Kapolri Hadiri Pemakaman Istri Hoegeng, Kenang Pesan Integritas Eyang Meri untuk Polri

0
348
Foto/Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri pemakaman Meriyati Hoegeng di Bogor dan mengenang pesan Eyang Meri agar Polri menjaga integritas dan menjadi pelindung masyarakat.

RASIO.CO, Jakarta — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri dari mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Bogor, Jawa Barat.

Usai mengikuti prosesi pemakaman, Kapolri menyampaikan bahwa Eyang Meri semasa hidupnya kerap memberikan pesan moral kepada seluruh keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Pesan tersebut, menurut Sigit, menjadi sumber inspirasi dan keteladanan bagi Korps Bhayangkara.

“Beliau selalu berpesan di setiap acara kami, jadilah polisi yang baik, memiliki integritas, dan polisi yang bisa melindungi dan mengayomi,” ujar Sigit.

Kapolri juga mengungkapkan bahwa saat melayat ke rumah duka, keluarga memutar rekaman suara Eyang Meri yang berisi pesan khusus bagi Polri. Rekaman tersebut semakin menguatkan nilai-nilai keteladanan yang diwariskan almarhumah.

“Bahkan tadi malam kami dengarkan langsung suara beliau yang direkam oleh Mas Rama, bagaimana beliau selalu menyampaikan pesan jadilah contoh teladan dan mulailah dari dirimu sendiri. Saya kira hal-hal tersebut tentunya menjadi spirit bagi kami keluarga besar Polri,” kata Sigit.

Menurutnya, pesan-pesan tersebut merupakan amanah atau wasiat yang harus terus dijaga dan dikumandangkan oleh seluruh jajaran Polri di mana pun bertugas.

“Karena setiap beliau menyampaikan, Eyang Meri selalu berpesan saat terakhir, tolong jaga dan titip institusi Polri,” ucapnya.

Kapolri menegaskan, pesan Eyang Meri memiliki makna yang sangat mendalam bagi institusi Polri ke depan. Ia menyebut Polri harus terus meneladani nilai integritas, memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat, serta menjalankan tanggung jawab dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Sebagaimana tugas pokok kami dan doktrin kami untuk menjaga tata tentrem kerta rahardja. Saya kira banyak hal yang kami kenang dari Eyang Hoegeng,” ujarnya.

Mengakhiri pernyataannya, Kapolri menyampaikan penghormatan terakhir kepada Eyang Meri sekaligus menegaskan komitmen Polri untuk menjaga warisan nilai yang ditinggalkan keluarga Hoegeng.

“Selamat jalan Eyang Meri. Kami terima kasih atas apa yang telah beliau berikan kepada kami. Warisan dari pendahulu, utamanya almarhum Hoegeng Iman Santoso, akan terus menjadi api yang menggelora di seluruh keluarga besar Polri untuk menjaga wasiat dan warisan tersebut,” tutup Sigit.

AD







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini