan longmarch ini pun dilakukan dengan berbagai kostum adat kebudayaan dan iringan musik.

Beberapa dari peserta aksi damai yang tidak mengenakan kostum juga tampak membawa papan yang berisi berbagai suara hati masyarakat terhadap tingginya harga tiket pesawat dan kebijakan bagasi berbayar.

APRI@www.rasio.co //

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini