
RASIO.CO, Batam – Fenomena perederan rokok tanpa cukai menjadi bisnis illegal yang menggiurkan di kota Batam. Salah satunya diduga rokok merk Rexo Bold bebas dijual di Batam.
Perederan rokok tanpa cukai yang diduga dilakukan pengusaha nakal batam bukanlah hal baru, namun merugikan negara milyaran rupiah akibat tidak membayar cukai.
Berbagai merk rokok tanpa cukai beredar di batam bahkan diduga di produksi di Batam serta juga di edarkan diluar Batam terutama wilayah Sumatra yang diseludupkan melalui pelabuhan tikus Batam.
Tidak sulit menemui peredaran rokok rexo bold di Batam, seperti diwarung-warung pinggiran, toko maupun glosir, namun untuk mendapatkan produk rokok tanpa cukai tersebut diduga dari salesman.
Ironisnya, peredaran rokok rexo bold tanpa cukai tersebut terkoordinir dengan baik oleh oknum-oknum nakal, padahal diduga rokok rexo bold yang resmi diproduksi oleh CV Megah Sejahtera yang beralamat di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
CV Megah Sejahtera merupakan produsen rokok terkemuka di Indonesia yang berdiri sejak tahun 2007 di Kota Malang dibawah naungan Sejahtera Group yang bergerak di bidang tembakau dan rokok sejak tahun 1992.
Diproduksi perusahaan ini yakni, Rexo Kretek 12, Rexo Elegant Hitam 12, Rexo Elegant Merah 16, Rexo Mild 16, Rexo Slim 20, Rexo Black 16, Rexo Merah 20, Rexo International 12, Rexo International 16 dan terakhir perusahaan juga memproduksi rokok Rexo Bold 20.
Menurut keterangan dari salah seorang pemilik warung di Bengkong, yang bernama pangilan Aris mengatakan, rokok merek Rexo ini buka jenis rokok baru lagi dipasaran di Batam.
“Beredar sudah lama dibatam dan harga terjangkau serta sangat murah,” ujarnya. Senin(28/02).
Sementara itu, Humas Beacukai Batam M. Rizki Baidillah mengatakan, terkait peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai ini, pihaknya pasti akan menindak lansung kelapangan menyita. Akan memproses pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Upaya penekanan peredaran rokok illegal terus dilakukan pihaknya dan empat bulan terakhir 700 ribu batang berhasil di tindak,”
Dan lanjutnya, Diakui memang masih ada ditemukan rokok-rokok illegal di Batam dan kita tidak akan berhenti dan terus melakukan operasi.
“Tentu dengan strategi tertentu serta sangat didukung informasi dari masyarakat,” pungkasnya.

