Sudah Pulih, Otak Kasus Pabrik Uang Palsu UIN Makassar Siap Diperiksa

0
654
Mesin pencetak uang palsu yang disita polisi dari kampus UIN Alauddin Makassar. (foto/ist)

RASIO.CO, Jakarta – Otak sekaligus penyandang dana pabrik uang palsu yang beroperasi di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, ASS, saat ini dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1A Makassar, Sulawesi Selatan, setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit.

“ASS sudah sehat dan dijemput di rumah sakit, kemudian penahanannya dilanjutkan di Rutan Makassar,” kata Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak dikutip CNNIndonesia, Rabu (8/1).

Reonald memastikan bahwa kondisi ASS dalam keadaan sehat setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara, usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pabrik uang palsu. Setelah dinyatakan sehat, Reonald menambahkan, penyidik akan segera melakukan pemeriksaan terhadap ASS sebagai tersangka.

“Intinya saat ini kondisinya ASS sudah sehat sehingga sudah bisa melanjutkan pemeriksaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Makassar, Jayadikusumah, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima salah satu tersangka pabrik uang palsu tersebut dari Polres Gowa pada Selasa (7/1).

“Kami tempatkan kamar di Mapenaling (masa awal perkenalan lingkungan) seperti tahanan yang lainnya. Kapasitasnya itu antara 15 sampai 20 orang, biasanya sampai 1 minggu sampai satu bulan,” kata Jayadikusumah.

Jayadikusumah menjelaskan bahwa status ASS di Rutan Makassar adalah sebagai tahanan titipan dari Polres Gowa. Selama proses hukum berlangsung, tersangka akan tetap berada di rutan hingga putusan yang bersangkutan inkrah.

“Masih berstatus tahanan polisi, masih dititipkan. Sampai putusan, kemudian kalau semua berkasnya sudah rampung, biasanya pihak kepolisian dilimpahkan ke kejaksaan untuk penuntutannya, kemudian itu sidang sampai putus dan kemudian ada proses banding hingga kasasi,” pungkasnya.

***







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini