Jumat, November 6, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 24

Tokoh Masyarakat Lingga Soroti Pariwisata, Akses Kebersihan hingga Desa Wisata Harus Diperkuat

0

RASIO.CO, Lingga – Tren positif kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lingga dalam beberapa waktu terakhir dinilai harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi dan pembenahan sektor pariwisata secara menyeluruh.

Tokoh masyarakat Lingga, Muhammad Ishak, mengatakan peningkatan jumlah wisatawan patut disyukuri. Namun, di balik tren tersebut masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu segera dibenahi agar kunjungan wisatawan tidak hanya meningkat dari sisi jumlah, tetapi juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat dan daerah.

Menurut Ishak, evaluasi tidak cukup hanya melihat kekurangan infrastruktur dan fasilitas yang belum tersedia. Pemerintah juga perlu mendengar secara serius berbagai tanggapan, saran dan masukan dari wisatawan yang datang ke Lingga.

“Tujuan utama adalah agar tingkat kunjungan terus meningkat, jumlah yang berkunjung banyak, lama tinggal (long stay) lama dan ada manfaat kepada masyarakat dan daerah,” ujar Muhammad Ishak, Sabtu (5/9/2026).

Ishak menilai persoalan aksesibilitas masih menjadi salah satu tantangan utama pengembangan pariwisata Lingga.
Saat ini, akses laut reguler menuju Lingga masih mengandalkan rute Punggur Batam–Sei Tenam dan Tanjungpinang–Sei Tenam. Ia melihat Pelabuhan Cakang di Batam berpotensi menjadi alternatif akses baru menuju Lingga. Menurutnya, pemerintah daerah perlu menjajaki pembukaan trayek tersebut secara serius.

“Untuk mewujudkannya tentu Pemkab Lingga bersama DPRD harus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intens dengan Pemko Batam, Pemprov Kepri dan Kementerian Perhubungan,” katanya.

Ishak menyebut jarak antara Sei Tenam dan Cakang relatif dekat, yakni sekitar 1,5 hingga 2 jam menggunakan speedboat.
Selama ini, akses melalui Cakang telah dimanfaatkan dalam kondisi tertentu, seperti membawa pasien dari Lingga yang dirujuk ke rumah sakit di Batam menggunakan kapal ambulans laut maupun speedboat. Jalur tersebut juga digunakan masyarakat untuk membawa wisatawan menuju Pulau Benan.

“Selain transportasi laut, alternatif lainnya adalah mengoptimalkan transportasi udara melalui Bandara Dabo Singkep. Dengan demikian, wisatawan dari Batam dapat terbang menuju Dabo sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi wisata di Lingga,” terangnya.

Ishak menyampaikan, persoalan akses tidak berhenti pada pintu masuk daerah. Akses menuju objek wisata juga dinilai perlu mendapat perhatian. Sejumlah destinasi potensial seperti Situs Istana Kota Batu, Benteng Bukit Cening, Benteng Kuala Daik, Pantai Dungun dan Sumur Hang Tuah membutuhkan dukungan aksesibilitas yang memadai.

“Termasuk juga perlu adanya bus pariwisata untuk mengangkut rombongan wisatawan yang datang dalam jumlah besar,” ujarnya.

Ishak menyoroti persoalan kebersihan yang menurutnya sangat penting dalam membangun citra destinasi wisata. Ia juga mengingatkan bahwa Sapta Pesona yang terdiri dari aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan harus benar-benar diwujudkan di lapangan.
Dari tujuh unsur tersebut, kebersihan dinilai menjadi salah satu pekerjaan yang paling mendesak, terutama kebersihan toilet di fasilitas umum, objek wisata serta lingkungan di sekitar destinasi.

“Kebersihan ini sangat penting karena bila tidak bersih akan merusak enam pesona lainnya,” tegasnya.

Ishak menyadari kondisi APBD Lingga yang masih terbatas. Namun, ia menilai persoalan kebersihan dapat dilakukan melalui gerakan gotong royong yang melibatkan OPD dan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa pola tersebut bukan sesuatu yang baru bagi Lingga.

“Hal yang sama pernah dilakukan ketika awal-awal pemerintahan Kabupaten Lingga baru berjalan. Waktu itu anggaran dan SDM sangat terbatas, sehingga banyak kegiatan dilakukan melalui gotong royong bersama masyarakat,” ungkapnya.

Ishak mengatakan, tak hanya kebersihan, unsur “kenangan” dalam Sapta Pesona juga perlu diperkuat. Salah satunya dengan mendorong ketersediaan oleh-oleh dan suvenir khas Lingga yang menarik sehingga wisatawan memiliki pilihan untuk membawa pulang produk lokal.

Ishak juga mengingatkan agar pembangunan pariwisata tidak hanya menjadi tanggung jawab OPD yang membidangi pariwisata. Menurutnya, seluruh OPD, sektor usaha, masyarakat dan stakeholder terkait harus bergerak secara terpadu.

“Jangan mentang-mentang OPD pariwisata sebagai leading sector dibiarkan bergerak sendiri. Semua OPD dan sektor-sektor serta apa saja yang berkait kelindan dengan pariwisata harus bahu-membahu untuk memajukan pariwisata sebagai salah satu program unggulan di Kabupaten Lingga,” katanya.

Dalam hal ini, menurut Ishak, peran kepala daerah sangat menentukan. Kepala daerah harus mampu memberikan arah kebijakan, membangun koordinasi lintas sektor sekaligus menggerakkan seluruh perangkat daerah.

“Disinilah sebenarnya peran dan komitmen kepala daerah sangat perlu dan menentukan sekali di dalam kebijakannya untuk memberikan pemahaman, mengoordinasi dan memobilisasi terus-menerus,” ujarnya.

Ia juga menilai sosialisasi dan pertemuan koordinasi mengenai pengembangan pariwisata sebagai sektor unggulan harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Jangan berhenti, agar benar-benar menjadi nyata sebagai sektor unggulan,” tambahnya.

Muhammad Ishak menyebut Desa Resun, Benan dan Mepar sebagai desa wisata yang sejauh ini telah beberapa kali menerima kunjungan wisatawan. Di luar itu, Desa Panggak Laut dan Kelurahan Pancur juga mulai menjadi tujuan kunjungan. Namun, menurutnya, masih banyak desa lain yang memiliki potensi unik dan layak dikembangkan.

Desa Kelumu, misalnya, memiliki potensi budaya dan alam. Desa Kerandin memiliki kegiatan penggemukan sapi. Desa Kudung dikenal dengan tradisi Ketupat Lepas.
Kemudian Desa Berindat dan Lanjut dengan potensi ikan tamban salai, Desa Pekaka dengan produk belacan, serta Desa Kute dengan potensi budaya dan keterampilan masyarakat.

“Semua desa tersebut, termasuk desa wisata, harus dibina terus-menerus agar menjadi menarik dan siap untuk selalu dikunjungi,” katanya.

Untuk itu, menurut Ishak, pengembangan desa wisata tidak cukup hanya mengandalkan OPD pariwisata dan kebudayaan. Peran camat dan kepala desa juga sangat penting.

“Selain peran OPD pariwisata dan kebudayaan, juga sangat diperlukan komitmen, kreativitas dan dukungan dari camat dan kepala desa,” tegasnya.

Ishak selanjutnya mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan berbagai atraksi budaya yang telah ada dan hidup di tengah masyarakat. Sebelumnya, Lingga memiliki sejumlah kegiatan yang mampu menarik wisatawan, seperti Rampai Seni Budaya Melayu (RSBM), Lingga Fishing Festival (LFF), Pergelaran Tamadun Melayu Sedunia dan berbagai kegiatan lainnya. Namun, dengan kondisi APBD saat ini, penyelenggaraan event berskala besar tentu membutuhkan dukungan anggaran yang tidak sedikit.

Karena itu, Ishak menyarankan Pemkab Lingga lebih aktif mengusulkan kegiatan pariwisata dan kebudayaan kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau maupun kementerian terkait. Di sisi lain, kegiatan budaya yang sudah menjadi tradisi masyarakat dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata tanpa harus selalu membuat event baru.

“Seperti kegiatan Haul Jama’, Maulud Nabi, Mandi Syafar, perayaan 7 Likur dan Ketupat Lepas,” katanya.

Menurutnya, kegiatan Haul Jama’ dan Maulud Nabi bahkan memiliki potensi khusus karena penyelenggaraannya berlangsung cukup panjang dan dilakukan pada waktu yang berbeda di banyak rumah ibadah.

Kondisi tersebut, kata Ishak, dapat menjadi peluang untuk mendatangkan wisatawan dalam jumlah lebih besar sekaligus mendorong wisatawan tinggal lebih lama di Lingga.

“Sehingga dapat menarik jumlah wisatawan dalam jumlah besar dan berlama-lama di Lingga,” pungkasnya.

Dengan berbagai potensi tersebut, Muhammad Ishak menilai peningkatan kunjungan wisatawan harus diikuti pembenahan dari hulu hingga hilir. Mulai dari akses transportasi, infrastruktur destinasi, kebersihan, pelayanan, keterlibatan masyarakat, penguatan desa wisata hingga optimalisasi tradisi dan budaya lokal.

Jika dikelola secara terpadu dan berkelanjutan, sektor pariwisata diharapkan tidak hanya menjadi sumber kunjungan, tetapi mampu menciptakan lama tinggal wisatawan, perputaran ekonomi masyarakat dan peningkatan pendapatan daerah.

Puspan

Tokoh Masyarakat Lingga Soroti Pariwisata, Akses Kebersihan hingga Desa Wisata Harus Diperkuat

0

RASIO.CO, Lingga – Tren positif kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lingga dalam beberapa waktu terakhir dinilai harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi dan pembenahan sektor pariwisata secara menyeluruh.

Tokoh masyarakat Lingga, Muhammad Ishak, mengatakan peningkatan jumlah wisatawan patut disyukuri. Namun, di balik tren tersebut masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu segera dibenahi agar kunjungan wisatawan tidak hanya meningkat dari sisi jumlah, tetapi juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat dan daerah.

Menurut Ishak, evaluasi tidak cukup hanya melihat kekurangan infrastruktur dan fasilitas yang belum tersedia. Pemerintah juga perlu mendengar secara serius berbagai tanggapan, saran dan masukan dari wisatawan yang datang ke Lingga.

“Tujuan utama adalah agar tingkat kunjungan terus meningkat, jumlah yang berkunjung banyak, lama tinggal (long stay) lama dan ada manfaat kepada masyarakat dan daerah,” ujar Muhammad Ishak, Sabtu (5/9/2026).

Ishak menilai persoalan aksesibilitas masih menjadi salah satu tantangan utama pengembangan pariwisata Lingga.
Saat ini, akses laut reguler menuju Lingga masih mengandalkan rute Punggur Batam–Sei Tenam dan Tanjungpinang–Sei Tenam. Ia melihat Pelabuhan Cakang di Batam berpotensi menjadi alternatif akses baru menuju Lingga. Menurutnya, pemerintah daerah perlu menjajaki pembukaan trayek tersebut secara serius.

“Untuk mewujudkannya tentu Pemkab Lingga bersama DPRD harus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intens dengan Pemko Batam, Pemprov Kepri dan Kementerian Perhubungan,” katanya.

Ishak menyebut jarak antara Sei Tenam dan Cakang relatif dekat, yakni sekitar 1,5 hingga 2 jam menggunakan speedboat.
Selama ini, akses melalui Cakang telah dimanfaatkan dalam kondisi tertentu, seperti membawa pasien dari Lingga yang dirujuk ke rumah sakit di Batam menggunakan kapal ambulans laut maupun speedboat. Jalur tersebut juga digunakan masyarakat untuk membawa wisatawan menuju Pulau Benan.

“Selain transportasi laut, alternatif lainnya adalah mengoptimalkan transportasi udara melalui Bandara Dabo Singkep. Dengan demikian, wisatawan dari Batam dapat terbang menuju Dabo sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi wisata di Lingga,” terangnya.

Ishak menyampaikan, persoalan akses tidak berhenti pada pintu masuk daerah. Akses menuju objek wisata juga dinilai perlu mendapat perhatian. Sejumlah destinasi potensial seperti Situs Istana Kota Batu, Benteng Bukit Cening, Benteng Kuala Daik, Pantai Dungun dan Sumur Hang Tuah membutuhkan dukungan aksesibilitas yang memadai.

“Termasuk juga perlu adanya bus pariwisata untuk mengangkut rombongan wisatawan yang datang dalam jumlah besar,” ujarnya.

Ishak menyoroti persoalan kebersihan yang menurutnya sangat penting dalam membangun citra destinasi wisata. Ia juga mengingatkan bahwa Sapta Pesona yang terdiri dari aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan harus benar-benar diwujudkan di lapangan.
Dari tujuh unsur tersebut, kebersihan dinilai menjadi salah satu pekerjaan yang paling mendesak, terutama kebersihan toilet di fasilitas umum, objek wisata serta lingkungan di sekitar destinasi.

“Kebersihan ini sangat penting karena bila tidak bersih akan merusak enam pesona lainnya,” tegasnya.

Ishak menyadari kondisi APBD Lingga yang masih terbatas. Namun, ia menilai persoalan kebersihan dapat dilakukan melalui gerakan gotong royong yang melibatkan OPD dan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa pola tersebut bukan sesuatu yang baru bagi Lingga.

“Hal yang sama pernah dilakukan ketika awal-awal pemerintahan Kabupaten Lingga baru berjalan. Waktu itu anggaran dan SDM sangat terbatas, sehingga banyak kegiatan dilakukan melalui gotong royong bersama masyarakat,” ungkapnya.

Ishak mengatakan, tak hanya kebersihan, unsur “kenangan” dalam Sapta Pesona juga perlu diperkuat. Salah satunya dengan mendorong ketersediaan oleh-oleh dan suvenir khas Lingga yang menarik sehingga wisatawan memiliki pilihan untuk membawa pulang produk lokal.

Ishak juga mengingatkan agar pembangunan pariwisata tidak hanya menjadi tanggung jawab OPD yang membidangi pariwisata. Menurutnya, seluruh OPD, sektor usaha, masyarakat dan stakeholder terkait harus bergerak secara terpadu.

“Jangan mentang-mentang OPD pariwisata sebagai leading sector dibiarkan bergerak sendiri. Semua OPD dan sektor-sektor serta apa saja yang berkait kelindan dengan pariwisata harus bahu-membahu untuk memajukan pariwisata sebagai salah satu program unggulan di Kabupaten Lingga,” katanya.

Dalam hal ini, menurut Ishak, peran kepala daerah sangat menentukan. Kepala daerah harus mampu memberikan arah kebijakan, membangun koordinasi lintas sektor sekaligus menggerakkan seluruh perangkat daerah.

“Disinilah sebenarnya peran dan komitmen kepala daerah sangat perlu dan menentukan sekali di dalam kebijakannya untuk memberikan pemahaman, mengoordinasi dan memobilisasi terus-menerus,” ujarnya.

Ia juga menilai sosialisasi dan pertemuan koordinasi mengenai pengembangan pariwisata sebagai sektor unggulan harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Jangan berhenti, agar benar-benar menjadi nyata sebagai sektor unggulan,” tambahnya.

Muhammad Ishak menyebut Desa Resun, Benan dan Mepar sebagai desa wisata yang sejauh ini telah beberapa kali menerima kunjungan wisatawan. Di luar itu, Desa Panggak Laut dan Kelurahan Pancur juga mulai menjadi tujuan kunjungan. Namun, menurutnya, masih banyak desa lain yang memiliki potensi unik dan layak dikembangkan.

Desa Kelumu, misalnya, memiliki potensi budaya dan alam. Desa Kerandin memiliki kegiatan penggemukan sapi. Desa Kudung dikenal dengan tradisi Ketupat Lepas.
Kemudian Desa Berindat dan Lanjut dengan potensi ikan tamban salai, Desa Pekaka dengan produk belacan, serta Desa Kute dengan potensi budaya dan keterampilan masyarakat.

“Semua desa tersebut, termasuk desa wisata, harus dibina terus-menerus agar menjadi menarik dan siap untuk selalu dikunjungi,” katanya.

Untuk itu, menurut Ishak, pengembangan desa wisata tidak cukup hanya mengandalkan OPD pariwisata dan kebudayaan. Peran camat dan kepala desa juga sangat penting.

“Selain peran OPD pariwisata dan kebudayaan, juga sangat diperlukan komitmen, kreativitas dan dukungan dari camat dan kepala desa,” tegasnya.

Ishak selanjutnya mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan berbagai atraksi budaya yang telah ada dan hidup di tengah masyarakat. Sebelumnya, Lingga memiliki sejumlah kegiatan yang mampu menarik wisatawan, seperti Rampai Seni Budaya Melayu (RSBM), Lingga Fishing Festival (LFF), Pergelaran Tamadun Melayu Sedunia dan berbagai kegiatan lainnya. Namun, dengan kondisi APBD saat ini, penyelenggaraan event berskala besar tentu membutuhkan dukungan anggaran yang tidak sedikit.

Karena itu, Ishak menyarankan Pemkab Lingga lebih aktif mengusulkan kegiatan pariwisata dan kebudayaan kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau maupun kementerian terkait. Di sisi lain, kegiatan budaya yang sudah menjadi tradisi masyarakat dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata tanpa harus selalu membuat event baru.

“Seperti kegiatan Haul Jama’, Maulud Nabi, Mandi Syafar, perayaan 7 Likur dan Ketupat Lepas,” katanya.

Menurutnya, kegiatan Haul Jama’ dan Maulud Nabi bahkan memiliki potensi khusus karena penyelenggaraannya berlangsung cukup panjang dan dilakukan pada waktu yang berbeda di banyak rumah ibadah.

Kondisi tersebut, kata Ishak, dapat menjadi peluang untuk mendatangkan wisatawan dalam jumlah lebih besar sekaligus mendorong wisatawan tinggal lebih lama di Lingga.

“Sehingga dapat menarik jumlah wisatawan dalam jumlah besar dan berlama-lama di Lingga,” pungkasnya.

Dengan berbagai potensi tersebut, Muhammad Ishak menilai peningkatan kunjungan wisatawan harus diikuti pembenahan dari hulu hingga hilir. Mulai dari akses transportasi, infrastruktur destinasi, kebersihan, pelayanan, keterlibatan masyarakat, penguatan desa wisata hingga optimalisasi tradisi dan budaya lokal.

Jika dikelola secara terpadu dan berkelanjutan, sektor pariwisata diharapkan tidak hanya menjadi sumber kunjungan, tetapi mampu menciptakan lama tinggal wisatawan, perputaran ekonomi masyarakat dan peningkatan pendapatan daerah.

Puspan

Tren Lalulintas Masuknya WNA Ke-Batam Sepanjang Agustus 2026

0

RASIO.CO, Batam – Tren tinginya lalulintas masuknya Warga Negara Asing(WNA) serta puluhan ribu pelayanan izin tingal melalui Kantor Imigrasi Klas I Batam sepanjang Agustus 2026.

Membuat Imigrasi Batam, Perkuat Pelayanan dan Pengawasan Keimigrasian. Total keseluruhan Sepanjang Agustus 2026,  tercatat  563.197  perlintasan orang melalui sembilan Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di wilayah kerjanya Batam.

Tingginya mobilitas internasional tersebut berjalan beriringan dengan  pelayanan penerbitan 3.953 paspor Republik Indonesia serta puluhan ribu pelayanan izin tinggal bagi warga negara asing.

Berdasarkan data capaian kinerja Agustus 2026, jumlah perlintasan terdiri atas 283.845 kedatangan dan 279.352 keberangkatan.

Pada arus kedatangan tercatat 107.539 WNI dan 176.306 WNA, sementara pada arus keberangkatan terdapat 105.509 WNI dan 173.843 WNA.

Ferry Terminal Batam Centre menjadi TPI dengan volume perlintasan tertinggi, yakni 309.980 orang, disusul Pelabuhan Citra Tri Tunas sebanyak 151.415 orang dan Pelabuhan Sekupang sebanyak 35.291 orang.

Perlintasan lainnya tersebar di Pelabuhan Bengkong, Bandara Hang Nadim, Pelabuhan Nongsa Batam, Pelabuhan Batu Ampar, Pelabuhan Kabil, dan Pelabuhan
Teluk Senimba Marina.

Selain tingginya angka perlintasan tersebut, pelayanan dokumen perjalanan juga menunjukkan aktivitas yang tinggi.

Sepanjang Agustus 2026, Imigrasi Batam menerbitkan 3.953 paspor, seluruhnya berupa paspor elektronik 48 halaman.

Berdasarkan jenis permohonan,
sebanyak 1.626 merupakan paspor baru dan 2.327 paspor penggantian.

Pada pelayanan bagi warga negara asing, data mencatat 39.267 penerbitan pada kelompok layanan yang terdiri atas
Bebas Visa Kunjungan (BVK), Visa on Arrival (VoA), Izin Tinggal Kunjungan (ITK), ITK Peralihan, ITAS, dan ITKT, serta terdapat 670 pelayanan perpanjangan izin tinggal.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan paspor terus menjadi perhatian, baik melalui layanan reguler maupun berbagai inovasi yang memberikan kemudahan akses bagi masyarakat.

“Kami terus berupaya agar kebutuhan
masyarakat terhadap dokumen perjalanan dapat dilayani secara profesional, mudah, dan transparan. Prinsipnya, kemudahan pelayanan harus tetap berjalan bersama dengan kepastian prosedur dan kualitas pemeriksaan.”

Sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan, Imigrasi Batam juga mencatat 955 penundaan keberangkatan di sejumlah titik keberangkatan selama periode Agustus 2026. –

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam- |Langkah tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan pemeriksaan keimigrasian untuk memastikan setiap keberangkatan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Berbagai capaian tersebut menjadi gambaran tingginya intensitas pelayanan keimigrasian di Batam, baik bagi WNI maupun WNA.

Sebagai kawasan perbatasan sekaligus salah satu pusat perdagangan, pariwisata, dan investasi, Batam membutuhkan pelayanan keimigrasian yang
mampu mengikuti dinamika mobilitas internasional tanpa mengesampingkan aspek keamanan.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan melalui penguatan sumber daya manusia, optimalisasi teknologi, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dengan semangat “Imigrasi untuk Rakyat”
yang diusung oleh Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko, pelayanan keimigrasian di Batam diarahkan agar semakin cepat, mudah, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi
masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan konektivitas internasional.

Redaksi@www.rasio.co //

IWO Edukasi Generasi “Z” Jurnalis Beretika Songsong Indonesia Emas

0

RASIO.CO, Batam – Dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045 bagi Generasi “Z”, IWO Kepri gelar edukasi serta pelatihan jurnalis bagi siswa MAN 2 Batam di Aula Kelas Digital Bengkong Laut.Sabtu(05/09).

Turut hadir Ketua Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Aidil Fitra Nasution beserta jajaran sebagai fasilitator dan pemateri.

Kepala MAN 2 Batam dwakili, Eka Nopriyandri, Wakil Kepala (Waka) Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) MAN 2 Batam, Maswandi Tanjung, mengapresiasi tingginya animo para siswa.

Dalam sambutannya mengatakan, kuota awal yang ditargetkan panitia hanya untuk 30 peserta, namun membengkak hingga 40 orang pendaftar dari total 656 siswa MAN 2 Batam.

“Tentu ini menunjukkan semangat dan antusiasme yang cukup tinggi dari anak-anak kita untuk mempelajari dunia jurnalistik,” ujar pria yang akrap dipanggil Tanjung ini dalam sambutannya.

Pentingnya Etika Jurnalistik di Era Digital

Dalam arahannya, Maswandi menegaskan bahwa, di era kelimpahan informasi saat ini, keterampilan menulis harus diimbangi dengan pemahaman etika serta rasa tanggung jawab.

“Di era digital sekarang, hampir semua orang bisa menulis dan membagikan cerita atau informasi. Namun pertanyaannya, apakah informasi itu benar? Apakah itu cuma opini belaka, serta bisakah dipertanggungjawabkan? Nah, inilah pentingnya pelatihan hari ini,” tegasnya.

Melalui pelatihan ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya piawai mencari dan menyusun berita, tetapi juga mampu memilah serta menyampaikan informasi secara jujur, objektif, dan beretika. Langkah ini dipandang sebagai bekal krusial bagi lahirnya generasi jurnalis muda dari lingkungan madrasah.

Dihadiri Pemateri Kompeten

Pelatihan yang berlangsung interaktif ini menghadirkan praktisi media berpengalaman dari PW IWO Kepri sebagai narasumber utama, di antaranya Dewan Etik PW IWO Kepri, Sholihul Abidin, S.Sos.I., M.I.Kom serta Kepala Bidang (Kabid) Penelitian dan Pengembangan (Litbang) PW IWO Kepri yang juga menjabat sebagai Direktur Harian Haluan Kepri, Damri, SH.I,.

Selain materi dasar jurnalistik dan teknik penulisan berita, peserta juga dibekali pemahaman mendalam mengenai tanggung jawab publik seorang jurnalis.

Pihak MAN 2 Batam berharap sinergi dengan organisasi kewartawanan seperti PW IWO Kepri dapat terus berkelanjutan guna membuka wadah kreativitas positif bagi para siswa di masa mendatang.

Redaksi@www.rasio.co //

Bareskrim Sita Aset Kasino Batam

0

RASIO.CO, Batam – Diduga hasil pencucian uang alias TPPU, Jajaran Kepolisan Bareskrim  Polri melakukan penyitaan aset kasino suwanda alias akau yang berlokasi di Nagoya Newtouwn, Batam. Sabtu(05/09).

Dilokasi terlihat sudah dipasang spanduk betulisan Berdasarkan Penetapan PN Batam. Nomor 1396/Pen.Pid.B-Sita 2026/Pn Btm. Tertanggal 2 September 2026. Subdit 3 TPPU Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri.

pemilik kasino akau di bawa ke bareskrim
Pemilik kasino ilegal di Batam berinisial Suwanda alias Akau telah dibawa ke Bareskrim Polri dan resmi dijerat dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Detail Kasus Penggerebekan Kasino Batam
• Lokasi: Nine Stage Lounge and Bar (Nagoya Game Zone) di Ruko Nagoya Indah Blok B2, Batu Selicin, Batam.
• Waktu Penggerebekan: Sabtu malam, 15 Agustus 2026.
• Jumlah Orang Diamankan: 197 orang dengan berbagai peran (termasuk pemilik, manajer, dealer, hingga pemain).
• Barang Bukti: Uang tunai lebih dari Rp7,7 miliar serta peralatan perjudian.
• Ancaman Hukuman: Selain undang-undang perjudian dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara, Akau juga dikenakan pasal TPPU dengan ancaman pidana hingga 15 tahun penjara

Dari 197 orang yang diamankan, penyidik mengidentifikasi berbagai peran dalam operasional kasino tersebut. Rinciannya adalah 1 orang pemilik berinisial A (Suwanda), 2 manajer, 5 kasir, 1 pengawas, 25 penukar chip, 65 dealer atau bandar, 2 orang marketing, serta 96 orang pemain.

“Terhadap tersangka atas nama Suwanda alias Akau, selain dikenakan tindak pidana terkait perjudian kasino, juga dikenakan pidana terkait pencucian uang,” kata Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).  Pekan lalu.

Selain itu, Bareskrim juga menetapkan pekerja, Wasit, Pengawas dan pemain yang disampingya juha ada Gelanggang Permainan (Gelper) dan saat ini para tersangka berada Tahanan Mapolda Kepri dan nakal dilimpahkan kasusnya Kejaksaan.

Akankah Kasus Yuwanky dan Basri Aset Disita Bareskrim

Selain kasus penggrebekan kasino, di batam Dittiptlitnarkoba Bareskrem Polri juga akan memasang spanduk penyitaan terhadap Diskotik THM HH Planet 3, 2 dan 1 dan juga aset diduga milik Yuwanky berupa rumah dan mobil mewah serta juga aset Basri berupa rumah, 11 mobil kapal dan aset lainnya.

Berikut daftar aset milik Basri yang telah dilakukan police line oleh petugas:
Aset Bergerak:
1. 1 unit Mitsubishi Pajero Sport (BM 1655 UE)
2. 1 unit Xpander Cross (BP 1497 IS)
3. 1 unit Rubicon warna Cokelat (B 2374 SXI)
4. 1 unit Daihatsu Rocky (BP 1357 CC)
5. 1 unit Hummer H2 warna Hitam (DK 1 JD)
6. 1 unit Honda Mobilio (BP 1814 QR)
7. 1 unit Jeep Wrangler warna Hitam (BP 378 VB)
8. 1 unit Fortuner warna Hitam (BP 1745 RI)
9. 1 unit Fortuner warna Hitam (BK 1862 AD)
10. 1 unit Innova Venturer (B 2736 UKP)
11. 1 unit Hummer H3 (B 8067 KS)
12. 1 unit Toyota Land Cruiser (BP 59 SDV)
13. 1 unit Kapal Azimut 68S warna Putih
14. 1 unit Kapal warna Putih

Aset Tidak Bergerak:
1. 2 unit rumah di Perumahan Royal Grande Blok A-02 dan A-03.
2. 2 unit rumah di Perumahan Royal Bay Sunrise 3 No. 5.
3. 1 unit rumah di Perumahan Royal Bay Moonlight 5 No. 20.
4. 2 unit rumah di Perumahan Diamond Palace Residence Blok B37A.
5. 2 unit rumah di Perumahan Citra Blok C124 dan Blok D78.
6. 1 unit rumah di Perumahan Orchard Suite Blok H3 No. 3.
7. 3 unit ruko di Botania II Blok B19 No. 9, 10, dan 11.
8. 4 unit apartemen Pollux Habibie Meisterstadt.
9. 1 unit bangunan Restoran Teluk Lengung, Punggur.
10. 1 unit rumah di Perumahan Kotamas Marina C10-01.
11. 1 unit rumah di Kavling Danau Indah Punggur, Gang Akasia 2.

Atas perbuatannya, Yuwanki dijerat dengan Pasal 137 huruf a dan b UU Narkotika (No. 35 Tahun 2009 jo UU No. 1 Tahun 2023) serta Pasal 607 ayat (1) huruf a, b, c dan Pasal 607 ayat (2) huruf c dan z UU TPPU (UU No. 8 Tahun 2010 jo UU No. 1 Tahun 2023)

Beberapa waktu lalu, disaat konfrensi pers, Kabareskrim Komjen Pol. Syahardiantono melakukan komitmen terhadap para pengusaha THM Kepri, Batam khususnya untuk bersama-sama berantas narkoba.

Dimana hingga Bareskrim terus melakukan pengembangan aliran dana yang diduga hasil peredaran narkona Bos Yuwanky dan Basri. Dan diduga peranan keduannya melakukan peredaran narkoba didiskotik miliknya.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Kepolisian Negara Republik Indonesia, Konjen Pol.Drs. Syahardiantono, menegaskan menyambut positif deklarasi pengusaha THM Kepri bebas terhadap peredaran narkoba tetapi terus akan selalu monitor alias memantaunya.

“Saya ucapkan apresiasi kepada seluruh rekan-rekan pengelola tempat hiburan. Ini mewujudkan niat dan tekad, karena pengelola harus bisa menjamin bahwa tempatnya terlepas dari peredaran narkoba. Harus saling menjaga,” ujar Komjen Syahardiantono. Selasa(31/08).

Ia mengingatkan bahwa komitmen menjaga tempat hiburan dari peredaran narkoba merupukan syarat mutlak berjalannya perizinan operasional. Namun, ia dengan tegas menggarisbawahi bahwa penandatanganan deklarasi ini bukan berarti THM di Batam lepas dari pantauan aparat penegak hukum.

“Insyaallah dengan penandatanganan ini menjadi awal supaya semua tempat hiburan di wilayah Kepri bebas dari narkoba. Tapi tentunya, ini tidak hanya semata- mata tanda tangan ini lalu bebas dari pengawasan. Kami tetap akan memonitor!” tegasnya.

Kabareskrim memastikan bahwa pengawasan akan dilakukan secara berjenjang. Kapolda Kepri bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat akan mengawasi di tingkat daerah, sementara Mabes Polri akan terus memantau dari tingkat pusat.

“Siapapun dan pihak manapun yang nanti terlibat atau melibatkan diri terkait peredaran narkotika, pasti akan kita lakukan penegakan hukum dengan tegas. Sekali lagi, semua kita bertanggung jawab terkait peredaran gelap narkoba ini,” tutup Kabareskrim.

Sementara itu, di gedung lancang kuning Mapolda Kepri, Seluruh pengelola dan pemilik Tempat Hiburan Malam (THM) se-Kota Batam secara resmi mengikrarkan Deklarasi Bersama Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba.

Langkah proaktif ini mendapat apresiasi dari Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol. Drs. Syahardiantono.

Meski demikian, jenderal bintang tiga itu memberi peringatan keras bahwa deklarasi tersebut tidak akan mengendurkan pengawasan dari pihak kepolisian.

Pembacaan deklarasi dipimpin langsung oleh perwakilan pengusaha THM Kota Batam dan diikuti oleh seluruh pemilik serta pekerja hiburan malam. Deklarasi ini disaksikan oleh jajaran Polri, BNN, Pemerintah Daerah, serta pemangku kepentingan terkait di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Dengan memohon rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami pengelola, pemilik, dan seluruh pekerja tempat hiburan malam bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan terkait, menyatakan komitmen mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di wilayah Provinsi Kepulauan Riau,” seru perwakilan THM yang ditirukan oleh seluruh peserta yang hadir.

Lima Poin Komitmen THM Batam

Dalam deklarasi tersebut, para pengusaha THM menyepakati lima poin penting terkait upaya pemberantasan narkoba di lingkungan usaha mereka, yaitu:

1. Mendukung Penuh Aparat: Mendukung penuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dalam melaksanakan tugas pencegahan, penindakan, dan penyidikan terhadap tindak pidana narkotika.

2. Jaminan Area Bersih: Menjamin seluruh area tempat hiburan malam bebas dari segala bentuk kegiatan produksi, penyimpanan, peredaran, penyalahgunaan, maupun transaksi narkotika, psikotropika, dan prekursor narkotika.

3. Proaktif Memberi Informasi: Bersikap terbuka serta siap memberikan bantuan teknis operasional dan akses informasi secara proaktif kepada pihak Polri dan BNN RI apabila ditemukan adanya dugaan tindak pidana narkotika di lingkungan usaha.

4. Sistem Pengawasan Internal: Menerapkan sistem pengawasan internal dan pengamanan swakarsa yang ketat terhadap personel pengelola, karyawan, maupun pengunjung.

5. Siap Disanksi & Cabut Izin: Siap menerima tindakan hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, serta bersedia dikenakan sanksi administratif berupa rekomendasi pencabutan izin usaha apabila terbukti membiarkan atau terlibat dalam peredaran gelap narkotika.

Hingga berita ini diunggah, awak media belum berhasil mengkonfirmasi terhadap para terduga pelaku atau yang berwenang menjawab dalam kasus penyitaan aset para terduga pelaku.

Yd@www.rasio.co //

AHM Best Student 2026 di Raih SMAN3 Karimun

0

RASIO.CO, Batam  – Nabiel Raia Zupharie dari SMAN 3 Karimun menjadi Juara 1 AHM Best Student 2026 tingkat regional Kepulauan Riau.

Ia terpilih setelah mengikuti seleksi bersama 10 peserta terbaik dari 41 makalah yang masuk tahun ini.

Nabiel meraih posisi tersebut melalui karya berjudul “Pemanfaatan Anggur Laut (Caulerpa lentillifera) untuk Bioplastik dengan Variasi Gliserol sebagai Solusi Inovatif Mengurangi Dampak Lingkungan”.

Karya itu akan dibawa Nabiel untuk mewakili Kepulauan Riau pada seleksi tingkat nasional.

Dalam pengembangan karya tersebut, Nabiel didampingi anggota tim Sifa Meylani dan Juniati Ramadhani.

Keduanya turut mendukung proses penyusunan dan pengembangan karya yang mengangkat pemanfaatan anggur laut sebagai bahan bioplastik.

Seleksi regional berlangsung pada 1–2 September 2026 di kantor PT Capella Dinamik Nusantara selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Kepulauan Riau.

Sebanyak 10 peserta mempresentasikan karya mereka di hadapan tim penilai dengan memaparkan latar belakang permasalahan, gagasan yang dikembangkan, serta solusi yang ditawarkan.

Juara 2 diraih Yam Koh Jia Min dari SMAN 5 Batam melalui karya “MORKIES: Inovasi Kukis Ikan Bilis, Kelor, dan Katuk untuk Mendukung Gizi Ibu dan Pencegahan Stunting melalui Analisis Toksisitas, Network Pharmacology, dan Molecular Docking”.

Sementara Juara 3 diraih Muhammad Adrian Desdi dari MAN 2 Batam lewat karya “GURINDAM-CODE: Pengembangan Permainan Strategi Berbasis Peta Batam dan Gurindam Melayu untuk Melatih Berpikir Komputasional Siswa”.

Tony Anggadha selaku Honda Customer Care & Public Relations Manager mengatakan, 41 makalah yang masuk menunjukkan beragam persoalan yang menjadi perhatian pelajar di Kepulauan Riau.

“Sebanyak 41 makalah yang masuk menunjukkan beragam perhatian pelajar terhadap persoalan di lingkungan mereka. Dari proses seleksi ini, kami melihat bagaimana peserta mengembangkan persoalan tersebut menjadi gagasan dan karya yang memiliki pendekatan berbeda,” ujar Tony.

Dalam pengembangan karya juara tersebut, Nabiel dan tim dibimbing Vera Josianti Rompas, S.Pd. dan Febrina, S.Si., M.Pd.

AHM Best Student 2026 memasuki penyelenggaraan ke-24. Kompetisi tersebut mengakomodasi karya pelajar dalam empat kategori berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), yakni Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Pemberdayaan Ekonomi.

Tahap selanjutnya yang akan diikuti Nabiel adalah seleksi nasional melalui rangkaian Presentasi Final & Video Karya. Tahapan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12–16 Oktober 2026, dengan Nabiel membawa karya bioplastik berbahan anggur laut sebagai wakil Kepulauan Riau.

Redaksi@www.rasio.co //

Ayah Bripda Natanael: Hukum Mati “Yang Mulia”

0

RASIO.CO, Batam – Sidang kasus dugaan pembunuhan Bripda Natanael Simanungkalit yang digelar di Pengadilan Negeri(PN) Batam makin terlihat dugaan keterlibat lainya.

Hal diungkapkan saksi Ayah Korban Royamser Simanungkalit dan saksi lainnya yang diduga atasan maupun terdakwa Arwana, Asrul menyiksa Bripda Natanael hingga tewas menggenaskan.

Bahkan dipersidangan orang tua korban Royamser Simanungkal dalam kesaksiannya meminta terdakwa “Hukum Mati yang Mulia” dan minta atasanya Danton diperiksa.

“Terdakwa memukul anak kami sekali, namun akibatnya anak kami terjungkal,”

“Dan saya juga mendegar pengakuan terdakwa asrul di sidang kode etik,” kata Royamser Simanungkal.Kamis(03/09). Diruang sidang utama PN Batam.

Royamser Simanungkal kembali menjelaskan dalam kapasitas saksi terdakwa Asrul Prastya, turut serta memukul anaknya yang menyebabkan anaknya terjungkal atau terpelanting kebelakang.

“Sekali pukul anak kami terjungkal kebelakang dan diduga diprintah arwana,” ujarnya.

Jaksa Pertanyakan BB Baju Korban

Jaksa Penuntut Umum, memperlihatkan baju yang dipakai terakhir Bripda Natanael terhadap saksi, apakah benar ini yang dipakai anak saudara?

Ayah korban mengatakan, menurut saya ketahui “tidak” karena size berbeda.

Selain itu, Saksi juga menceritakan,
Sebelum tewas diduga dianiaya senior dan rekan sesama polisi, anggota Ditsamapta Polda Kepri itu ternyata sempat ingin meninggalkan asrama.

Anaknya juga mengeluhkan maraknya praktik judi online di lingkungan tempatnya tinggal. Dan juga anaknya pernah mengeluh terhadap ibunya dan masih ada bukti-buktinya kami pegang.

“Mak, kalau saya pulang ke rumah gimana, ya?” ujar Royamser menirukan ucapan anaknya.

Menurut Royamser, saat itu Natanael bukan ingin berhenti menjadi polisi. Namun, ia merasa ada persoalan yang membuatnya ingin meninggalkan asrama. Kesaksian Royamser semakin mengejutkan ketika mengungkap keluhan Natanael soal kondisi di Asrama Ditsamapta Polda Kepri.

“Kepada istri saya, Natanael cerita banyak pemain judi online di asrama. Itu salah satu yang menjadi kesulitan anak saya,” katanya.

Seminggu sebelum anak kami meninggal,
bersama istri dan keluarga datang menjenguk Natanael. Saat itulah ia melihat kondisi fisik anaknya berubah drastis. Tangan Natanael dipenuhi memar kebiruan, sementara bagian kepalanya tampak botak.

Ketika ditanya, Natanael menyebut dirinya kerap mendapat hukuman yang disebut ‘sikap tobat’.

“Saya tanya, kamu sering disuruh sikap tobat? Dia jawab, ‘Ah, semua kok, Pak,’” ungkap Royamser.

Royamser mengaku sangat terpukul.

Ia bahkan mengatakan seandainya mengetahui kondisi itu lebih awal, ia akan meminta anaknya keluar dari kepolisian.

“Kalau sebelum kejadian dia ngomong begitu ke saya, langsung saya berhentikan dari polisi,” ujarnya.

Dalam sidang, Royamser juga menyoroti dugaan tanggung jawab Komandan Pleton yang menurutnya belum tersentuh hukuman. Ia mengaku sudah beberapa kali mempertanyakan hal itu kepada Propam Polda Kepri.

Tak hanya itu, Royamser mengungkap adanya percakapan di ponsel Natanael yang menunjukkan seseorang mencari keberadaan anaknya sekitar pukul 22.00 WIB pada malam sebelum kejadian. Percakapan tersebut telah diserahkan kepada penyidik.

Menutup kesaksiannya, Royamser meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman maksimal kepada pelaku dan berharap penyidikan tidak berhenti pada satu terdakwa saja.

“Saya minta hukum seberat-beratnya. Jangan ada keringanan bagi pelaku,” tegas Royamser.

Atas keterangan saksi ayah korban,  Terdakwa Asrul membantah keterangan saksi, namun saksi tetap pada keteranganya.

Sementara itu, Dakwaan JPU, Terdakwa Arawna Sihombing, Guntur Sakti Pamungkas, Asrul Prasetia dan Muhammad Alfarizi( empat terdakwa pasal sama).

Pasal 458 ayat(1) jo pasal 20 huruf c UURI no.1 Tahun 2023 KUHP merupakan tindak pidana pembunuhan biasa dgn ancaman hukuman paling lama 15 Tahun.

Atau kedua

Pasal 468 ayat (2) jo pasal 20 huruf c UURI no.1 Tahun 2023 KUHP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian  dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 Tahun.

Atau ketiga

Pasal 466 ayat (3) jo pasal 20 huruf c UURI no.1 Tahun 2023 KUHP. Penganiayaan ringan hingga berat, ayat(1) penganiayaan biasa 2 tahun, 6 Bulan, ayat(2) mengakibatkan luka berat paling lama 5 tahun. ayat(3)  mengakibatkan kematian pidana penjara paling lama 7 Tahun.

Redaksi@www.rasio.co //

Lagi, Rokok Manchester Ilegal di Amankan Beacukai

0

RASIO.CO, Sumatra – Lagi-lagi diduga rokok merk Manchester Ilegal diprediksi  produksi Batam diseludupkan melalui pelabuhan tikus maupun Pelra Batam.

Kemarin(03/09),  Tim gabungan Beacukai aceh bersama Satpol PP dan WH dilapangan berhasil 2048 bungkus rokok merk Manchester dan Luffman diamankan di kios maupun toko.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 2048 bungkus atau setara dengan 40960 batang rokok ilegal dari sejumlah kios dan toko.

Pejabat Fungsional Bea Cukai Meulaboh, T. Tamara Arif, mengatakan bahwa penindakan tersebut dilakukan berdasarkan laporan masyrakat terkait dugaan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Aceh Selatan

“Berdasarkan informasi masyarakat, Bea Cukai Meulaboh bersama Satpol PP melakukan operasi pasar di wilayah Aceh Selatan. Hasilnya, kami berhasil melakukan penindakan terhadap rokok ilegal berbagai merk yang ditemukan di sejumlah toko dan kios.” katanya.

Berdasarkan pengakuan sementara di lapangan, terdapat informasi bahwa rokok tersebut kemungkinan berasal dari Medan.

Namun, hal itu masih perlu kami dalami koordinasikan dengan Kantor Bea Cukai di daerah lain untuk memastikan asal barang, apakah berasal dari Sumatera Utara, Batam atau daerah lainnya, kami akan pastikan dan meneliti lebih lanjut,” ujarnya.

Seluruh rokok yang diamankan tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan di bidang cukai. Beberapa merk yang ditemukan antaranya Luffman, Manchester dan Oris.

Seluruh barang hasil penindkan selanjutnya akan dibawa ke Kantor Bea Cukai Meulaboh untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

Kepala Satpol PP dan WH Aceh Selatan, Erdiansyah, menghimbau masyarakat agar tidak membeli atau menjual rokok ilegal.

“Kami menghimbau masyarakat untuk tidak membeli rokok ilegal. Kepada para pedagang, apabila ada yang menawarkan untuk dijual, sebaiknya ditolak,” pungkasnya.

Diharapkan dengan suksesnya operasi pasar gabungan ini, akan menimbulkan efek jera bagi para produsen dan penjual rokok ilegal serta terus menningkatkan sinergi antara masyarakat dan  Bea Cukai selaku aparat penegak hukum.

Redaksi@www.rasio.co //

BAZNAS Lingga Salurkan Insentif Rp200 Juta Lebih untuk 278 Tenaga Pendidik Agama Islam

0

RASIO. CO, Lingga – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lingga menyerahkan insentif kepada 278 tenaga pendidik agama Islam. Penyerahan bantuan ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga terhadap para pengajar dan pengelola kegiatan keagamaan, di Sanggar Praja, Dabo Singkep, pada Rabu (2/9/2026).

Acara penyerahan insentif diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Lingga, H. Novrizal, kepada para Lurah sebagai perwakilan dari masing-masing wilayah penerima manfaat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Lingga, Abdullah, menjelaskan bahwa anggaran insentif ini sepenuhnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Lingga yang disalurkan melalui BAZNAS, bukan dari dana zakat, infak, atau sedekah masyarakat.

“Ini anggarannya melalui Pemerintah Kabupaten Lingga menyalurkan insentif ke guru ngaji, fardhu kifayah, dai motivator melalui BAZNAS Kabupaten Lingga, bukan dari hasil dana zakat Kabupaten Lingga,” ujar Abdullah kepada media.

Pada tahun 2026 ini, penyaluran insentif diberikan untuk periode empat bulan. Total nilai insentif yang disalurkan mencapai Rp200.800.000. Besaran nominal yang diterima bervariasi tergantung pada kelompok penerima.

Guru TPA, Menjadi kelompok penerima terbanyak dengan jumlah 145 orang. Masing-masing menerima Rp150.000 per bulan, sehingga total insentif untuk kelompok ini selama empat bulan mencapai Rp87 juta.

Nazir Masjid, Sebanyak 53 orang menerima Rp150.000 per bulan, dengan total keseluruhan Rp31,8 juta.

PAIDT (Pendidikan Agama Islam Di Tempat Kerja), Sebanyak 10 orang menerima insentif lebih besar, yaitu Rp1 juta per bulan. Total yang diterima selama empat bulan mencapai Rp40 juta.

Fardhu Kifayah, Sebanyak 32 orang menerima Rp150.000 per bulan, dengan total Rp19,2 juta.

Pembimbing Tilawah, Sebanyak 13 orang menerima Rp150.000 per bulan, totaling Rp7,8 juta.

Imam Masjid, Sebanyak 13 orang menerima Rp150.000 per bulan, dengan total Rp7,8 juta.

Dai Motivator, Sebanyak 12 orang menerima Rp150.000 per bulan, dengan total Rp7,2 juta.

Abdullah mengungkapkan bahwa kemampuan anggaran daerah pada tahun ini baru memungkinkan penyaluran insentif selama empat bulan.

“Tahun ini 4 bulan, kekuatan kita cuma bisa 4 bulan,” katanya.

Abdullah berharap pemerintah daerah dapat kembali mengalokasikan anggaran di masa mendatang agar program pemberian insentif kepada guru ngaji, TPQ, dan tenaga pendidik agama lainnya dapat berlanjut.

“Kalau bisa pemerintah bisa mengucurkan lagi, Insya Allah kita bisa menginsentifkan lagi para guru ngaji, TPQ dan lainnya lagi,” harap Abdullah.

Lebih lanjut, Abdullah menyampaikan apresiasi tinggi kepada para guru ngaji dan tenaga pendidik agama yang tetap istiqomah menjalankan tugas mulia mereka meskipun sering kali tidak menerima pembayaran rutin.

“Pemberian insentif ini dinilai sebagai salah satu bentuk nyata peran pemerintah daerah dalam menghargai jerih payah mereka dalam membina umat,” tutupnya.

Puspan

Suplai Air Berangsur Normal, BP Batam dan PT ABHi Perkuat Layanan di Wilayah Prioritas

0

RASIO.CO, Batam – Upaya pemulihan dan peningkatan layanan air minum di Kota Batam terus dilakukan Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABHi).

Pasca perbaikan dan relokasi pipa berdiameter 800 milimeter di kawasan Muka Kuning, pemantauan kondisi suplai air terus dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

Hasil pemantauan teknis menunjukkan suplai air di sebagian besar wilayah yang sebelumnya terdampak kini berangsur normal.

Sementara itu, sejumlah lokasi seperti Sei Lekop, Sagulung Baru (Saguba), Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong, serta kawasan Marina, termasuk Fantasy Residence, Galaxy, Jupiter dan sekitarnya, masih menjadi perhatian dalam penguatan layanan.

BP Batam menjelaskan, kondisi pasokan di sejumlah wilayah tersebut tidak secara langsung disebabkan oleh pekerjaan perbaikan pipa di Muka Kuning. Secara teknis, kawasan tersebut merupakan stress area atau berada di ujung jaringan (end of line) dengan elevasi relatif tinggi, sehingga sejak sebelumnya menerima suplai dengan tekanan terbatas atau durasi aliran yang pendek.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad turun langsung meninjau kondisi salah satu stress area di Kavling Sagulung Berseri, Sei Lekop, RW 8 RT 3 dan RT 5, Jumat (4/9/2026).

Peninjauan dilakukan untuk mencari solusi atas kondisi warga yang mengalami keterbatasan hingga tidak memperoleh aliran air. Di lokasi tersebut, warga menyampaikan bahwa persoalan suplai air telah berlangsung cukup lama. RT 3 terdiri sekitar 21 kepala keluarga, sementara RT 5 dengan sekitar 45 kepala keluarga. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 65 kepala keluarga yang terdampak.

Salah seorang warga, Parna, menyampaikan apresiasi atas perhatian langsung Kepala BP Batam terhadap kondisi masyarakat dan upaya mencari solusi atas persoalan tersebut.

Amsakar mengatakan, sejak memperoleh informasi mengenai relokasi pipa Muka Kuning, dirinya langsung meninjau kondisi di lapangan dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Ia menegaskan, kebutuhan masyarakat harus segera mendapatkan solusi, sembari pekerjaan penguatan jaringan diselesaikan.

“Penyelesaiannya memang membutuhkan waktu, tetapi selama proses itu berjalan, suplai melalui mobil tangki harus tetap dilakukan. Tidak ada cerita, ini harus selesai,” tegas Amsakar pada jajaran SPAM dan ABH.

Ia meminta jajaran terkait menghitung kebutuhan armada tangki secara tepat agar distribusi air bersih dapat menjangkau warga yang membutuhkan.

BP Batam juga menyiapkan langkah penambahan armada tangki, termasuk melalui pengalihan anggaran multiyears untuk memperkuat dukungan distribusi air.

“Harapan saya, paling lambat akhir November atau Desember, pekerjaan ini selesai dan selama prosesnya warga tetap mendapat suplai air bersih,” ujarnya.

Tangki Air Dikirim Secara Terjadwal

Sebagai penanganan jangka pendek, BP Batam bersama PT ABHi mengerahkan armada mobil tangki air secara intensif dan terjadwal ke sejumlah wilayah prioritas atau dedicated area.

Wilayah yang menjadi fokus antara lain Sei Lekop, Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong Permai, Bengkong Harapan, Bengkong Palapa, Kavling Berseri, serta titik layanan publik dan permukiman prioritas lainnya sesuai kebutuhan operasional di lapangan.

Distribusi tangki dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih selama proses penguatan jaringan berlangsung. Kebutuhan di lapangan juga terus dievaluasi agar distribusi dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Penguatan Jaringan Dikebut

Selain penanganan jangka pendek, BP Batam bersama PT ABHi terus menjalankan penguatan infrastruktur jaringan sebagai solusi jangka menengah dan panjang.

Untuk kawasan Saguba, Sei Lekop, serta sebagian wilayah Marina, termasuk Fantasy Residence, Jupiter, Galaxy dan sekitarnya, penguatan jaringan distribusi telah masuk dalam agenda prioritas atau Quick Win. Pekerjaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan debit dan tekanan air sehingga suplai ke kawasan ujung jaringan menjadi lebih stabil.

Penguatan jaringan primer dan tersier telah berjalan sejak Agustus 2026, sedangkan pekerjaan pada jaringan sekunder ditargetkan selesai paling lambat akhir November 2026. Secara keseluruhan, proyek penguatan jaringan di kawasan tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Sementara itu, untuk kawasan Tanjung Sengkuang, Batu Merah, dan Bengkong, BP Batam telah lebih dahulu menjalankan penguatan jaringan melalui Segmen Sukajadi–M3G dan Segmen Ozon–Bukit Senyum. Pekerjaan yang dimulai sejak Mei 2026 tersebut menunjukkan progres signifikan dan ditargetkan selesai pada September 2026.

Dengan selesainya proyek tersebut, keandalan dan kestabilan aliran air di kawasan terkait diharapkan semakin meningkat.

Dua Langkah untuk Satu Tujuan

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menegaskan bahwa BP Batam bersama PT ABHi menjalankan penanganan dengan skala prioritas yang jelas, yakni memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi sekaligus memperkuat sistem jaringan secara permanen.

“BP Batam bersama PT Air Batam Hilir bekerja dengan skala prioritas yang jelas. Pengiriman armada tangki kami fokuskan secara teratur di titik-titik kawasan prioritas penanganan darurat. Di saat yang sama, tim teknis terus memacu penyelesaian proyek perkuatan jaringan pipa, baik yang rampung September ini maupun yang ditargetkan selesai akhir 2026, sehingga warga di area ujung pipa dapat menikmati suplai air yang lebih optimal dan permanen,” tegas Denny.

Menurutnya, penanganan tidak boleh berhenti pada solusi sementara. Penguatan jaringan terus dilakukan agar masyarakat, khususnya yang berada di kawasan ujung jaringan, memperoleh layanan air yang lebih stabil dan andal dalam jangka panjang.

“Target kami jelas, bukan hanya memastikan air tersedia hari ini, tetapi juga membangun sistem jaringan yang semakin kuat sehingga pelayanan kepada masyarakat Batam ke depan semakin baik,” ujarnya.

BP Batam menyampaikan apresiasi atas dukungan, kesabaran, dan kerja sama masyarakat selama proses perbaikan dan peningkatan infrastruktur berlangsung.

BP Batam bersama PT ABHi juga berkomitmen menyampaikan perkembangan kondisi operasional di lapangan secara terbuka, akurat, dan berkala sebagai bagian dari upaya memberikan kepastian layanan air kepada masyarakat Kota Batam.

AD

Website: bpbatam.go.id
Email: humas@bpbatam.go.id
X: @bp_batam
Facebook: BIFZA
Instagram: BPBatam
Youtube: BPBatam