Polemik Beras India Ilegal Masuk Melalui Jalur Hijau dan Keluar Pelabuhan Tikus Batam

0
21

RASIO.CO, Batam – Dugaan masuknya beras ilegal asal India melalui jalur hijau dan keluar Batam melalui pelabuhan tikus oleh pengusaha nakal mengeliat di Batam.

Informasi lapangan, Pemain pemasok beras diduga ditenggarai mafia batam kembali bermain memasukkan beras ilegal asal india melalui jalur hijau dan keluar batam melalui pemanfaatan pelabuhan pelra maupun pelabuhan tikus yang ada di Batam.

“Pengusaha pemain lama dan masing- masing bisa mendatangkan ratusan kontainer perbulan dalam kemasan polos dari india dan gula,” ujar sumber enggan di publis.Rabu(02/09).

Lanjutnya, Paska Mentan datang ke Karimun adanya tangkapan aparat penegak hukum ratusan ton diduga para mafia beras kembali bermain dan terkoordinir dengan baik.

“Pemain tetap orang lama “Al ,Akm dan Jfr,” ujar sumber minta tidak disebutkan.

Selain itu, Diduga para pemain beras ilegal asal india dan gula, sudah pernah digrebek bahkan gudang dan ditangani aparat penegak hukum, namun lolos dari jeratan hukum.

Ironisnya, pengusaha nakal pemasok beras dan gula “Alg dan Ikm” tak jera bahkan diduga memanfatkan jalur hijau dengan ratusan kontainer sebulan masuk ke Batam.

Beberapa nulan lalu, Tim Gabungan Aparat Gabungan TNI , Polri dan Beacukai berhasil menangkap kapal penyeludup mengunakan kapal kayu bermuatan 40,4 ton beras dan dua kapal bermuatan barang elektronik dan balpress.

“Beras diganti kemasan berbagai merk mengunakan mesin-mesin dan aneka merk dan dipasarkan di batam,” ujar sumber.

Awal tahun 2026, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta aparat penengak hukum agar menindak tegas para penyeludup beras diduga dilakukan pengusaha nakal yang terlibat dalam kasus seribu ton beras ilegal di karimun.

Dalam kunjungan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Beacukai Karimun, dalam konfrensi persnya, Mentan Amran meminta aparat penegak hukum agar menindak para “Penghianat Bangsa” diproses hukum yang telah menzolimi 115 juta petani di Indonesia.

” Ditangkap 1000 ton beras diduga seludupan dan kami minta pelaku-pelakunya ditindak tegas,”

“Ulah mereka ini akan memperngaruhi 115 juta petani di Indonesia disaat program swembada yang sudah di umumkan presiden ditingkat nasional dan di PBB,”
,”Jangan menganggu swasembada kita, ini namanya penghianat bangsa dimana.kita sudah surplus 3 juta lebih tapi masih menyelupkan 1000, serta 200 ton dan ini tidak benar,” katanya.

Selain itu, lanjutmya, paling menarik adalah dan perlu didalami adalah sumber berasnya yaitu Tanjungpinang yang notebene tidak punya sawah dan akan dikirim.ke palembang yang justru surplus 1,1 juta ton beras produksinya 3,3 juta ton.

Ini tidak masuk akal, bisa kita duga ini seludupan, tapi nanti penyidik Mabes Polri,Satgas dibantu Polda dibekup TNI, Jaksa, ini akan dituntaskan, tidak bisa dibiarkan dan inilah yang dimaksut pak presiden “penghianat Bangsa,”

“Hanya gegara 2 atau 3 orang ini, dimana rasa kebersamaanya dan persatuan dan harus diusut sampai keakar-akarnya,” jelasnya.

Sedangkan, Salah satu pemain beras terbesar serta menguasai market Batam berinisal A serta Am dan dikabarkan masuk melalui pelabuhan sekuoang dan Batuampar dengan asumsi 300-500 kontainer.

“Pengusaha A bahkan punya kapal sendiri dan punya gudang sendiri di Batuampar,” ujar sumber enggan dipublis.

Saat ini lanjutnya, Al dan AM mengguasai pasar untuk datang menyelundupkan beras luar ke Batam padahal kita Importir sudah tak ada dari pemerintah,” ujarnya.

Komplotannya, A menjalankan operasi rapi dan sistematis demi menghindari pajak negara, mengatur alur masuknya beras-beras ilegal melalui jalur laut dan darat. Modus mereka terungkap melalui operasi senyap di Batam.

Dari situ, ratusan ton beras dipindahkan ke kompleks pergudangan tersembunyi di Batu Merah, menggunakan truk besar. Untuk menghindari pantauan aparat, beras itu kemudian dikirim melalui pelabuhan tikus di sudut-sudut Kota Batam menuju berbagai wilayah di Indonesia.

Beacukai Perketat Pengawasan Lalulintas Barang Masuk dan Keluar Batam

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam Setiawan Rosyidi mengatakan, Memperketat pengawasan lalulintas barang masuk dan keluar di perairan Batam.

“kami juga melakukan operasi laut bersama BC Kepri yg mempunyai armada laut besar utk melakukan pengawasan di pintu keluar dan masuk. Contohnya kemarin kita lakukan penindakan 1,5 juta batang rokok ilegal di kapal MV Ocean Porter.”kata Setiawan Rosyidi melaui sambungan selularnya kemarin.

Kata dia, Pengawasan kita lakukan berdasarkan manajemen resiko,  Dengan besarnya wilayah FTZ Batam kami melakukan analisis dari berbagai sumber
salah satunya informasi dari masyarakat.

“Tidak itu saja kami juga melakukan sinergi dengan APH lain seperti TNI, Polri dan Pemkot.” Tegas Setiawan Rosyidi.

redaksi@www.rasio.co //







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini