
RASIO.CO, Batam – Minat masyarakat Kepulauan Riau (Kepri) untuk berinvestasi di pasar modal terus menunjukkan tren positif. Hingga akhir September 2026, jumlah investor pasar modal di Kepri tercatat mencapai 297.128 investor.
Jumlah tersebut bertambah 99.144 investor dibandingkan posisi akhir Januari 2026 yang sebanyak 197.984 investor, atau tumbuh 50,08 persen secara _year-to-date_ (YtD).
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kepulauan Riau, Indra Novita, mengatakan pertumbuhan investor di Kepri sejalan dengan tren nasional yang juga mengalami peningkatan signifikan.
“Kepri tidak ketinggalan untuk mengejar pertumbuhan investor seperti skala nasional. Ini menjadi hal yang menggembirakan bagi kami insan pasar modal,” ujar Indra saat media gathering bersama insan pers di Batam, Jumat (23/10/2026).
Secara nasional, jumlah investor pasar modal tercatat 20.325.237 investor pada akhir Januari 2026. Angka itu melonjak menjadi 31.021.366 investor pada akhir September 2026, atau bertambah 10.596.129 investor dengan pertumbuhan 52,62 persen.

Indra menambahkan, secara nasional jumlah investor bahkan telah menembus 32 juta investor pada Oktober 2026. Hal ini menunjukkan perluasan partisipasi masyarakat di pasar modal berlangsung sangat cepat.
IHSG Berfluktuasi, Fundamental Jadi Kunci
Di tengah pertumbuhan investor, Indra mengakui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berfluktuasi. Pergerakan indeks dipengaruhi berbagai sentimen, termasuk pernyataan dari penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“Pada hari pertama saat MSCI mengeluarkan pernyataan, memang ada kepanikan dari investor. Tetapi penurunan IHSG bukan hanya disebabkan hal itu, melainkan juga faktor lain seperti suku bunga internasional dan kondisi sosial politik,” jelasnya.
Menurutnya, MSCI memiliki pengaruh besar karena menjadi acuan investor domestik maupun asing. Namun setelah sempat tertekan, IHSG mulai menunjukkan perbaikan.
Indra menilai langkah reformasi pasar modal yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI diharapkan mampu memperkuat kepercayaan investor. Ia menyebut, investor berpengalaman biasanya tidak hanya melihat gejolak jangka pendek, tetapi mempertimbangkan fundamental perusahaan.
“Bagi investor yang sudah berpengalaman, kondisi seperti ini justru bisa menjadi momentum untuk melihat saham-saham dengan fundamental dan kinerja yang baik,” katanya.
Perkuat Literasi Lewat Media
Indra menjelaskan, media gathering yang digelar satu hingga dua kali setahun itu merupakan upaya BEI mempererat sinergi dengan insan pers di Kepri. Melalui peran media, informasi dan edukasi pasar modal diharapkan menjangkau masyarakat lebih luas.
“Kami sangat mengapresiasi rekan-rekan media yang selalu mendukung kami dalam menyampaikan informasi dan meliterasi masyarakat di Kepri terkait pasar modal Indonesia,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan literasi, BEI juga akan menggelar Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 pada 3-5 November mendatang.
Indra berharap masyarakat tidak hanya tertarik menjadi investor, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik mengenai risiko dan pentingnya mengambil keputusan investasi berdasarkan informasi yang memadai.
Redaksi@www.rasio.co //

