RASIO.CO, Batam – Komisi I DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait domisili Rumah Ibadah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Indonesia yang berlokasi di Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota. Rapat berlangsung pada Rabu (17/9) di ruang rapat Komisi I DPRD Batam.
RDPU dipimpin oleh anggota Komisi I, Dr. Muhammad Mustofa, SH, MH, didampingi Sekretaris Komisi I, Anwar Anas, serta dihadiri sejumlah anggota Komisi I lainnya.
Dalam rapat tersebut, Komisi I menghadirkan berbagai pihak terkait, antara lain perwakilan Kementerian Agama Kota Batam, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Batam, FKUB Kecamatan Batam Kota, Bagian Hukum Setdako Batam, Camat Batam Kota, Lurah Belian, perwakilan Jemaat GMAHK, Ketua RW 022 dan RT 001 Kelurahan Belian, serta tokoh masyarakat setempat.
Selama rapat, Komisi I mendengarkan sejumlah masukan dari para undangan. Beberapa pandangan yang muncul menekankan pentingnya memperhatikan aspek administrasi, ketentuan hukum, hingga kondisi sosial masyarakat sekitar dalam persoalan domisili rumah ibadah tersebut.
Pemimpin rapat, Mustofa, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga ketenangan dan kerukunan di tengah masyarakat. Menurutnya, setiap proses terkait pendirian maupun keberadaan rumah ibadah harus mengedepankan musyawarah serta mempertimbangkan aspirasi warga sekitar.
“Kerukunan dan ketenangan masyarakat adalah hal yang sangat penting. Karena itu, dalam persoalan ini kita perlu memperhatikan berbagai masukan dari semua pihak, termasuk warga sekitar,” ujarnya.
Komisi I menyatakan akan menindaklanjuti hasil RDPU dengan mencermati berbagai masukan yang dihimpun, demi tercapainya solusi yang berkeadilan serta tidak menimbulkan gesekan di masyarakat.
Redaksi@www.rasio.co//

