

RASIO.CO, Batam – Guna meningkatkan pariwisata di Kepulauan Riau, Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri menjalin kerja sama dengan Dewan Pariwisata Thailand. Kerja sama ini bertujuan untuk saling membantu dalam mempromosikan produk serta destinasi pariwisata dari kedua negara.
“Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat promosi dan pengembangan sektor pariwisata antara Kepri dan Thailand,” kata Asisten 2 Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kepri Luki Zaiman, Minggu (23/7).
Luki, mengatakan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dilaksanakan di Batam dan dihadiri 14 pelaku usaha.
“Kepri selalu membuka pintu yang lebar untuk kerja sama terkait promosi pariwisata, karena upaya meningkatkan jumlah wisatawan ini membutuhkan kerja sama banyak pihak,” ungkap Luki.
Tidak hanya tertarik dengan keindahan pariwisata, delegasi Thailand juga antusias saat diberikan suvenir khas Kepri berupa Tanjak. Mereka juga menyambut baik budaya lokal dan produk ekonomi kreatif dari daerah Kepri.

“Dengan adanya sinergi ini, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dari kedua negara dan memajukan industri pariwisata di wilayah Kepri,” ujar Luki.
Selama pemaparan yang disampaikan Luki, para delegasi Thailand tampak antusias dan tertarik dengan paparan mengenai potensi pariwisata Kepri. Luas wilayah, jumlah penduduk, kota atau kabupaten, serta pulau-pulau destinasi pariwisata Kepri juga menjadi sorotan para delegasi Thailand.
Ketua Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (ASPABRI) Kepri Surya Wijaya mengaku, kegiatan tersebut menjadi angin segar untuk iklim pariwisata di Kepri. Terlebih, wisatawan asal Thailand merupakan salah satu wisatawan terbanyak yang datang ke Kepri.
“Kami sangat mendukung adanya kerja sama seperti ini, artinya usaha untuk memulihkan kembali pariwisata di Kepri terus dilakukan, asosiasi pariwisata siap memberikan dukungan untuk pemerintah agar terus menjalin kerja sama serupa,” ungkap Surya.
***
