Waspadai Risiko Rem Depan Saat Menikung, Ini Penjelasan Ahli Safety Riding Honda

0
2252

RASIO.CO, Batam – Pengendara sepeda motor sering kali melakukan penyesuaian kecepatan saat memasuki tikungan.

Banyak yang secara spontan mengandalkan rem depan karena dianggap paling cepat menurunkan laju motor. Namun kebiasaan tersebut justru menyimpan risiko besar ketika dilakukan saat motor dalam posisi miring.

Untuk memberikan pemahaman teknis dan cara yang lebih aman, Instruktur Safety Riding PT Capella Dinamik Nusantara (Capella Honda) Kepri, Christofer Valentino, memberikan penjelasan lengkap mengenai bahaya dan teknik menikung yang benar.

Menurut Christofer, penggunaan rem depan ketika menikung dapat menyebabkan hilangnya cengkeraman ban terhadap aspal. Saat motor miring, luas bidang ban yang menapak ke permukaan jalan jauh lebih kecil dibandingkan ketika motor dalam posisi tegak. Ditambah dengan adanya gaya sentrifugal selama manuver melingkar, beban yang diterima ban meningkat drastis.

“Ketika rem depan digunakan dalam kondisi seperti ini, beban ban bertambah besar sehingga potensi kehilangan traksi semakin tinggi. Jika roda depan kehilangan cengkeraman, pengendara bisa langsung terhempas bersama motornya, dan risikonya sangat fatal,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa teknik ini hanya aman dilakukan oleh pembalap di lintasan dengan perlengkapan keselamatan yang lengkap, sehingga sangat tidak disarankan untuk digunakan di jalan raya.

Melihat tingginya risiko, kebiasaan mengerem dengan rem depan saat menikung tidak dianjurkan untuk penggunaan harian. Kesalahan teknik dapat menempatkan pengendara pada situasi berbahaya, terutama di tikungan sempit atau di jalan yang memiliki permukaan tidak rata maupun licin.

Duri Yanto, Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara, menegaskan pentingnya edukasi keselamatan berkendara bagi masyarakat.

“Perilaku aman di jalan dimulai dari pemahaman teknik yang benar. Informasi seperti ini penting untuk mengurangi risiko kecelakaan yang sering terjadi akibat kebiasaan yang dianggap sepele. Kami ingin memastikan setiap pengendara Honda di Kepulauan Riau memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tepat agar dapat berkendara dengan lebih percaya diri dan aman,” ujarnya.

Sebagai panduan, Christofer membagikan lima teknik dasar #Cari_Aman saat menikung: mengurangi kecepatan sebelum memasuki tikungan, mengarahkan pandangan ke poros tikungan, menjaga kecepatan tetap konstan, menggunakan rem belakang untuk mengontrol laju motor, serta menambah kecepatan setelah keluar dari tikungan.

Christofer menambahkan bahwa teknik menikung aman dapat dipelajari melalui pelatihan. Pemahaman teori dan praktik akan meningkatkan kontrol pengendara dan secara signifikan mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.

Edukasi ini diharapkan dapat memperkuat budaya #Cari_Aman di tengah masyarakat. Pengendara yang ingin memperdalam keterampilan berkendara aman dapat menghubungi tim Safety Riding Honda melalui jaringan Dealer Honda terdekat. Seluruh pelatihan diberikan langsung dan tanpa biaya.

Redaksi@www.rasio.co//







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini