Jumat, November 6, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 25

DPRD Kota Batam Gelar Paripurna, Dengarkan Jawaban Wali Kota atas Pemandangan Fraksi terhadap Perubahan APBD 2026

0

RASIO.CO, Batam — DPRD Kota Batam menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian Tanggapan dan/atau Jawaban Wali Kota Batam terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2026, Selasa (2/9).

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Haji Aweng Kurniawan, didampingi Wakil Ketua II Budi Mardiyanto, SE, MM, dan Wakil Ketua III Muhammad Yunus Muda, SE. Paripurna turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Batam, serta undangan lainnya.

Dalam pengantar rapat, Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Haji Aweng Kurniawan mengatakan, paripurna tersebut merupakan rangkaian lanjutan setelah sebelumnya DPRD menyampaikan pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Ranperda Perubahan APBD dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2026 yang disampaikan Wali Kota Batam.

“Setelah rapat paripurna pemandangan fraksi-fraksi partai politik di DPRD terhadap Ranperda Perubahan APBD dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2026 yang disampaikan Wali Kota, maka Wali Kota dijadwalkan memberikan jawaban atas pandangan fraksi berkenaan,” ujar Aweng dalam pengantar rapat.

Selanjutnya, beliau mempersilakan Wali Kota Batam Amsakar Achmad untuk menyampaikan pidato Tanggapan dan/atau Jawaban Wali Kota atas Pemandangan Umum Fraksi DPRD Kota Batam.

Dalam pidatonya, Amsakar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh fraksi DPRD Kota Batam atas pandangan, masukan, saran dan catatan yang disampaikan terhadap Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

“Pemerintah Kota Batam menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Fraksi DPRD Kota Batam atas pandangan, masukan, saran, dan catatan yang telah disampaikan,” kata Amsakar.

Menurutnya, masukan dari DPRD menjadi bagian penting dalam penyempurnaan pembahasan Perubahan APBD agar kebijakan anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Salah satu hal yang disampaikan Wali Kota adalah pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemko Batam, kata Amsakar, mendorong penguatan digitalisasi perpajakan, pemutakhiran dan pendataan objek pajak, optimalisasi pengelolaan aset, peningkatan kepatuhan, serta penguatan pengawasan.

Beliau juga menegaskan bahwa peningkatan pendapatan daerah harus dilakukan secara rasional, terukur dan transparan dengan tetap memperhatikan kemampuan masyarakat.

“Upaya tersebut tidak semata-mata ditempuh melalui peningkatan tarif, tetapi melalui intensifikasi dan ekstensifikasi, pemutakhiran data objek pajak, digitalisasi pembayaran, peningkatan kepatuhan, serta penguatan pengawasan,” jelasnya.

Dalam jawaban terhadap pandangan fraksi, Amsakar juga menyoroti arah belanja daerah. Beliau menegaskan bahwa tambahan anggaran harus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja dan manfaat bagi masyarakat.

“Keberhasilan pelaksanaan anggaran tidak semata-mata diukur dari tingkat serapan anggaran,” ujarnya.

Untuk belanja infrastruktur, Pemko Batam menjelaskan peningkatan Belanja Modal Jalan, Jaringan dan Irigasi sebesar 20,98 persen diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas jalan, penanganan banjir dan persampahan, keselamatan lalu lintas, serta penyediaan dan peningkatan sarana transportasi publik.

Persoalan banjir dan persampahan juga menjadi perhatian dalam jawaban pemerintah. Pemko Batam menyatakan sependapat dengan pendekatan terpadu melalui peningkatan infrastruktur dan drainase, pemeliharaan, pengendalian kawasan, serta pengelolaan sampah secara menyeluruh dari hulu sampai hilir.

Di bidang pendidikan dan kesehatan, Amsakar menegaskan bahwa pembangunan pendidikan harus diarahkan pada peningkatan mutu pembelajaran, pemerataan akses, pemenuhan sarana dan prasarana, serta peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Sementara dalam pelayanan kesehatan, Universal Health Coverage (UHC) menurutnya tidak hanya berkaitan dengan cakupan kepesertaan, tetapi juga harus diwujudkan melalui kemudahan akses pelayanan, ketersediaan tenaga kesehatan, obat dan alat kesehatan, serta peningkatan kualitas pelayanan.

Pemko Batam juga menyatakan penguatan UMKM, ekonomi kreatif, industri, perdagangan dan kompetensi tenaga kerja perlu terus dilakukan agar pertumbuhan investasi memberikan dampak berganda terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Terkait rencana pengeluaran pembiayaan sebesar Rp20 miliar untuk penambahan penyertaan modal pada Bank Riau Kepri Syariah, Amsakar mengatakan pelaksanaannya harus didasarkan pada kajian yang memadai dengan memperhatikan manfaat ekonomi, target kinerja dan risiko investasi.

“Rencana penambahan penyertaan modal akan tetap memperhatikan kajian kelayakan, manfaat ekonomi, target kinerja, dan risiko investasi,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Wali Kota juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran. Setiap program dalam Perubahan APBD, katanya, harus memiliki kebutuhan yang jelas, sasaran dan indikator kinerja yang terukur, serta memberikan manfaat yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Setiap program dalam Perubahan APBD harus didasarkan pada kebutuhan yang jelas, memiliki sasaran dan indikator kinerja yang terukur, serta memberikan manfaat yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Amsakar.

Selain itu, Pemko Batam menyatakan kebijakan belanja harus diarahkan pada pelayanan dasar, termasuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, penanganan banjir, persampahan, pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan UMKM.

Pada bagian akhir pidatonya, Amsakar menyampaikan bahwa berbagai hal yang masih memerlukan penjelasan dan pendalaman akan ditindaklanjuti dalam pembahasan teknis bersama Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah.

“Terhadap hal-hal yang memerlukan penjelasan dan pendalaman lebih lanjut, Pemerintah Kota Batam akan menindaklanjutinya dalam pembahasan secara teknis bersama Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah,” katanya.

Usai Wali Kota menyampaikan pidatonya, pimpinan rapat menutup rangkaian paripurna. Wakil Ketua I DPRD Haji Aweng Kurniawan mengatakan Ranperda Perubahan APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2026 selanjutnya akan dibahas oleh Badan Anggaran DPRD sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Setelah itu beliau pun menutup rapat berkenaan.

Dengan demikian, penyampaian jawaban Wali Kota menjadi bagian dari tahapan pembahasan Ranperda Perubahan APBD 2026 sebelum memasuki pembahasan lebih lanjut antara DPRD dan Pemerintah Kota Batam.

YD

Bupati Karimun Hadir HUT-81 Kejaksaan

0

RASIO.CO, Batam – Bupati Karimun bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 di Kantor Kejaksaan Negeri Karimun, Rabu (2/9).

Peringatan Hari Lahir Kejaksaan tahun ini mengusung semangat peningkatan pelayanan publik dan penegakan hukum yang humanistis.
Jajaran Kejaksaan tampak mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) sebagai simbol kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan hukum terbaik kepada masyarakat.

Kepala Kejaksaan Negeri Karimun menyampaikan bahwa momentum peringatan ke-81 ini menjadi ajang untuk memperkuat integritas serta meningkatkan kualitas penegakan hukum yang berorientasi pada kemanfaatan masyarakat.

“Sesuai amanat Jaksa Agung, kita terus meningkatkan penegakan hukum yang humanistis kepada masyarakat dengan tetap menjaga integritas. Masyarakat sebagai justice seeker harus kita layani sebaik-baiknya tanpa mengurangi esensi hukum itu sendiri,” ujar Kajari Karimun.

Selain agenda anjangsana ke purnaja dan panti asuhan, Kejari Karimun juga telah menggelar serangkaian kegiatan sosial sejak hari sebelumnya.

Kegiatan tersebut meliputi pemusnahan barang bukti, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga donor darah bekerja sama dengan PMI yang berhasil memenuhi target stok darah di Kabupaten Karimun.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Karimun menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-81.

Beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan Kejaksaan, khususnya dalam peran Kejaksaan sebagai Pengacara Negara.

“Sinergitas dan kolaborasi yang erat harus terus kita pupuk. Sebagai daerah perbatasan negara, tugas-tugas yang diemban akan terasa lebih ringan dengan adanya kebersamaan. Selama ini Pemkab Karimun sangat terbantu oleh pendampingan hukum, legal opinion, hingga mediasi yang dilakukan oleh Kejaksaan,” ungkap Bupati Karimun.

Melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Karimun dan Kejaksaan Negeri Karimun berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi demi mewujudkan kepastian hukum dan peningkatan pelayanan bagi seluruh masyarakat Karimun.

Redaksi@www.rasio.co //

Bidik Investasi Jepang, BP Batam Jalin Sinergi dengan KBRI, IIPC dan BNI Tokyo

0

RASIO.CO, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu destinasi investasi yang diperhitungkan perusahaan Jepang.

Upaya itu dilakukan dengan membangun sinergi bersama KBRI Tokyo, Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo, dan Bank BNI Tokyo untuk meningkatkan promosi serta membuka akses investasi baru dari Jepang, Kamis (3/9/2026).

BP Batam memanfaatkan pertemuan itu untuk menyampaikan perkembangan ekonomi dan industri Batam, sekaligus memperkenalkan peluang investasi dan kesiapan kawasan bagi perusahaan Jepang yang ingin mengembangkan usahanya di Indonesia.

Berdasarkan realisasi investasi Triwulan I 2026, Jepang termasuk dalam lima besar negara investor PMA di Batam tersebar. Pada periode tersebut, total realisasi investasi Batam mencapai Rp17,4 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp8,8 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp8,5 triliun. Sementara itu, hingga Semester I 2026, total investasi Batam tercatat mencapai Rp38,97 triliun.

Kehadiran perusahaan Jepang di Batam juga telah tersebar pada sejumlah sektor, mulai dari elektronik dan kelistrikan, komponen otomotif, manufaktur industri, hingga industri kimia.

Beberapa di antaranya adalah PT Epson Batam, PT Yokogawa Manufacturing Batam, PT Sumitomo Wiring Systems Batam Indonesia, PT SIIX Electronics Indonesia, PT Rubycon Indonesia, PT Patlite Indonesia, PT Shimano Batam, PT NOK Precision Component Batam, hingga PT Nissin Kogyo Batam.

Kondisi tersebut, menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan investor Jepang. Pengalaman perusahaan-perusahaan Jepang yang telah beroperasi di Batam dapat menjadi referensi bagi calon investor lain yang dalam mempertimbangkan lokasi investasi di Indonesia.

BP Batam juga meminta dukungan KBRI Tokyo, IIPC Tokyo dan BNI Tokyo untuk mendorong perusahaan-perusahaan Jepang agar melihat Batam sebagai salah satu destinasi investasi strategis. Batam dinilai memiliki sejumlah keunggulan, antara lain lokasi yang dekat dengan Singapura dan kawasan pasar Asia, infrastruktur yang terus dikembangkan, serta kemudahan dalam proses investasi.

“Perusahaan Jepang dikenal sangat detail dalam menentukan kawasan untuk investasinya. Karena itu, informasi yang komprehensif mengenai kawasan, kesiapan infrastruktur, kepastian proses perizinan dan kemudahan berusaha menjadi sangat penting,” ujar Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait.

BP Batam menilai, kepastian dan kemudahan perizinan investasi yang sepenuhnya berada dalam kewenangan BP Batam menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi investor Jepang. Dengan proses yang lebih terintegrasi dan dukungan terhadap kebutuhan investor, Batam memiliki peluang untuk semakin memperkuat posisinya sebagai kawasan investasi pilihan bagi perusahaan Jepang.

Melalui audiensi tersebut, BP Batam berharap sinergi dengan KBRI Tokyo, IIPC Tokyo dan BNI Tokyo dapat semakin memperkuat penyebaran informasi mengenai peluang investasi di Batam. Kolaborasi tersebut sekaligus diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang bagi perusahaan Jepang untuk mengembangkan kegiatan usaha dan industrinya di Batam.

“Kami ingin perusahaan Jepang tidak hanya mengenal Batam sebagai bagian dari Indonesia, tetapi melihat Batam sebagai kawasan yang siap menerima dan mendukung pengembangan investasi mereka,” pungkas Ariastuty.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Direktur Pengendalian Investasi, Yani Alkindi, Direktur Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hadjad Widagdo dan Kepala Biro Keuangan, Siswanto.

AD

Website: bpbatam.go.id
Email: humas@bpbatam.go.id
X: @bp_batam
Facebook: BIFZA
Instagram: BPBatam
Youtube: BPBatam

Siap Raih Prestasi di Porprov 2026, 35 Atlet Atletik Lingga Jalani Pemusatan Latihan

0

RASIO.CO, Lingga – Menjelang ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau tahun 2026, yang akan digelar pada November mendatang. Cabang Olahraga (Cabor) Atletik Kabupaten Lingga resmi menggelar pemusatan latihan, sebanyak 35 atlet dari berbagai nomor pertandingan saat ini tengah menjalani latihan intensif. Rabu (2/9/2026).

Kegiatan pemusatan latihan ini berpusat di Lapangan Atletik Desa Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga. Langkah ini diambil sebagai bentuk serius Pemerintah Kabupaten Lingga dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lingga dalam mempersiapkan para atlet untuk tampil maksimal dan mengulang kesuksesan prestasi seperti yang diraih pada tahun 2022 lalu.

Pelatihan ini difokuskan untuk memastikan kesiapan maksimal para atlet, baik dari sisi mental maupun performa di lapangan. Dimana pada ajang sebelumnya, kontingen atletik Lingga berhasil menunjukkan prestasi gemilang dan menjadi salah satu penyumbang medali bagi kabupaten Lingga.

Ketua Umum KONI Lingga, Junaidi Adjam, menegaskan bahwa pemusatan latihan ini merupakan strategi kunci untuk memastikan kesiapan fisik dan mental para atlet. Ia menargetkan agar atlet-atlet atletik Lingga dapat kembali meraih prestasi terbaik di Porprov 2026.

“Pemusatan latihan ini tentunya dalam rangka kesiapan atlet-atlet atletik Lingga untuk kembali meraih prestasi terbaiknya di Porprov bulan November 2026 yang akan datang. Kami berharap Lingga kembali mengalami sukses, baik di Popda maupun di Porprov, sebagaimana capaian gemilang yang kita raih pada tahun 2022 lalu,” kata Junaidi Adjam.

Junaidi juga menyampaikan optimisme tinggi terhadap potensi atlet Lingga. Pada Porprov 2026 nanti, cabor atletik akan mempertandingkan total 26 nomor, yang terbagi untuk kategori putra maupun putri. Dengan jumlah atlet yang memadai dan fasilitas latihan yang tersedia di Desa Lanjut, KONI Lingga yakin dapat mempertahankan dominasi mereka di cabang ini.

“Porprov 2026 tahun ini, cabor atletik mempertandingkan 26 nomor baik putra maupun putri. Kita optimis Lingga tetap menjadi yang terbaik di cabang atletik ini,” tutup Junaidi.

Dengan sisa waktu beberapa bulan sebelum pelaksanaan event bergengsi tingkat provinsi tersebut, para atlet diharapkan dapat memanfaatkan masa pemusatan latihan ini sebaik-baiknya untuk mengasah teknik, meningkatkan stamina, dan membangun kekompakan tim demi membawa harum nama Kabupaten Lingga.

Puspan

Suasana Khidmat Warnai Pemira OSIS SMAN 2 Singkep, Rekor Baru 5 Paslon Siap Berkontestasi

0

RASIO.CO, Lingga – Suasana khidmat sekaligus penuh semangat menyelimuti aula utama SMA Negeri 2 Singkep. Ratusan siswa dan guru berkumpul untuk menyaksikan momen penting dalam kalender akademik sekolah, yakni Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) periode 2026-2027, pada Rabu (2/9/2026).

Acara yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Raya (Pemira) OSIS SMAN 2 Singkep ini mengusung tema “Suaramu Hari Ini, Pemimpin Masa Depan”. Kegiatan pemilihan raya dimulai sejak pukul 07.30 WIB dan diikuti oleh seluruh siswa dari kelas X hingga XII.

Sebelum hari pemungutan suara, serangkaian tahapan demokratis telah berlangsung selama satu minggu terakhir. Proses tersebut meliputi pendaftaran calon, sidang Musyawarah Perwakilan Kelas (MPK), debat kandidat, hingga kampanye visi-misi.

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Singkep, Frans Edwinata, menyampaikan bahwa pelaksanaan Pemira OSIS merupakan bagian integral dari pendidikan karakter di sekolah. Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk mengajarkan peserta didik tentang nilai-nilai demokrasi.

Frans berharap, melalui kegiatan ini, para siswa dapat menyalurkan aspirasi secara benar sebagai langkah awal pembelajaran berdemokrasi yang akan bermanfaat bagi masa depan mereka.

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk mengajarkan kepada peserta didik agar bisa berdemokrasi, menyampaikan aspirasi, dan menentukan pilihannya untuk memilih ketua OSIS berdasarkan hati nurani mereka,” ujar Frans saat diwawancarai disela-sela kegiatan pemilihan.

Salah satu sorotan utama dalam Pemira tahun ini adalah jumlah pasangan calon (paslon) yang berkompetisi. Pembina OSIS SMA Negeri 2 Singkep, Supriono, mengungkapkan bahwa tahun ini tercatat lima paslon yang mendaftar, sebuah angka tertinggi dalam sejarah penyelenggaraan OSIS di sekolah tersebut.

“Alhamdulillah dengan semangat dan antusias siswa, kita memiliki 5 pasangan calon kandidat. Ini adalah sejarah baru terbanyak sepanjang sejarah di SMA Negeri 2 Singkep,” kata Supriono kepada media ini.

Supriono menekankan bahwa proses ini dilaksanakan secara demokratis, di mana seluruh siswa maupun guru memiliki hak pilih yang sama untuk menentukan pemimpin OSIS periode 2026-2027.

Supriono menilai momen ini sebagai edukasi nyata penerapan nilai-nilai Pancasila, khususnya dalam belajar berdemokrasi dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.

“Tahap pertama dimulai dengan sidang MPK yang melibatkan seluruh perwakilan kelas dan organisasi di sekolah. Kemudian pada Senin lalu dilaksanakan debat calon yang berjalan baik, dilanjutkan kampanye pada Selasa, dan puncaknya adalah pemilihan raya hari ini,” terangnya.

Supriono memberikan pesan kepada para calon ketua dan wakil ketua OSIS, khususnya bagi yang nantinya terpilih. Ia mengajak mereka untuk bersinergi dengan pihak sekolah guna membawa SMAN 2 Singkep menjadi lebih gemilang.

“Ini menjadi pengalaman dan bekal berharga bagi mereka. Ketika nanti mereka terjun ke masyarakat, mereka telah disiapkan di sini untuk menjadi pemimpin generasi yang akan datang,” pungkasnya.

Pemilihan raya berlangsung tertib hingga selesai, dengan penghitungan suara yang dilakukan secara transparan di hadapan perwakilan siswa dan guru. Hasil akhir pemilihan akan diumumkan setelah seluruh proses rekapitulasi suara selesai.

Puspan

Batam Pacu Penataan Infrastruktur Dasar dan Estetika Kota

0

RASIO.CO, Batam – Seiring kinerja pertumbuhan investasi dan ekonomi yang menggembirakan, Batam membangun fondasi kota yang lebih tertata melalui penguatan infrastruktur dasar. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan seimbang dengan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.

Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra menempatkan penataan kota sebagai salah satu agenda prioritas. Infrastruktur dasar yang baik dinilai bukan hanya meningkatkan kenyamanan masyarakat, tetapi juga menjadi indikator penting bagi investor dalam melihat kesiapan suatu daerah untuk berkembang.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program pembangunan infrastruktur 2026. Sebanyak 12 dari 19 pekerjaan perbaikan jalan telah rampung seperti ruas Jalan Gadjah Mada depan Southlink, Jalan di atas underpass (Yos Sudarso). Kemudian, beberapa lokasi pekerjaan peningkatan jalan seperti landing point Fly Over Sei Ladi menuju Fly Over Madani.

Selanjutnya, penanganan 29 titik banjir meliputi peningkatan drainase, pembangunan saluran dan bangunan pelintas, pemeliharaan serta normalisasi saluran di sejumlah titik strategis diantaranya Melcem Batu Ampar, Simpang Kabil, kawasan Cendana-KDA, Green Nongsa Batu Besar, Kampung Belian, Sei Binti, Sei Lekop, Tiban, Sagulung dan kawasan industri.

Kehadiran infrastruktur yang lebih baik diharapkan mampu mengurangi hambatan mobilitas, mengatasi persoalan banjir dan genangan serta mendukung konektivitas kawasan industri maupun permukiman.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra mengatakan, bahwa pembangunan fisik yang saat ini berjalan merupakan upaya untuk menjawab kebutuhan kota yang terus tumbuh.

“Batam berkembang sangat cepat sebagai pusat industri dan investasi. Karena itu, infrastruktur dasar harus mampu mengimbangi pertumbuhan tersebut agar aktivitas ekonomi berjalan lancar dan masyarakat dapat menikmati lingkungan yang lebih nyaman,” katanya di Batam Centre, Minggu (30/8).

Sebagai salah satu kawasan terpenting di Indonesia, Batam membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai agar aktivitas investasi, logistik dan mobilitas masyarakat dapat berlangsung lebih efisien. Karena itu, pihaknya terus mendorong percepatan pembangunan jalan dan drainase tersebut.

Di saat yang sama, BP Batam juga terus mendorong peningkatan kualitas ruang publik di sejumlah titik. Ruang-ruang publik mulai dipercantik melalui penghijauan, salah satunya penempatan dan penanaman tanaman bougenville di sejumlah ruas jalan utama. Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan wajah Batam yang lebih hijau, bersih dan estetik.

Kemudian, BP Batam juga tengah meyiapkan penerapan sistem Penerangan Jalan umum (PJU) melalui teknologi smart integrated PJU. Sistem ini memudahkan untuk memantau seluruh titik lampu secara realtime utamanya di ruas jalan utama Kota Batam.

Menurut Li Claudia yang juga Wakil Wali Kota Batam, daya tarik investasi tidak hanya ditentukan oleh kemudahan berusaha, tetapi juga oleh kualitas lingkungan perkotaan.

“Investor tentu melihat banyak aspek. Selain infrastruktur dan kemudahan investasi, mereka juga memperhatikan bagaimana sebuah kota ditata, kebersihannya, kenyamanan lingkungannya, serta kualitas hidup masyarakatnya,” ujarnya.

Dengan arah pembangunan yang semakin terintegrasi, Batam tidak hanya berkembang sebagai pusat industri dan investasi, tetapi juga bertransformasi menjadi kota modern yang tertata, kompetitif dan nyaman bagi masyarakat maupun dunia usaha.

AD

Website: bpbatam.go.id
Email: humas@bpbatam.go.id
X: @bp_batam
Facebook: BIFZA
Instagram: BPBatam
Youtube: BPBatam

Kabareskrim: Kami Tetap Monitor THM Edarkan Narkoba

0

RASIO.CO, Batam – Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol.Drs. Syahardiantono, menegaskan menyambut positif deklarasi pengusaha THM Kepri bebas terhadap peredaran narkoba tetapi terus akan selalu monitor alias memantaunya.

“Saya ucapkan apresiasi kepada seluruh rekan-rekan pengelola tempat hiburan. Ini mewujudkan niat dan tekad, karena pengelola harus bisa menjamin bahwa tempatnya terlepas dari peredaran narkoba. Harus saling menjaga,” ujar Komjen Syahardiantono. Selasa(31/08).

Ia mengingatkan bahwa komitmen menjaga tempat hiburan dari peredaran narkoba merupukan syarat mutlak berjalannya perizinan operasional. Namun, ia dengan tegas menggarisbawahi bahwa penandatanganan deklarasi ini bukan berarti THM di Batam lepas dari pantauan aparat penegak hukum.

“Insyaallah dengan penandatanganan ini menjadi awal supaya semua tempat hiburan di wilayah Kepri bebas dari narkoba. Tapi tentunya, ini tidak hanya semata- mata tanda tangan ini lalu bebas dari pengawasan. Kami tetap akan memonitor!” tegasnya.

Kabareskrim memastikan bahwa pengawasan akan dilakukan secara berjenjang. Kapolda Kepri bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat akan mengawasi di tingkat daerah, sementara Mabes Polri akan terus memantau dari tingkat pusat.

“Siapapun dan pihak manapun yang nanti terlibat atau melibatkan diri terkait peredaran narkotika, pasti akan kita lakukan penegakan hukum dengan tegas. Sekali lagi, semua kita bertanggung jawab terkait peredaran gelap narkoba ini,” tutup Kabareskrim.

Sementara itu, di gedung lancang kuning Mapolda Kepri, Seluruh pengelola dan pemilik Tempat Hiburan Malam (THM) se-Kota Batam secara resmi mengikrarkan Deklarasi Bersama Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba.

Langkah proaktif ini mendapat apresiasi dari Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol. Drs. Syahardiantono.

Meski demikian, jenderal bintang tiga itu memberi peringatan keras bahwa deklarasi tersebut tidak akan mengendurkan pengawasan dari pihak kepolisian.

Pembacaan deklarasi dipimpin langsung oleh perwakilan pengusaha THM Kota Batam dan diikuti oleh seluruh pemilik serta pekerja hiburan malam. Deklarasi ini disaksikan oleh jajaran Polri, BNN, Pemerintah Daerah, serta pemangku kepentingan terkait di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Dengan memohon rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami pengelola, pemilik, dan seluruh pekerja tempat hiburan malam bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan terkait, menyatakan komitmen mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di wilayah Provinsi Kepulauan Riau,” seru perwakilan THM yang ditirukan oleh seluruh peserta yang hadir.

Lima Poin Komitmen THM Batam

Dalam deklarasi tersebut, para pengusaha THM menyepakati lima poin penting terkait upaya pemberantasan narkoba di lingkungan usaha mereka, yaitu:

1. Mendukung Penuh Aparat: Mendukung penuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dalam melaksanakan tugas pencegahan, penindakan, dan penyidikan terhadap tindak pidana narkotika.

2. Jaminan Area Bersih: Menjamin seluruh area tempat hiburan malam bebas dari segala bentuk kegiatan produksi, penyimpanan, peredaran, penyalahgunaan, maupun transaksi narkotika, psikotropika, dan prekursor narkotika.

3. Proaktif Memberi Informasi: Bersikap terbuka serta siap memberikan bantuan teknis operasional dan akses informasi secara proaktif kepada pihak Polri dan BNN RI apabila ditemukan adanya dugaan tindak pidana narkotika di lingkungan usaha.

4. Sistem Pengawasan Internal: Menerapkan sistem pengawasan internal dan pengamanan swakarsa yang ketat terhadap personel pengelola, karyawan, maupun pengunjung.

5. Siap Disanksi & Cabut Izin: Siap menerima tindakan hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, serta bersedia dikenakan sanksi administratif berupa rekomendasi pencabutan izin usaha apabila terbukti membiarkan atau terlibat dalam peredaran gelap narkotika.

Yd@www.rasio.co //

Koloborasi Antar Lembaga Berhasil Ungkap Jaringan Pemasok Ketamin Jalur Laut

0

RASIO.CO, Batam – Lagi, Bea Cukai bersama BNN RI, Bareskrim Polri, dan Polda Kepri menindak dua kapal dalam rangkaian operasi pengawasan laut di wilayah Kepulauan Riau dan Perairan Natuna.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan mengamankan sekitar 800 kilogram ketamin dari MV Fuchangxing 1.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, mengatakan kedua penindakan tersebut merupakan hasil sinergi dan pertukaran informasi antarlembaga dalam mengawasi berbagai potensi pelanggaran di wilayah perairan Indonesia.

“Pengawasan laut membutuhkan koordinasi yang kuat, karena berbagai bentuk pelanggaran dapat memanfaatkan jalur dan jenis sarana pengangkut yang sama.”

” Informasi dari tiap-tiap instansi kami analisis bersama untuk menentukan target dan langkah operasi penindakan secara tepat. Sinergi ini penting untuk melindungi masyarakat serta menjaga kegiatan pelayaran dan perdagangan berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Penindakan pertama dilakukan terhadap MV Fuchangxing 1 di Perairan Anambas
pada Sabtu (22/8). Operasi tersebut merupakan hasil joint operation dan joint analysis targeting antara Bea Cukai, BNN RI, Bareskrim Polri, dan Polda Kepri.

Berdasarkan hasil analisis dan penargetan bersama, MV Fuchangxing 1 teridentifikasi sebagai kapal kargo berisiko tinggi yang beroperasi di wilayah Asia.

Analisis terhadap rute pelayaran juga menunjukkan dugaan adanya kegiatan ship-to-ship transfer(STS) dengan kapal MT Ashley.

Dari hasil analisis dan targeting tersebut, Satgas Kapal Patroli BC 30005 berhasil menemukan dan mengamankan MV Fuchangxing 1 di Perairan Anambas. Dalam pemeriksaan awal, tim gabungan mengamankan 40 karung ketamin dengan berat total sekitar 800 kilogram.

Selain barang bukti ketamin, tim gabungan juga mengamankan 10 kru kapal, yang
terdiri atas sembilan warga negara Myanmar dan satu warga negara Taiwan. Mereka diduga berperan sebagai pengendali kargo dalam sindikat transnasional.

Atas perbuatannya, kru kapal yang diamankan diduga melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun serta denda paling sedikit  Rp5.000.000.000,-.

Pemeriksaan dan pengembangan terhadap MV Fuchangxing 1 serta
para kru kemudian dilakukan untuk mengungkap jaringan dan pihak-pihak yang diduga terlibat.

Dalam pemeriksaan lanjutan terhadap MT Ashley, anjing pelacak K-9 Bea Cukai dikerahkan untuk melacak dan memeriksa seluruh bagian kapal. Pada pemeriksaan tersebut petugas tidak menemukan narkoba.

Namun, petugas menemukan mesin vacuum seal di atas kapal yang diduga berkaitan dengan informasi dari pengakuan kru bahwa kapal tersebut pernah digunakan untuk kegiatan dropping narkoba di wilayah Taiwan dan Malaysia, serta digunakan sebagai sarana pengepakan narkoba di tengah laut.

Saat ini, Bea Cukai telah menyerahterimakan para pelaku dan barang bukti termasuk kapal MV Fuchangxing 1 dan MT Ashley kepada Bareskrim Polri untuk penyidikan lebih lanjut.

Terhadap 10 ABK MV Fuchangxing 1 yang terdiri dari 9 WNA Myanmar dan 1 WNA Taiwan diduga melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun serta denda paling sedikit
Rp5.000.000.000,-.

Sementara itu, 6 ABK MT Ashley yang terdiri dari 6 WNI diduga melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 sebagaimana perubahan ketiga menjadi
UU No. 66 Tahun 2024 tentang Pelayaran.

Djaka menjelaskan bahwa dalam menghadapi pola kejahatan tersebut, Bea Cukai terus memperkuat joint analysis dan joint operation bersama TNI, BNN, BIN, Polri, serta aparat penegak hukum lainnya.

Upaya ini didukung pertukaran intelijen secara cepat, jaringan kepabeanan internasional, metode controlled delivery, armada patroli laut, teknologi x-ray, dan unit K-9 di bandara, pelabuhan, kantor pos, serta titik perbatasan yang rawan.

Pencegahan juga diperkuat melalui edukasi dan keterlibatan masyarakat untuk melaporkan indikasi penyelundupan. Kolaborasi antarlembaga ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap Asta Cita Presiden untuk melindungi masyarakat dan menjaga kegiatan ekonomi berjalan sesuai ketentuan.

“Kami menegaskan bahwa kapan pun dibutuhkan, Bea Cukai siap mendukung BNN, Polri, dan seluruh aparat penegak hukum. Penindakan ini membuktikan bahwa kolaborasi antarlembaga merupakan kekuatan nyata untuk melindungi masyarakat, menjaga
penerimaan negara, dan mempertahankan kedaulatan wilayah Indonesia,” tutup Djaka.

Yd@www.rasio.co //

Anggaran BP Batam 2027 sebesar Rp2,44 Triliun, Fokus Pengembangan Investasi Inklusif dan Kawasan

0

RASIO.CO, Batam – Pengusahaan Batam (BP Batam) menyampaikan rencana kerja dan anggaran Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, Senin (31/8/2026).

RDP tersebut dihadiri Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, didampingi para Anggota/Deputi BP Batam beserta jajaran.

Dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade dari Fraksi Partai Gerindra, BP Batam berkesempatan untuk memaparkan arah pembangunan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam pada 2027 yang mengusung tema “Percepatan Pertumbuhan Investasi melalui Pengembangan Kawasan yang Inklusif dan Infrastruktur Modern.”

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, pagu anggaran BP Batam tahun 2027 ditetapkan sebesar Rp2,44 triliun, sama dengan pagu indikatif yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Pagu anggaran BP Batam Tahun 2027 sama dengan pagu indikatif, yaitu sebesar Rp2,44 triliun,” ujar Amsakar dalam RDP tersebut.

Menurutnya, terdapat rekomposisi anggaran sebesar Rp131,26 miliar yang sebelumnya telah disetujui Komisi VI DPR RI dalam RDP pada 17 Juni 2026, untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan baru serta pembangunan infrastruktur yang menunjang investasi di KPBPB Batam.

“Secara keseluruhan, pagu anggaran BP Batam tahun 2027 akan dialokasikan melalui dua program utama, yakni Program Dukungan Manajemen dan Program Pengembangan Kawasan Strategis,” jelas Amsakar.

Sementara itu, target penerimaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) BP Batam pada 2027 ditetapkan sebesar Rp2,44 triliun yang bersumber dari unit-unit penghasil dan badan usaha di lingkungan BP Batam.

Tiga kontributor terbesar PNBP BP Batam ditargetkan berasal dari Direktorat Pengelolaan Pertanahan, Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Pengelolaan Limbah, serta Direktorat Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan.

“Kami sangat mengharapkan dukungan dan arahan dari Pimpinan dan seluruh Anggota Komisi VI agar pelaksanaan program Tahun 2027 dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pengembangan KPBPB Batam, masyarakat, dan perekonomian nasional,” kata Amsakar.

Pada akhir pertemuan, Komisi VI DPR RI menerima penjelasan terkait Pagu Anggaran BP Batam Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp2,44 triliun.

“Terima kasih kepada Kepala BP Batam, Wakil Kepala BP Batam, beserta jajaran yang telah menyusun anggaran ini dengan baik agar dapat dioptimalkan pada tahun 2027 mendatang,” tutup Wakil Ketua Komisi VI DPR RI selaku pimpinan rapat, Andre Rosiade.

Website: bpbatam.go.id
Email: humas@bpbatam.go.id
X: @bp_batam
Facebook: BIFZA
Instagram: BPBatam
Youtube: BPBatam

Disdikpora Lingga Gelar Rapat Rencana Pemenuhan dan Indikator PAUDHI

0

RASIO.CO, Lingga – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Lingga kembali melaksanakan rapat tindak lanjut rencana pemenuhan 8 indikator Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI) di satuan PAUD, di Ruang Rapat Disdikpora Kabupaten Lingga. Senin (31/08/2026).

Bunda PAUD Kabupaten Lingga, Maratusholiha Nizar, menekankan pentingnya penyusunan program yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan dan akar permasalahan yang dihadapi anak dan keluarga.

“Perencanaan yang kita buat jangan sampai hanya menjadi dokumentasi di atas kertas. Kita harus melihat akar masalahnya, sehingga program yang direncanakan benar-benar memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan,” ujarnya.

Maratusholiha juga menyoroti pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak, khususnya dalam pemenuhan gizi, pola asuh, serta pemahaman mengenai pentingnya ASI eksklusif.

Menurut Maratusholiha upaya pemenuhan kebutuhan anak tidak dapat hanya mengandalkan intervensi satu sektor, tetapi membutuhkan pemahaman dan keterlibatan bersama, mulai dari satuan PAUD hingga keluarga.

“Kalau memang kita ingin menyelesaikan permasalahan yang ada, mari kita bersinergi dalam mencari dan menyelesaikan akar masalahnya. Pendidikan yang melibatkan orang tua juga penting, agar pemahaman tentang gizi dan kebutuhan anak dimulai dari keluarga,” tuturnya.

Rapat dilanjutkan dengan pemaparan dan pembahasan tindak lanjut rencana pemenuhan 8 indikator PAUDHI di satuan PAUD oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepulauan Riau yang hadir secara langsung. Kegiatan turut dihadiri Kepala Disdikpora Kabupaten Lingga, Jhoni Indra MS, S.T., M.M., serta sejumlah perwakilan OPD dan unsur lintas sektor terkait.

Melalui rapat tindak lanjut ini, diharapkan perencanaan pemenuhan 8 indikator PAUDHI di Kabupaten Lingga tidak berhenti pada pemenuhan administrasi, tetapi menjadi langkah nyata dalam mendukung layanan pendidikan, kesehatan, pengasuhan, gizi, serta tumbuh kembang anak usia dini secara terpadu dan berkelanjutan.