RASIO.CO, Batam – Inovasi konsep usaha kuliner di Kota Batam terus berkembang seiring meningkatnya persaingan industri makanan dan minuman.
Sejumlah pelaku usaha meyakini konsep unik menjadi nilai tambah sekaligus daya tarik tersendiri bagi masyarakat pencinta kuliner.
Salah satu usaha yang mengusung konsep tersebut adalah Restoran D’Pincuk yang berlokasi di kawasan Villa Muka Kuning, Batu Aji, Batam. Restoran ini resmi mulai beroperasi setelah menggelar acara grand opening pada Kamis (15/1).
Berlokasi di lantai dua, Restoran D’Pincuk menawarkan suasana yang nyaman dan representatif bagi pengunjung. Mengusung masakan khas Nusantara, restoran ini menghadirkan keunikan pada cara penyajian hidangan dengan menggunakan daun pisang atau yang dikenal dengan istilah pincuk dalam budaya Jawa.
Pemilik Restoran D’Pincuk, Nugroho dan Kapti, menyampaikan bahwa konsep penyajian menggunakan pincuk dipilih karena mampu memberikan pengalaman makan yang berbeda. Selain tampilan yang unik, aroma daun pisang diyakini dapat memperkuat cita rasa hidangan yang disajikan.
“Kepuasan pelanggan menjadi tujuan utama kami. Dengan menu tradisional yang disajikan menggunakan pincuk, diharapkan dapat menambah kepuasan pelanggan karena sensasi makan dengan pincuk bisa meningkatkan selera makan dan membuat cita rasa makanan terasa lebih nikmat,” ujar Nugroho dan Kapti.
Mereka juga menjelaskan alasan memilih kawasan Villa Muka Kuning sebagai lokasi usaha. Menurut keduanya, wilayah Batu Aji memiliki daya beli masyarakat yang cukup tinggi sehingga dinilai memiliki prospek cerah bagi perkembangan usaha kuliner.
“Di Batu Aji, daya beli masyarakat tinggi. Itulah alasan kami memilih membuka usaha di sini. Prospek usaha kuliner masih sangat bagus dan cerah,” imbuh mereka.
Lebih lanjut, Nugroho dan Kapti menegaskan bahwa pengalaman panjang keduanya di bidang perhotelan menjadi modal utama dalam menjaga kualitas produk kuliner yang ditawarkan kepada pelanggan.
“Masakan kami berkualitas hotel bintang lima, namun dijual dengan harga kaki lima,” ungkap mereka.
Untuk mendukung kelancaran usaha, pihak pengelola telah menyiapkan sejumlah program promosi di tahap awal operasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggandeng pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat tumbuh dan berkembang bersama.
“Beberapa program sudah kami siapkan untuk menarik minat pelanggan, termasuk menggandeng para pelaku UMKM agar semuanya bisa maju bersama dan usaha ini dapat berjalan lancar,” tutup Nugroho dan Kapti.
Sementara itu, Kapti menambahkan bahwa restoran yang dibukanya bersama sang suami merupakan pengembangan dari usaha kuliner yang telah lama mereka geluti. Usaha tersebut sebelumnya dimulai dari skala kecil sebelum akhirnya berkembang menjadi restoran dengan konsep yang lebih besar.
“Kami ingin mengembangkan usaha kuliner yang sudah sejak lama kami jalani. Alhamdulillah, dari yang semula hanya kios kecil, kini bisa berkembang menjadi lebih besar,” ujarnya.
Pada momen grand opening, Kapti juga memohon doa restu dari kolega serta masyarakat sekitar agar usaha yang dirintis dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Sejumlah komunitas di Batam turut diundang untuk memberikan dukungan, di antaranya Perkumpulan Punokawan Batam, Forkom Sejatim, Srikandi Sejatim, Miracle, dan komunitas lainnya.
YD




