
RASIO.CO, Batam – Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Provinsi Kepri, Syamsul Paloh beri apresiasi kinerja kepolisian yang berhasil menggagalkan penyelundupan 1300 dus rokok ilegal, di pelabuhan rakyat dekat Restaurant Sri Rezeki Kelurahan Batu Besar Nongsa, pada Selasa (7/4) kemarin.
“Saya mengapresiasi atas kinerja kepolisian yang sudah berhasil menggagalkan aksi penyelundupan rokok ilegal di pelabuhan rakyat dekat Restaurant Sri Rezeki, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa,” ujar Syamsul Paloh, pada Minggu (12/4).
Ia mengaku akan terus mengawal kasus ini sehingga para pemain rokok ilegal ini mendapatkan ganjaran hukuman yang setimpal atas perbuatannya.
“Jangan nanti yang dijerat hanya pelaku lapangan, sementara aktor utama dalam penyelundupan tersebut sama sekali tidak tersentuh,” tegas Syamsul.
“Kita meminta kepada aparat kepolisian agar menindak tegas perbuatan pelaku yang sudah cukup merugikan negara,” ucapnya.
Ia menambahkan, disituasi pihak kepolisian tengah fokus membantu pemerintah dalam memerangi penyebaran Covid-19, para mafia penyelundup barang ilegal seperti rokok, mikol bahkan narkotika akan leluasa dilakukan.
“Aksi penyelundupan harus diwaspadai, pasalnya para mafia penyelundup bisa saja dengan modus menyisipkan barang haram tersebut,” tambahnya.
Para mafia penyelundupan barang-barang ilegal cendrung menggunakan jalur laut, yaitu memanfaatkan pelabuhan ilegal atau dikenal dengan pelabuhan tikus yang keberadaannya tersebar di pelosok Kota Batam.
Ia berharap kepada seluruh masyarakat agar dapat membantu memberikan informasi kepada pihak kepolisian bila terjadi hal yang sama, tutupnya.
Yuyun@www.rasio.co //

