Aksi Geruduk Ponpes Al-Zaytun Ricuh, Massa dan Polisi Saling Dorong

0
287
Demo menuntut pembubaran Pondok Pesantren Al-Zaytun. (foto/ist)

RASIO.CO, Jakarta – Kericuhan sempat terjadi saat massa aksi yang tergabung dalam Forum Solidaritas Dharma Ayu menggeruduk Ponpes Al-Zaytun, Indramayu, Kamis (22/6).

Kericuhan bermula saat massa sempat bersitegang dengan kepolisian saat hendak menuju gerbang Ponpes. Saling dorong terjadi saat massa mendesak agar Pondok Pesantren yang dipimpin Panji Gumilang itu dibubarkan.

Aksi saling dorong tak dapat dihindarkan saat massa mencoba merangsek menuju depan gerbang Utara Al-Zaytun yang ada di Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu. Hal itu dipicu lantaran massa telah dibuat geram oleh pernyataan kontroversial pihak Al-Zaytun yang dianggap sudah menodai agama dan tidak sesuai ajaran agama Islam.

Di tengah aksi saling dorong itu, sempat terlihat salah seorang dari barisan pedemo diamankan oleh polisi. Namun, massa terlihat tetap memaksa untuk bergerak untuk unjuk rasa di depan pintu gerbang Al-Zaytun untuk menyampaikan aspirasinya.

“Yang jelas, mah, semua orang juga paham dan tahu bahwa jelas Al-Zaytun sudah melakukan penodaan terhadap agama Islam. Artinya itu tidak sesuai dengan ajaran Islam,” kata salah satu peserta unjuk rasa, Hata, Kamis (22/6) dikutip dari Detik.

Massa menuntut agar pondok pesantren yang dipimpin Panji Gumilang itu segera dibubarkan. Serta, mengusut aset yang dimiliki pondok besar tersebut.

“Yang jelas kami tuntutannya hanya satu bubarkan kemudian usut tuntas aset Al-Zaytun,” lanjut Hata.

Kapolres Indramayu AKBP M Fahri Siregar memastikan bahwa pihaknya akan melakukan pengamanan sesuai prosedur. Penyekatan dilakukan untuk mencegah bentrokan antar demonstran dan internal Al-Zaytun.

“Sama kayak kemarin 1.200 personel. Kalau kita pola nya sama kayak kemarin ya jadi jaraknya memang sudah kita tentukan. Dari area gerbang pintu utama Al-Zaytun ini,” kata Fahri.

“Untuk antisipasi ya,” imbuhnya.

***

Print Friendly, PDF & Email


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini