Senin, November 2, 2026
No menu items!
Beranda blog

Dua Terdakwa Kasus Kapal Tanker Federal II di Vonis Setahun Penjara

0

RASIO.CO, Batam – Majelis hakim ketua Douglas R.P Napitupulu didampingi Andi  Bayu Mandala Putra Syadli dan Dina Puspa Sari memvonis terdakwa Ali Suhadak, Preddy Hasudungan Siagian selama setahun penjara dalam kasus meledaknya tangky Kapal MT Federal II di shipyar PT. ASL Tanjunguncang. Kamis(19/02) lalu.

Ironisnya, Putusan Majelis hakim lebih kurang sama dengan tuntutan JPU Aditya Syaumil Patria dan Muhammad Arfian yakni setahun penjara. Sedang sesuai pasal Ancaman hukuman paling 5 tahun penjara.

Pasal Kesatu Pasal 359 KUHPidana Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana yang pengacuannya diganti dengan Pasal 474 Ayat (3) UU No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

dan Kedua Pasal 360 Ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana yang pengacuannya diganti dengan Pasal 474 Ayat (2) UU No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

dan KETIGA Pasal 360 Ayat (2) Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHPidana yang pengacuannya diganti dengan Pasal 474 Ayat (1) UU No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Parahnya, Dalam Insiden kapal Tangker Federal II meledak di PT. ASL tersebut menelan 5 korban jiwa, yakni Gunawan Sinulingga, Hermansyah Putra, Berkat Setiawan Gulo, Janu Arius Silaban dan Upik Abdul Wahid.

Sedangkan Korban Luka Berat Amel Rivensky Gembira Nababan, Benni Silaban, Rekki Harianto Butsr Butar dan Alatas Manopan Silaban.

Semua akibat perbuatan Terdakwa Ali Suhadak dan Preddy Hasudungan Siagian yang tidak ada mencegah pekerja untuk melakukan pekerjaan di COT 1 Kapal Federal II sebelum adanya pemeriksaan kandungan gas COT 1 kapal Federal II. Sehingga mengakibatkan terjadinya kebakaran pada COT 1 Kapal Federl II.

“Menyatakan Terdakwa I. Ali Suhadak, Terdakwa II. Preddy Hasudungan Siagian telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “secara bersama-sama yang karena kealpaannya mengakibatkan matinya orang lain, mengakibatkan orang lain luka berat, menyebabkan orang lain luka-luka sedemikian rupa sehingga timbul penyakit atau halangan menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian selama waktu tertentu” sebagaimana dalam dakwaan kumulatif penuntut umum,”

“Menjatuhkan pidana kepada Para Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara masing-masing selama 1 (satu ) Tahun,” kata Hakim Douglas.

Diketahui, Peristiwa maut ini terjadi pada 24 Juni 2025 sekitar pukul 14.15 WIB, di area Cargo Oil Tank (COT) I dan Forepeak Tank (FPT) Kapal Federal II.

Saat itu, sedang dilakukan pekerjaan pemotongan dan penggantian dinding pembatas (hot work) oleh subkontraktor PT Mancar Marine Batam dan PT Ocean Pulse Solution.

Sebagai petugas HSE Safety dan Safety Promotor, Ali Suhadak dan Preddy Siagian bertanggung jawab penuh dalam pemeriksaan kandungan gas dan penerbitan izin kerja (work permit).

Berdasarkan uraian jaksa, meski pemeriksaan gas menggunakan gas meter telah dilakukan, pekerjaan tetap dijalankan sebelum pemeriksaan lanjutan di area COT dilakukan secara menyeluruh.

Ketidakpatuhan terhadap SOP ini diduga kuat menjadi pemicu ledakan dan kebakaran hebat di dalam ruang terbatas (confined space) kapal tersebut.

Insiden Kapal Federal II tercatat sebagai salah satu kecelakaan kerja paling tragis di industri maritim Batam pada periode 2025.

Sebagai informasi, untuk Ledakan kedua kapal tanker MT Federal II di PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batam terjadi pada 15 Oktober 2025 menyebabkan 14 pekerja meninggal dunia.

Ledakan terjadi saat kapal tanker sedang dalam proses perbaikan rutin (dry-docking), diduga dipicu oleh percikan api saat pengerjaan pengelasan (cutting steel plates) yang menyambar sisa gas di dalam tangki.

Pihak Kepolisian telah menetapkan 7 orang tersangka dalam kasus ini setelah ditemukan adanya unsur pidana dan kelalaian prosedur keamanan (K3). Tersangka disebut berasal dari bagian K3 dan pimpinan perusahaan.

Kasus ledakan kapal MT Federal II sendiri menjadi sorotan publik karena menelan korban jiwa dalam jumlah besar dan memunculkan pertanyaan serius terkait standar keselamatan kerja di kawasan industri galangan kapal Batam.

Insiden maut di PT ASL Shipyard ini menjadi tragedi industri terburuk dalam sejarah Batam. Api yang melahap bagian produksi galangan itu menewaskan sedikitnya 14 pekerja dan melukai beberapa lainnya.

Kasus ini menjadi sorotan tajam publik dan pihak berwenang karena memicu evaluasi besar-besaran terhadap standar keselamatan kerja di wilayah galangan kapal Batam.

Ad@www.rasio.co //

Jelang Sahur, Dua Sedan “Adu Kambing” di Simpang Kepri Mall

0

RASIO.CO, Batam – Lagi, Simpang.empat Kepri Mall tepatnya Traffic Light makan korban, dimana dua kendaraan jenis sedang mobil Avanza BP 1468 FD vs Agya wsrna merah BH 1609 NA diduga “Adu Kambing“

Informasi lapangan,  kecelakaan diduga berpunca dari pengendara mobil avanza menerobos lampu merah yang datang dari arah berlawanan sedang sedangkan agyia warna merah meluncur dari nagoya.


Akibat kecelakaan ini, salah seorang penumpang mobil sedan warna merah dilarikan kerumah sakit akibat mengalami cidera parah dari 6 penumpang yang ada di dalam mobil tersebut.

Sedangkan mobil avanza warna putih diduga sopir mengalamai hal yang sama, namun avanza hanya sopir sendiri dan peristiwa terjadi jelang sahur sekira pukul 3, 15 wib dinihari.

“Seluruh korban sudah dilarikan kerumah sakit saat ini,”

“Diduga ivanza menerobos lampu merah dan informasinya kedua mebil ini rental,” ujar salah sumber dilokasi.minggu (22/02) dinihari.

Ia menambahkan, Salah seorang penumpang sedan warna merah mengalami cidera parah, termasuk kedua mobil sedang bagian depan pada ringsek.

Dilokasi terlihat petugas Satlantas Polresta Barelang sudah dilokasi dan juga mengatur lalulintas yang sempat macet akibat ramainya warga yang ingin melihat langsung peristiwa tersebut.

Hingga berita ini diunggah, aesk media belum berhasil mengkonfirmasi pada pihak berwenang.

Ad@www.rasio.co //

Kapolda Sebut Tak Ada Tolerasi  4 Personil Terlibat Narkoba

0

RASIO.CO, Batam –  Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Suhendri,  menegaskan tidak ada toleransi bagi anggota Polri yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Empat personel Polda Kepri yang tersangkut dalam perkara tersebut akan diproses sesuai ketentuan hukum, disiplin, maupun kode etik yang berlaku.

Penegasan tersebut disampaikan Kapolda Kepri saat memberikan keterangan kepada awak media dalam kegiatan doorstop di Batam, Jumat (30/10/2026), terkait penanganan terhadap empat personel tersebut.

Kapolda menjelaskan bahwa penanganan terhadap keempat personel tersebut akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kepri.

Selanjutnya, mereka akan menjalani sidang disiplin atau sidang kode etik profesi Polri berdasarkan hasil pemeriksaan dan jenis pelanggaran yang ditemukan.

“Yang jelas, mereka akan diperiksa Propam dan diproses melalui sidang disiplin ataupun sidang kode etik. Untuk menentukan tingkat pelanggarannya, apakah berat, sedang, atau ringan, nanti ada tim yang akan melaksanakan sidang,” tegas Kapolda Kepri.

Terkait barang bukti, Kapolda menyampaikan bahwa dalam penanganan perkara tersebut telah diamankan sejumlah barang bukti, termasuk etomidate. Keterkaitan masing-masing personel dengan barang bukti tersebut akan didalami melalui proses pemeriksaan.

Lebih lanjut, Kapolda mengingatkan seluruh personel agar mematuhi kebijakan Kapolri tentang zero tolerance terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan Polri.

Kebijakan tersebut menjadi penegasan bahwa setiap anggota wajib menjaga integritas dan tidak terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

“Saya ingatkan seluruh anggota, jangan coba-coba melakukan pelanggaran. Jika terbukti melanggar, akan saya tindak tegas sesuai tingkat pelanggaran dan ketentuan yang berlaku,” tutup Kapolda Kepri.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Nona Pricillia Ohei,  mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif. Masyarakat juga dapat memanfaatkan Layanan Kepolisian 110 yang aktif selama 24 jam dan bebas pulsa untuk memperoleh bantuan maupun menyampaikan pengaduan kepolisian.

Redaksi@www.rasio.co //

Pameran Art Digital Seni Komtemporer di ARTOTEL Batam

0

RASIO.CO, Batam – ARTOTEL Batam  menghadirkan ruang eksplorasi seni kontemporer melalui dua pameran tunggal, Organic Syntax karya Era Premakara dan Layers of Becoming karya Abyu Amanda Aldi.

Pameran Berlangsung di ARTSPACE, ARTOTEL Batam, mulai 30 Oktober 2026 hingga 28 Februari 2027, kedua pameran ini mengangkat perspektif berbeda mengenai hubungan manusia dengan lingkungan, perkembangan teknologi, serta cara kita memahami realitas di sekitar.

Melalui pendekatan artistik yang unik, Era Premakara mengeksplorasi hubungan antara alam, memori personal, dan teknologi digital.

Sementara itu, Abyu Amanda Aldi mengajak pengunjung mempertanyakan bagaimana gambar membentuk persepsi dan memengaruhi cara manusia memahami dunia.

Kedua pameran ini menghadirkan seni sebagai ruang refleksi yang membuka kesempatan bagi pengunjung untuk menemukan perspektif dan interpretasi baru.

“Melalui ARTSPACE, ARTOTEL Batam ingin terus menghadirkan ruang bagi seniman untuk menyampaikan gagasan, perspektif, dan kreativitas mereka kepada masyarakat. Kami percaya bahwa seni bukan hanya tentang apa yang kita lihat, tetapi juga tentang bagaimana kita memahami dan merasakan sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.”

“Kehadiran Organic Syntax dan Layers of Becoming menjadi kesempatan bagi para pengunjung untuk mengeksplorasi ide-ide baru sekaligus membangun apresiasi yang lebih mendalam terhadap seni kontemporer,” ujar Andi Anggreni, General Manager ARTOTEL Batam.

Organic Syntax: Ketika Alam, Memori, dan Teknologi Saling Berinteraksi

Organic Syntax karya Era Premakara menghadirkan eksplorasi hubungan antara alam, teknologi, dan pengalaman manusia dalam membangun koneksi.

Pameran ini berangkat dari pertanyaan mengenai makna hubungan yang autentik di tengah dunia yang semakin dimediasi oleh teknologi digital. Melalui pendekatan yang menggabungkan fotografi dan pemrograman C++, Era mengolah gambar berbagai bentuk organik, seperti tanaman, bunga, akar, buah, dan hamparan sawah.

Menjadi struktur visual yang diproses secara komputasional. Dalam proses ini, alam tidak sekadar hadir sebagai objek visual, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan memori personal, perjalanan hidup, dan hubungan manusia dengan tempat asalnya.

Jahe menjadi metafora tentang akar dan asal-usul, merepresentasikan hal-hal yang membentuk diri manusia serta tetap bertahan di balik perubahan.

Sementara itu, bunga merepresentasikan proses pertumbuhan, perkembangan, mekarnya kehidupan, hingga transformasi yang terjadi seiring waktu. Berbagai jenis bunga yang muncul dalam karya-karyanya juga terhubung dengan periode-periode tertentu dalam kehidupan Era, menjadikan bentuk-bentuk botani tersebut sebagai fragmen memori personal.

Melalui perpaduan unsur organik dan teknologi, Era menghadirkan paradoks ketika sesuatu yang berasal dari alam diterjemahkan menjadi data, sementara sistem yang diciptakan manusia mulai menghasilkan visual yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan oleh penciptanya.

Lebih jauh, Organic Syntax juga merefleksikan hubungan manusia dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan kemungkinan terbentuknya keintiman digital. Pameran ini tidak berusaha memberikan jawaban pasti mengenai apakah hubungan yang dimediasi oleh AI dapat dianggap nyata atau sekadar simulasi.

Sebaliknya, karya-karya Era mengajak pengunjung untuk merenungkan ketidakpastian tersebut dan mempertimbangkan bagaimana pengalaman emosional manusia tetap memiliki makna, bahkan ketika interaksi yang memicunya berlangsung melalui teknologi.

Layers of Becoming: Mempertanyakan Cara Kita Melihat Dunia

Dalam pameran tunggal Layers of Becoming, Abyu Amanda Aldi mengeksplorasi bagaimana gambar membentuk persepsi manusia terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Di tengah perkembangan media sosial, produksi gambar yang semakin masif, serta kemunculan AI, cara manusia menciptakan, mengonsumsi, dan memaknai gambar terus mengalami perubahan.

Melalui karya-karya lukisnya, Abyu menerapkan teknik pelapisan material seperti tali dan kain kasa (cheesecloth) pada permukaan kanvas. Proses penanaman dan pelepasan material tersebut menghasilkan tekstur berupa garis-garis halus yang sebagian mengaburkan gambar.

Teknik ini menjadi pendekatan artistik untuk mengurangi keteridentifikasian objek tertentu sekaligus menantang ekspektasi yang muncul dalam pikiran atau dalam kehidupan.

Bagi Abyu, lukisan menjadi bentuk resistensi terhadap cara pandang yang terlalu cepat dalam mengidentifikasi dan memberikan makna. Dengan mengaburkan sebagian elemen visual.

Karya-karyanya membuka ruang bagi interpretasi yang lebih luas, mengajak pengunjung untuk mempertanyakan apa yang mereka lihat, apa yang luput dari perhatian, serta bagaimana pengalaman dan ingatan pribadi memengaruhi pemahaman terhadap suatu gambar.

Pameran ini juga mengajak pengunjung untuk lebih kritis terhadap alasan di balik produksi, konsumsi, dan penyebaran gambar di era digital. Sebab, sebuah informasi atau berita tidak selalu memiliki makna yang tetap, melainkan dapat terus berubah sesuai dengan waktu, tempat, dan pengalaman orang yang melihatnya.

Seni sebagai Ruang untuk Melihat dan Memahami Kembali

Meskipun mengangkat pendekatan yang berbeda, Organic Syntax dan Layers of Becoming bertemu dalam satu benang merah: bagaimana manusia membangun makna melalui pengalaman, persepsi, dan interaksi dengan dunia yang terus berubah.

Jika Era Premakara mengajak pengunjung mengeksplorasi hubungan antara alam, memori, dan teknologi, Abyu Amanda Aldi menghadirkan refleksi tentang bagaimana gambar membentuk pemahaman terhadap realitas. Keduanya menempatkan seni sebagai ruang refleksi yang terbuka, tempat makna tidak selalu hadir secara langsung, melainkan berkembang melalui proses melihat, merasakan, dan menafsirkan.

Melalui ARTSPACE, ARTOTEL Batam terus menghadirkan pengalaman seni yang mempertemukan kreativitas, gagasan, dan perspektif baru dalam satu ruang. Kehadiran kedua pameran ini diharapkan dapat mendorong pengunjung untuk tidak hanya menikmati karya secara visual, tetapi juga membangun dialog yang lebih mendalam mengenai identitas, ingatan, teknologi, dan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya.

Pengunjung dapat menikmati pameran Organic Syntax karya Era Premakara dan Layers of Becoming karya Abyu Amanda Aldi di ARTSPACE, ARTOTEL Batam, mulai 30 Oktober 2026 hingga 28 Februari 2027. Untuk informasi dan reservasi, silakan menghubungi +62 811-7758-922 atau mengikuti Instagram resmi @artotelbatam untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai program dan penawaran lainnya.

Redaksi@www.rasio.co //

Irjen Pol Suhendri Ajak IKTD Sinergi Jaga Kamtibmas

0

RASIO.CO, Batam – Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Suhendri,  menerima audiensi Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Tanjungpinang di Ruang Kerja Kapolda Kepri, Jumat (30/10) pukul 15.00 WIB.

Audiensi ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara Polda Kepri dengan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kepulauan Riau.

Ketua DPD IKTD Tanjungpinang, Elfi Edison, menyampaikan rencana pembentukan Rumah Budaya di Tanjungpinang sebagai wadah pelestarian budaya dan pemersatu warga Tanah Datar di perantauan. IKTD juga menyatakan kesiapan mendukung Polda Kepri menjaga kamtibmas yang aman dan kondusif.

Menanggapi itu, Kapolda Kepri mengajak seluruh pengurus dan anggota IKTD untuk berperan aktif menjaga stabilitas keamanan seiring meningkatnya investasi dan pertumbuhan ekonomi di Kepri, khususnya Kota Batam.

“Pertumbuhan ekonomi harus didukung situasi keamanan yang kondusif. Perlu kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat agar pembangunan berjalan tanpa gangguan kamtibmas,” ujar Kapolda Kepri.

Kapolda juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan mewaspadai penyebaran ujaran kebencian, fitnah, dan hoaks yang dapat memecah belah masyarakat.

Melalui audiensi ini, Polda Kepri berharap sinergi dengan IKTD terus terjaga sehingga ormas dapat menjadi mitra strategis Polri dalam menciptakan kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kamtibmas. Masyarakat dapat memanfaatkan Layanan Kepolisian 110 yang aktif 24 jam dan bebas pulsa untuk bantuan dan pengaduan.

Redaksi@www.rasio.co //

Beacukai Tangkap Ribuan Karton Rokok Ilegal

0

RASIO.CO, Sumatra- Jajaran Tim Gabunagan Bescukai Aceh berhasil menangkap kapal KM Suvanna GT 76 bermuatan 1.086 rokok noncukai alias ilegal di perairan perairan Tanjung Jambo Aye, Aceh Utara, Jumat (30/10).

Penangkapan dilakukan oleh Tim Patroli Laut BC 30004 terhadap KM Suvanna GT 76, kapal kayu yang  dicurigai saat berlayar di perairan tersebut. Dalam pemeriksaan, petugas menemukan muatan rokok  merek HD yang tidak dilekati pita cukai.

Dalam penindakan itu, petugas mengamankan lima awak kapal berinisial W, R, E, FA, dan EK untuk pemeriksaan awal. Barang bukti yang diamankan meliputi:

1. satu unit KM Suvanna GT 76;
2. rokok merek HD dalam jumlah sekitar 10.850.000 batang;
3. lima paspor awak kapal;
4. lima unit telepon genggam;
5. satu unit telepon satelit; dan
6. dokumen manifest kapal.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Leni Rahmasari,
menyatakan bahwa penindakan ini merupakan hasil koordinasi antarunit dalam memperkuat
pengawasan wilayah perairan Aceh.

“Pengawasan laut menjadi salah satu langkah penting Bea Cukai dalam mencegah masuk dan
beredarnya barang-barang ilegal. Melalui sinergi Kanwil Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Lhokseumawe,  dan PSO Bea Cukai Lhokseumawe, kami terus meningkatkan pengawasan guna melindungi
masyarakat serta mengamankan penerimaan negara,” ujar Leni.

Saat ini, kapal, awak kapal, dan seluruh barang bukti telah dibawa ke Dermaga PSO Bea Cukai
Lhokseumawe untuk pemeriksaan awal dan penanganan lebih lanjut. 

Bea Cukai menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan perairan Aceh melalui patroli laut dan sinergi antarunit sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan kepabeanan  dan cukai serta upaya melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal.

Redaksi@www.rasio.co //

Pesona Honda Vario 125 Street, Program Menarik di Kepri Selama Oktober

0

RASIO.CO, Batam – Konsumen sepeda motor di Kepulauan Riau dapat memanfaatkan program penawaran Honda selama Oktober 2026 untuk pembelian Honda Vario 125 Street.

Model ini mengusung desain bergaya street-style dengan fitur praktis, seperti USB Charger Type-C dan konsol boks depan yang lebih luas untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Program penawaran tersedia bagi konsumen di Batam, Bintan, dan Karimun dengan besaran potongan harga serta skema pembelian yang berbeda di setiap wilayah.

Tipe Street pada All New Honda Vario 125 tampil dengan karakter desain yang ekspresif melalui penggunaan naked handlebar, panel meter terpisah, serta kombinasi warna pelek yang atraktif. Desain tersebut memberikan alternatif bagi konsumen yang menginginkan skutik dengan tampilan berbeda.

Dari sisi fungsionalitas, motor ini dilengkapi USB Charger Type-C untuk membantu pengendara mengisi daya perangkat elektronik saat bepergian. Konsol boks depan yang lebih luas juga memberikan ruang tambahan untuk menyimpan barang bawaan berukuran kecil.

Honda Vario 125 Street hadir dalam tiga pilihan warna, yaitu Street Black Coral, Street Black Purple, dan Street Black White. Setiap varian memiliki kombinasi warna pelek berbeda yang memperkuat karakter tampilannya.

Duri Yanto, Sales Manager Main Dealer Capella Honda Kepri, mengatakan Honda Vario 125 Street menawarkan pilihan desain dan fitur yang dapat menunjang kebutuhan berkendara sehari-hari.

“Melalui Honda Vario 125 Street, kami ingin memberikan pilihan bagi konsumen yang menginginkan kendaraan dengan karakter desain berbeda, tetapi tetap nyaman dan praktis digunakan untuk mobilitas harian. Kami juga menghadirkan program penawaran di Batam, Bintan, dan Karimun agar konsumen dapat mempertimbangkan pilihan pembelian sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing,” ujar Duri Yanto.

Rincian Program Penawaran Honda di Kepri
Selama Oktober 2026, program penawaran Honda Vario 125 Street mencakup potongan harga untuk konsumen di tiga wilayah Kepulauan Riau. Berikut rincian harga on the road (OTR), potongan harga, uang muka, dan angsuran berdasarkan informasi program yang tersedia:

Wilayah Batam, Harga OTR Rp25.022.000, potongan Rp600.000, uang muka Rp1.800.000, dan angsuran Rp1.048.000. Sedangkan untuk diwilayah Bintan Harga OTR Rp27.653.000, potongan Rp666.000, uang muka Rp2.034.000, dan angsuran Rp1.147.000. Sementara untuk diwilayah Karimun Harga OTR Rp27.225.000, potongan Rp666.000, uang muka Rp2.134.000, dan angsuran Rp1.099.000.

Potongan harga tersebut ditawarkan kepada semua konsumen sesuai ketentuan program yang berlaku. Adapun tenor angsuran, persyaratan pembelian, serta ketersediaan unit dapat ditanyakan langsung kepada dealer Honda terdekat di masing-masing wilayah.

Program ini memberikan kesempatan bagi konsumen untuk mempertimbangkan pilihan skutik berdasarkan kebutuhan mobilitas, fitur, dan skema pembelian yang tersedia selama Oktober.

Redaksi@www.rasio.co //

Bupati Iskandarsyah Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dan Ukhuwah

0

RASIO.CO, Karimun – Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, menghadiri kegiatan keagamaan rutin Wirid Bulanan sekaligus Doa Bersama dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Karimun dan Hari Santri Nasional ke-12. Agenda khidmat tersebut diselenggarakan di Masjid Darul Kamal Huda Sememal, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Sabtu (31/10/2026).

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran unsur pimpinan daerah, tokoh agama, ulama, para santri, serta elemen masyarakat Kabupaten Karimun.

Dalam arahannya, Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah menyampaikan refleksi mendalam atas perjalanan Kabupaten Karimun yang kini menginjak usia ke-27 tahun. Menurutnya, usia 27 tahun menandakan fase kedewasaan yang menuntut daerah untuk terus bergerak maju secara mandiri dan mapan.

“Di usia ke-27 ini, ibarat manusia, Kabupaten Karimun sudah berada pada fase sangat dewasa, mandiri, dan mapan. Perjalanan panjang yang telah kita lalui harus menjadi pijakan kokoh untuk melaju lebih mantap dan harmonis ke depan demi kesejahteraan seluruh masyarakat,” ujar Iskandarsyah.
Lebih lanjut, Iskandarsyah menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi yang erat antara pemerintah daerah, ulama, dan seluruh lapisan warga. Ia menegaskan bahwa roda pemerintahan dan pembangunan membutuhkan kawalan serta masukan konstruktif dari para tokoh agama dan masyarakat.

“Sebagai pemimpin, kami adalah manusia biasa yang tidak luput dari salah dan lupa. Oleh karena itu, masukan, nasihat, serta doa dari para ulama dan tokoh masyarakat sangat kami harapkan agar arah pembangunan daerah ini senantiasa berada di jalan yang diridhoi Allah SWT,” tegasnya.

Momentum Hari Santri Nasional ke-12 juga dijadikan ajang oleh Bupati Iskandarsyah untuk mengapresiasi peran santri dan pondok pesantren yang konsisten menjadi benteng moral serta penggerak pembangunan karakter di Bumi Berazam.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Karimun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat persatuan, memperkuat ukhuwah, dan bahu-membahu berkontribusi nyata mewujudkan Karimun yang lebih maju, damai, dan sejahtera. Rangkaian acara diakhiri dengan panjatan doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan daerah.

Addin Jauharudin Dorong Pemuda Aktif dalam Aksi Kemanusiaan, Bagana Jadi Garda Penanggulangan Bencana

0

Batam – Ketua Umum PP GP Ansor, Dr. H. Addin Jauharudin mendorong pemuda aktif dalam aksi kemanusiaan. Hal itu disampaikan saat Aksi Kemanusiaan Nasional di Pantai Pulau Putri, Nongsa, Batam, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan bertema “Bergerak Bersama, Peduli Sesama” ini meliputi penyaluran ratusan paket sembako, pembagian ribuan masker, penyediaan air bersih, dan gotong royong bersih pantai.

Batam menjadi titik awal Aksi Kemanusiaan Nasional. Kepri dipilih karena posisinya strategis di perbatasan dan jalur pelayaran internasional Selat Malaka, Selat Singapura, dan Laut Cina Selatan. Wilayah ini vital secara maritim, namun masyarakat pesisir dan pulau terluar masih butuh perhatian dalam kebutuhan dasar dan ketahanan sosial.

Addin menegaskan pengabdian GP Ansor harus nyata di tengah masyarakat, tidak hanya aktivitas organisasi. Seluruh perangkat, termasuk Banser dan Rijalul Ansor, diminta siap bergerak saat warga terdampak sosial dan bencana.

GP Ansor menetapkan enam prioritas kemanusiaan: karhutla, erupsi gunung api, kekeringan, gempa bumi, banjir, dan pembersihan sungai. Peran Banser Tanggap Bencana (Bagana) dioptimalkan untuk kesiapsiagaan, mitigasi, respons darurat, hingga pemulihan.

Selain bantuan, gerakan ini mencakup edukasi kesehatan, mitigasi risiko, dan pemulihan lingkungan.

“Ansor dan Banser lahir dari masyarakat, sudah seharusnya bersatu dan bergerak bersama masyarakat,” ujar Addin.

Ia juga mendorong kader mengidentifikasi potensi daerah untuk pemberdayaan ekonomi dan pelestarian pesisir.

Ketua GP Ansor Kepri, Sumarno Gareng, menyebut Kepri menjadi titik pertama nasional. Ia berharap kegiatan ini memicu kader di Batam dan Kepri lebih aktif menjalankan program sosial berkelanjutan.

Sementara itu, Wagub Kepri, Dr. Nyanyang Haris Pratamura mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, aksi kemanusiaan memperkokoh persaudaraan, menjaga kerukunan, dan mengawal pembangunan di Kepri.

Kegiatan dihadiri Anggota Komisi III DPR RI Riski Faisal, Wakapolresta Barelang AKBP Fadli Agus, Satpol PP Batam Imam Tohari, Rais Syuriah PWNU Kepri Kiai Usman Ahmad, Perwakilan BUMA Kepri Beck Stevie, BUMA Batam Rizki Firmanda, Kapolsek Nongsa AKP Eko Chandra, dan Ketua PC GP Ansor Batam Kamaludin.

Melalui gerakan ini, GP Ansor menegaskan kekuatan pemuda bukan pada jumlah kader, tapi pada kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama di kawasan perbatasan.

Iskandarsyah Tegaskan RSUD Tanjung Batu Targetkan Naik Tipe D pada 2027

0

RASIO.CO, Karimun – Pemkab  Karimun berkomitmen penuh meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kepulauan Kundur.

Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, menegaskan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Batu yang saat ini berstatus Kelas D Pratama ditargetkan akan segera resmi naik status menjadi Rumah Sakit Tipe D pada tahun 2027 mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, dalam agenda pemaparan telaah staf yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Karimun, Kamis (29/10/2026).

“Kesehatan masyarakat Kundur adalah prioritas utama kita. Kita targetkan RSUD Tanjung Batu sudah beroperasi penuh sebagai Rumah Sakit Tipe D pada tahun 2027 mendatang. Pemerintah daerah berkomitmen mengawal seluruh proses penyesuaian ini, terutama dalam pemenuhan alokasi pembiayaan dan dukungan regulasi agar peningkatan mutu layanan dapat terealisasi secara tepat waktu,” ujar Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah.

Dari sisi kesiapan infrastruktur dasar, RSUD Tanjung Batu saat ini telah memenuhi syarat kapasitas minimal dengan ketersediaan 50 tempat tidur rawat inap serta telah didukung oleh fasilitas penunjang Radiologi.

Pihak rumah sakit kini berfokus mengejar optimalisasi fungsi layanan sembari melengkapi persyaratan operasional yang sedang berproses, khususnya penerbitan izin resmi Tipe D serta pemenuhan kualifikasi Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan.

Direktur RSUD Tanjung Batu Kundur, Surawan, S.KM., M.M., mengungkapkan bahwa kenaikan status menjadi Rumah Sakit Tipe D merupakan pijakan penting untuk menghadirkan layanan medis spesialis di wilayah kepulauan.

“Keuntungan utama penyesuaian status ke Tipe D adalah terbukanya akses bantuan nasional dan penempatan tenaga dokter spesialis secara berkelanjutan, sekurang-kurangnya untuk Spesialis Penyakit Dalam serta Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obgyn). Saat ini kami terus memacu pemenuhan fungsi pelayanan dasar agar ketika perizinan operasional Tipe D terbit dan pemenuhan SDM tuntas, rumah sakit siap memberikan pelayanan optimal,” terang Surawan.

Melalui komitmen pemerintah daerah dalam pemenuhan anggaran serta dukungan lintas sektor, langkah RSUD Tanjung Batu menuju Tipe D pada 2027 diharapkan dapat memberikan kepastian layanan medis bagi masyarakat Kundur dan sekitarnya tanpa harus bergantung pada rujukan ke luar pulau.

Redaksi@www.rasio.co //

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani Segera Terbitkan Buku Ilmu Jurnalistik dalam Al-Qur’an

0

RASIO.CO, Tanjungpinang — Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau, H. Saibansah Dardani, S.Ag., segera menerbitkan buku berjudul Ilmu Jurnalistik dalam Al-Qur’an. Buku yang mengulas praktik jurnalistik dari perspektif nilai-nilai Islam tersebut kini memasuki tahap akhir proses penerbitan di Yogyakarta.

Saibansah mengungkapkan, proses penyelesaian buku tersebut sedang berlangsung di penerbit. Ia berharap seluruh tahapan berjalan lancar hingga buku tersebut siap diterbitkan.

“Lagi proses akhir di penerbit di Yogyakarta. Semoga dimudahkan Gusti Allah SWT,” ungkapnya, Jumat (30/10/2026).

Buku ini merupakan upaya Saibansah menghubungkan prinsip-prinsip jurnalistik dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an. Di tengah derasnya arus informasi digital yang rentan diwarnai hoaks, fitnah, manipulasi fakta, dan pemberitaan yang mengabaikan tanggung jawab sosial, buku ini menekankan pentingnya landasan moral dalam menjalankan profesi jurnalistik.

Dalam buku tersebut, Saibansah membahas berbagai aspek jurnalistik, mulai dari konsep berita, fungsi pers, teknik penulisan, verifikasi fakta, keadilan, hingga etika pemberitaan. Juga menjabarkan beragam dimensi informasi, mulai dari berita penting hingga peringatan terhadap kebohongan.

Penulis juga mengangkat kisah burung hud-hud, Nabi Sulaiman, Ratu Balqis, serta Nabi Yusuf untuk menjelaskan prinsip tabayyun atau pemeriksaan kebenaran informasi. Kisah-kisah tersebut menjadi landasan pembahasan mengenai ketepatan fakta, kredibilitas sumber, serta tanggung jawab atas dampak informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

Tidak hanya membahas aspek teknis pemberitaan, buku ini juga mengulas karakter dan peran jurnalis Muslim, pemikiran sejumlah tokoh pers, serta hubungan nilai-nilai Islam dengan praktik jurnalistik modern.

Saibansah sendiri merupakan wartawan yang kini dipercaya memimpin PWI Kepulauan Riau. Ia juga tercatat sebagai Ahli Pers Dewan Pers. Pengalaman di dunia jurnalistik tersebut menjadi salah satu latar belakang dalam menyusun buku yang mempertemukan praktik pers dengan tuntunan Al-Qur’an.
Buku Ilmu Jurnalistik dalam Al-Qur’an diterbitkan oleh Deepublish (CV Budi Utama), Yogyakarta, dengan pengantar dari Dr. Aqua Dwipayana.

Buku ini ditujukan bagi mahasiswa, pendidik, jurnalis, pegiat media, dan masyarakat umum. Melalui karya tersebut, pembaca diajak memahami bahwa menyampaikan informasi bukan sekadar pekerjaan profesional, tetapi juga mengandung tanggung jawab moral.

Prinsip kejujuran, ketelitian, keadilan, dan kebermanfaatan menjadi pesan utama yang ingin disampaikan Saibansah melalui buku tersebut.

“Praktik jurnalistik diharapkan tidak hanya mengejar kecepatan pemberitaan, tetapi juga menjunjung tinggi kebenaran dan tanggung jawab kepada publik,” ujarnya.

Redaksi@www.rasio.co //

BP Batam dan KI Kepri Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik

0

RASIO.CO, Tanjungpinang  – BP Batam terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan keterbukaan informasi publik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui silaturahmi dan diskusi bersama Komisi Informasi Provinsi Kepulauan Riau (KI Kepri) di Tanjungpinang, Kamis (29/10).

Kunjungan tersebut dipimpin Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum selaku Atasan PPID BP Batam, Ariastuty Sirait, didampingi Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga selaku Ketua PPID BP Batam, Sthefani Barlian.

Dalam pertemuan tersebut, Ariastuty menyampaikan berbagai upaya BP Batam dalam meningkatkan pelayanan informasi publik. Salah satunya melalui pengembangan Land Management System (LMS) yang diharapkan dapat memudahkan masyarakat mengakses informasi terkait lahan.

Ia juga berharap KI Kepri dapat memberikan masukan dan arahan bagi BP Batam untuk menyempurnakan regulasi dan prosedur pelayanan, khususnya dalam menangani permohonan informasi serta memperkuat peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

Rombongan BP Batam diterima langsung oleh Ketua KI Kepri, Arison, bersama Wakil Ketua Drs. M. Djuhari, Komisioner/Koordinator Penyelesaian Sengketa Informasi Saut Maruli Samosir, S.T., serta sekretaris dan staf KI Kepri.

Sejalan dengan hal tersebut, diskusi turut membahas penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP), pemutakhiran Daftar Informasi Publik (DIP) dan Daftar Informasi yang Dikecualikan (DIK).

Serta penguatan komunikasi dengan pemohon informasi. KI Kepri juga menekankan pentingnya komitmen pimpinan dalam mendukung keterbukaan informasi publik, termasuk melalui pelaksanaan monitoring dan evaluasi.

Ketua KI Kepri, Arison, mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan PPID BP Batam dalam memberikan pelayanan informasi publik. Ia berharap koordinasi dan kerja sama kedua pihak dapat terus diperkuat untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan informasi publik.

“Kami mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh PPID BP Batam dalam memberikan pelayanan informasi publik selama ini. Harapannya, ke depan KI Kepri dan BP Batam dapat terus bersinergi untuk membawa kemajuan dalam pelayanan informasi publik,” ujarnya.

Sementara itu, Ariastuty menyampaikan apresiasi atas masukan dan arahan yang diberikan KI Kepri. Menurutnya, hal tersebut menjadi bahan evaluasi bagi BP Batam untuk terus menyempurnakan regulasi dan meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik.

“Kami berterima kasih atas masukan dan arahan dari KI Kepri. Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk menyempurnakan regulasi dan meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik di BP Batam yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Melalui pertemuan ini, BP Batam berharap koordinasi dan sinergi dengan KI Kepri dapat terus diperkuat guna mewujudkan pelayanan informasi publik yang transparan, responsif, dan akuntabel.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dalam mendorong tata kelola kelembagaan yang transparan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Turut hadir Kasubdit Komunikasi Publik, Andi R. Rangkuti; Kasi Pengelolaan dan Diseminasi Informasi Publik, Meydi Gilang Pratama; serta Tenaga Ahli Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, David Panjaitan.

Redaksi@www.rasio.co //