RASIO.CO, Jakarta – Badan Narkotika Nasional(BNN) bersama sepanjang tahun 2017 berhasil mengungkap 16.537 kasus narkoba, termasuk 27 kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
BNN bersama Direktorat TP Narkoba Bareskrim Polri dan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya sejak Oktober hingga Desember 2017. Adapun pemusnahan barang bukti ini digelar di Gedung 745 Teknik Sanitasi Angkasa Pura II, Bandara Soeta
” Total tersangka berjumlah 58.365 orang, dengan 35 tersangka kasus TPPU & 79 tersangka dijatuhi hukuman mati.” Kata Kepala BNN Komjen Pol. Budi Waseso di siaran pers. Ju’mat(29/12).
Lanjutnya, barang bukti sabu 453,56 Kg, Ektasi 712.116 butir, ganja 647,13 Kg, Happy Five 10 ribu butir dan ketamine 100 gram dilakukan pemusnahan barang bukti ini digelar di Gedung 745 Teknik Sanitasi Angkasa Pura II, Bandara Soeta.
Terkait tingginya jumlah barang bukti yang diungkap baik oleh BNN maupun kepolisian, hal ini merupakan hasil pengungkapan kasus yang gencar.

Menyoal tindakan tegas terhadap jaringan narkoba, setidaknya ada 81 anggota jaringan yang telah dihadiahi timah panas hingga tewas karena melakukan perlawanan pada petugas.
“antangan yang dihadapi sangat besar, sehingga BNN senantiasa perlu mendapat dukungan kekuatan secara lintas sektoral,” ujarnya.
Kepala BNN juga memberikan apresiasi yang tinggi atas peran serta TNI dalam upaya penanggulangan narkoba.
Ia mendapatkan laporan, bahwa TNI telah mengungkap sejumlah kasus narkoba dengan barang bukti yang cukup besar seperti di daerah Riau, Kalbar, Kaltim dan sejumlah daerah lainnya. Menurutnya sinergi seperti ini harus lebih kuat ke depannya.
Sementara itu Menkopolhukam, Wiranto mengatakan banyak faktor yang membuat upaya penanggulangan narkoba itu tidak mudah. Saat mengadakan kunjungan di sebuah daerah, Menkopolhukam pernah mendapatkan laporan bahwa di sebuah daerah saja ada yang memiliki ribuan jalur tikus yang bisa dimanfaatkan oleh sindikat untuk menyelundupkan narkoba.
Bukan hanya persoalan geografis, kendala lain yang dihadapi adalah maraknya peredaran narkoba jenis baru, sinergi yang masih perlu ditingkatkan, dan kurangnya pemahaman masyarakat akan masalah narkoba.
Oleh karena itulah, Wiranto menegaskan perlunya upaya pemberantasan yang tegas, peningkatan pengawasan di lapas, kampanye kreatif yang gencar, dan juga rehabilitasi yang efektif.(red/di).
APRI@www.rasio.co

