RASIO.CO, Batam – Suprianto(34) salah seorang calon penumpang maskapai Citylink QG-841 tujuan Jakarta diamankan petugas Avsec bandara Hang Nadim bersama Beacukai karena membawa sabu seberat 531 gram.
Suprianto merupakan warga Bengkong sadai, dan rencananya akan berangkat ke jakarta denga njadwal keberangkatan pagi pukul 06.45 WIB. Namun saat akan masuk keruang tunggu petugas curiga dengan gerak-geriknya ketika melintas diruang mesin X-ray.
Parahnya, saat dilakukan penggeledahan oleh petugas avsec secara manual, ditemukan sabu seberat 531 gram yang disembunyikan dalam sepatu merk Nike.
” Ketika tubuhnya pelaku diperiksa tidak ditemukan tetapi saat disuruh buka sepatu ternyata ada ditemukan dua paket sabu dibungkus dalam plastik bening,” kata GM Operasional BUBU Bandara Hang Nadim, Suwarso melalui sambungan selularnya. Rabu(27/12).
Selanjutnya, kata dia, dilakukan pemeriksaan secara cermat diruang Beacukai bandara diketahu pelaku akan membawa barang haram tersebut ke Jakarta dan selain itu juga diamankan uang tunai milik pelaku Rp.2,7 juta.
” Pelaku sudah diboyong ke kantor Beacukai Batuampar dan wacananya akan diserahkan Polda Kepri,” tutupnya.
Sementara itu, selama sebulan terakhir, pihak bandara Hang Nadim melalui petugas Avsec dan petugas beacukai serta kepolisan sudah berhasil menangkap 4 kali para pelaku atau jaringan narkoba mengunakan jalur udara.
BP Batam akan memperketat perederan narkoba yang dimanfaatkan bandar menggunakan jalur udara Bandara Hang Nadim maupun pelabuhan kargo, pasalnya dalam sebulan terakhahir petugas avsec 4 kali berhasil menangkap pelaku.
Tidak pelabuhan itu saja, BP Batam juga akan melakukan pengawasan ketat terhadap pelabuhan lainnya yang dikelolanya, seperti pelabuhan Batuampar, Sekupang, Punggur serta Kabil dan akan berkoordinasi bersama Polda Kepri , juga BNNP Kepri.
” Alat canggih pendeteksi narkoba serta CCTv segera kita ajukan kepusat sebagai langkah mencegah masuk dan keluarnya narkoba melalui pelabuhan di Batam,” Kata Bambang Purwanto Anggota Deputi Bidang Umum dan Sumber Daya Manusia BP Batam usai Seminar Internasional Culture Carnaval. Jumat(15/12).
Kata Dia, Dirinya sudah mengkonsep agar bandara maupun pelabuhan tidak dimanfaatkan bandar jaringan narkoba mengirim barangnya keluar daerah, untuk itu kami dalam waktu dekat akan segera berkoordinasi bersama Polda Kepri , BNNP dan BP Batam.
” Konsepnya untuk mencegah karena tidak tertutup kemungkinan masuknya dari negara tetangga melalui pelabuhan, keluar dari batam melalui udara,” ujarnya.
Lanjunya, terakhir dua hari lalu, hampir dua kilo narkoba jenis sabu yang akan dibawa mengunakan pesawat udara, namun berhasil dicegah petugas avsec dan jika perlu kita berkoordinasi dengan BNN pusat.
” Sedangkan petugas avsec yang berhasil menangkap pelaku narkoba akan kami beri reward,” ujarnya.
APRI@www.rasio.co

