Kutuk Aksi Brutal Israel di Rafah, Sekjen PBB : Kengerian Harus Disetop

0
22
Sekjen PBB kutuk serangan brutal Israel di kamp pengungsi Palestina di Rafah, Gaza selatan. (Foto/REUTERS/Reuters TV)

RASIO.CO, Jakarta – Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres mengutuk tindakan brutal Israel yang membombardir Rafah di Gaza selatan pada Minggu (27/5).

“Saya mengutuk tindakan Israel yang menewaskan puluhan warga sipil tak berdosa yang hanya mencari perlindungan dari konflik mematikan ini,” demikian tertulis dalam akun media sosial X Guterres.

“Tidak ada tempat yang aman di Gaza. Kengerian ini harus dihentikan,” tambahnya.



Dikutip CNNIndonesia, Israel sebelumnya telah menyerang habis-habisan ke kamp pengungsian di Rafah hingga menyebabkan anak-anak terbakar hidup-hidup.

Organisasi bantuan internasional, ActionAid UK, melaporkan jumlah korban imbas serangan Israel terkini mencapai 50 orang.

“Anak-anak, perempuan, dan laki-laki terbakar hidup-hidup di bawah tenda dan tempat berlindung mereka,” demikian menurut ActionAid, dikutip PressTV, Senin (27/5).

Tak hanya anak-anak dan perempuan, militer Israel juga mengklaim telah membunuh dua pejabat senior Hamas. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan dua pejabat Hamas tersebut tewas imbas “serangan udara presisi.”

Militer Zionis juga menyebut salah satu pejabat itu merupakan kepala staf Hamas di Tepi Barat, Yassin Rabia. Pada sisi lain, sayap militan Hamas dilaporkan telah melancarkan serangan ke arah Israel Tengah. Setidaknya delapan roket diluncurkan dari Jalur Gaza ke Israel, termasuk ibu kota Tel Aviv.

Serangan brutal tanpa henti dari Israel membuat sejumlah negara Barat turut mengutuk aksi brutal tersebut. Terdapat beberapa negara yang mengecam aksi itu antara lain Prancis, Norwegia, Irlandia hingga Spanyol.

Guterres selaku pimpinan lembaga internasional yang kian jengkel atas ulah Israel tak mendapat respon serius dari pihak Negeri Zionis. Upaya gencatan senjata yang belum disepakati oleh kedua pihak membuat berbagai serangan masih kerap berlangsung. Terhitung konflik yang telah berlangsung selama delapan bulan ini tekah menewaskan lebih dari 35.800 warga sipil.

***

Print Friendly, PDF & Email


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini