
RASIO.CO, Lingga – BPJN Kepri didampingi Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Lingga meninjau lokasi dari rencana usulan penataan pedestarian ruas jalan Dabo – Kote, di taman kota Dabo Singkep. Sabtu (16/10).
Nizar berharap, usulan penataan pedestarian ruas jalan Dabo – Kote yakni, pembangunan trotoar mulai dari titik nol kilometer hingga bandara, yang telah disampaikan ke BPJN.
Bahkan, jelas Nizar, melalui dorongan Komisi V DPR RI dapat terealisasi. paling tidak usulan ini dapat dipelajari, dijadikan prioritas pembangunan ditahun depan. dengan adanya pembangunan ini, diharapkan tercapainya pengaturan tata ruang dan struktur pengembangan jalan primer di kota Dabo Singkep.
“Alhamdulillah, dinas teknis kami sudah terkoneksi dengan BPJN. mudah-mudahan usulan ini terwujud, dengan apa yang sudah kami sampaikan kepada BPJN,” kata Nizar kepada media.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PU-PR Kabupaten Lingga, Novrizal mengatakan, melalui Komisi V DPR RI, dengan mitra kerjanya Dirjen Bina Marga yang turunan yakni Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kepulauan Riau, Pemerintah Kabupaten Lingga telah mengusulkan pembangunan trotoar, mulai dari titik nol kilometer (taman kota) Dabo Singkep hingga bandara. Rencana itu merupakan bagian dari usulan penataan pedestarian ruas jalan Dabo – Kote.
“Ini merupakan hasil dari pertemuan singkat sebelumnya antara Bupati Lingga dengan Kepala BPJN, diperkuatkan lagi dorongan dari anggota Komisi V DPR RI yang hadir,” terangnya.
Novrizal menjelaskan, setelah melakukan peninjauan ke lokasi, pihak BPJN menjadikan usulan pembangunan trotoar tersebut, sebagai prioritasnya dengan mempertimbangkan keadaan anggaran tahun 2022. Selain itu, usulan ini juga langsung disampaikan ke anggota Komisi V DPR RI, oleh Bupati Lingga dan mendapatkan respon yang positif.
“Yang pastinya dibangun itu, duplikat jembatan Berindat, jembatan gantung di Kerandin-Pekake, dan rekonstruksi jalan dabo-jagoh. untuk yang trotoar tadi masih usulan tapi dijadikan prioritas,” tutupnya.
Puspan

