Senin, November 2, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 3

SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi dan Informasi Pembangunan

0

RASIO.CO, Batam  – Peredaran informasi palsu atau hoaks yang semakin deras di ruang digital mendorong Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) memperkuat kolaborasi.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara SMSI dan RRI di Ruang Rapat Direktur Utama RRI, Jakarta, Senin (26/10/2026). Kolaborasi ini diarahkan pada penanggulangan hoaks sekaligus peningkatan kompetensi insan media.

Ketua Umum SMSI Firdaus mengatakan, kerja sama tersebut merupakan manifestasi dari gagasan bersama antara Direktur Utama RRI dan dirinya untuk menghadapi persoalan hoaks yang semakin kompleks.

“Kolaborasi ini merupakan manifestasi dari gagasan Dirut RRI dan Ketum SMSI untuk melawan hoaks,” kata Firdaus.

Menurut dia, kolaborasi SMSI dan RRI akan diwujudkan melalui sejumlah program, antara lain Training of Trainers (ToT), Uji Kompetensi Wartawan (UKW), serta penyebaran informasi pembangunan.

Firdaus mengatakan, SMSI saat ini menaungi ribuan media siber, termasuk media startup atau media rintisan yang tersebar di berbagai daerah Indonesia. Jaringan tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan untuk membantu menyebarluaskan informasi pembangunan kepada masyarakat.

“Media startup atau media rintisan yang tergabung dalam SMSI sebanyak 3.181 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia mendukung program penyebaran informasi pembangunan,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan dukungan terhadap upaya mengintegrasikan RRI dan TVRI sebagai platform media publik yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk dalam konteks memperkuat penyebaran informasi pembangunan.

“SMSI juga mendukung pengintegrasian RRI dan TVRI menjadi platform global sebagai kekuatan pemerintah,” kata Firdaus.

Firdaus menambahkan, persoalan hoaks tidak cukup dihadapi hanya dengan membantah informasi palsu setelah beredar. Dibutuhkan ekosistem media yang memiliki kompetensi, profesionalitas, serta kemampuan melakukan verifikasi informasi.

Karena itu, menurut dia, peningkatan kompetensi wartawan menjadi salah satu prioritas kerja sama SMSI-RRI. Ia berharap kolaborasi tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pers yang semakin berkualitas.

Sementara itu, Direktur Utama LPP RRI Hendrasmo mengatakan, kerja sama dengan SMSI merupakan bagian dari upaya bersama menghadapi tantangan ekosistem informasi digital.

“Hari ini kita kedatangan tokoh pers dan kita hadir dalam proyek yang lebih besar, yaitu bersama-sama menanggulangi hoaks,” kata Hendrasmo.

Hendarsmo menjelaskan, tantangan informasi saat ini tidak hanya menyangkut media besar. Media kecil dan media rintisan juga memiliki peran penting dalam membentuk ekosistem informasi publik.

Karena itu, RRI dan SMSI akan mendorong peningkatan kompetensi sekaligus membangun kolaborasi agar media mampu menghasilkan konten yang lebih berkualitas dan membantu masyarakat menghadapi banjir informasi di ruang digital.

Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat yang hadir dalam kegiatan tersebut menyoroti perubahan besar dalam pola masyarakat memperoleh informasi.

Menurutnya, pada masa lalu informasi melalui tulisan memiliki proses produksi yang relatif panjang dan melewati tahapan seleksi. Media massa juga memiliki identitas, alamat, serta pihak yang bertanggung jawab terhadap informasi yang diterbitkan.

Namun, perkembangan teknologi digital membuat situasi berubah drastis. Media sosial kini menjadi ruang publik yang sangat besar, tempat siapa pun dapat memproduksi dan menyebarkan informasi.

“Dulu informasi dikuasai oleh media massa, terakreditasi, terseleksi dan terverifikasi. Sekarang media sosial memenuhi ruang publik,” ujarnya.

Komaruddin mengingatkan, derasnya arus informasi tidak selalu berbanding lurus dengan meningkatnya kualitas pengetahuan masyarakat. Di ruang digital, informasi yang benar bercampur dengan informasi yang belum terverifikasi, sensasi, bahkan penipuan.

Menurut dia, salah satu persoalan terbesar adalah algoritma platform digital yang secara perlahan membentuk pola konsumsi informasi masyarakat. Apa yang sering dilihat, disukai, atau dicari seseorang akan menjadi bahan bagi algoritma untuk menyajikan informasi berikutnya.

“Algoritma itu sebelumnya menjajah tanpa paksaan, mengendalikan tanpa paksaan,” kata Komaruddin.

Dia menyebut data sebagai salah satu kekuatan baru dalam ekosistem digital. Kebiasaan pengguna dalam menggunakan telepon pintar meninggalkan jejak data yang kemudian dapat digunakan untuk membentuk profil dan memberikan rekomendasi konten.

Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat menciptakan ruang informasi yang semakin personal. Orang bisa menerima informasi yang sesuai dengan kesukaannya secara terus-menerus, sementara informasi yang berbeda semakin jarang ditemui.

Komaruddin menilai kondisi itu menjadi tantangan serius bagi masyarakat, keluarga, dunia pendidikan, media, maupun pemerintah. Kemampuan memeriksa dan mempertanyakan informasi menjadi semakin penting agar masyarakat tidak mudah terbawa arus emosi yang dibangun melalui konten digital.

“Yang serius sekali adalah kita tidak dilatih untuk mengecek informasi,” katanya.

Dia juga mengingatkan, media sosial memiliki kekuatan besar dalam menggerakkan emosi publik. Dalam berbagai peristiwa di dunia, platform digital telah menunjukkan kemampuannya menggerakkan massa dan membentuk opini publik dalam waktu sangat singkat.

Karena itu, menurut Komaruddin, kerja sama antara lembaga publik seperti RRI dengan organisasi perusahaan media seperti SMSI menjadi penting untuk membangun ekosistem informasi yang lebih sehat.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi berlanjut dalam program konkret untuk meningkatkan kompetensi wartawan, memperkuat verifikasi informasi, serta menghadirkan informasi pembangunan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, Anggota Dewas LPP RRI Enderiman Butar Butar, Direktur PP LPP RRI Mistam, Dewan Penasehat SMSI Pusat Prof. Dr. Taufiqurochman, Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Theodorus Dar Edi Yoga, serta Wakil Ketua Umum SMSI Bidang Usaha Media Siber dan Pengembangan Teknologi Digital Ilona Juwita.

Hadir pula Kepala Stasiun RRI Jakarta Ir. M. Bugi Hidayat, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi RRI Ade Irosadi, serta Kepala Pusat Pemberitaan RRI Yuliana Marta Doky. (*)

Bupati Karimun: Da’i adalah Perekat Sosial, Pembentuk Karakter, dan Penggerak Ekonomi Umat

0

RASIO.CO, Karimun  – Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para da’i, pendakwah, serta tokoh agama atas kontribusi nyata mereka dalam menjaga kerukunan dan membangun moralitas masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ing. H. Iskandarsyah usai menghadiri kegiatan strategis yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Karimun. 27/10.

Dalam pandangannya, Ing. H. Iskandarsyah menyadari betul bahwa para da’i memiliki jangkauan dakwah yang sangat luas, mampu menyentuh lapisan masyarakat hingga ke berbagai pelosok pulau, masjid, dan musala di seluruh wilayah Kabupaten Karimun.

“Jangkauan para da’i ini luar biasa hingga ke pelosok pulau. Kita harus akui bahwa pemerintah daerah memiliki keterbatasan, namun para da’i inilah yang mampu hadir langsung di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran program ini bukan sekadar tentang pemberian bantuan materi, melainkan bentuk penghormatan dan pemuliaan kami terhadap peran mulia para da’i,” ungkap Bupati Iskandarsyah.

Lebih jauh, Ing. H. Iskandarsyah menyoroti pentingnya peran strategis da’i dalam mengelola pembentukan karakter masyarakat. Ia menekankan bahwa cakupan dakwah harus menyentuh berbagai aspek kehidupan umat, termasuk memajukan sektor perekonomian.

“Islam itu sangat komprehensif. Bukan hanya berbicara masalah ibadah semata, melainkan juga menyampaikan pesan-pesan tentang kebangkitan dan kemandirian ekonomi. Di sinilah da’i memiliki peran besar untuk turut memotivasi warga agar terus berusaha meningkatkan taraf kesejahteraan ekonomi sebagaimana yang dianjurkan oleh ajaran Islam,” tegas Bupati Iskandarsyah.

Selain dorongan penguatan ekonomi, Bupati juga menitipkan pesan agar para pendakwah tidak lelah memberikan edukasi yang sejuk serta merawat kerukunan di Bumi Berazam. Mulai dari hal-hal keseharian seperti menjaga kebersihan lingkungan, mencegah perbuatan yang merugikan orang lain, hingga terus mengajak umat untuk memakmurkan masjid melalui salat berjemaah.

Di bawah kepemimpinan Ing. H. Iskandarsyah, Pemerintah Kabupaten Karimun bersama BAZNAS juga terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperhatikan kesejahteraan para pemuka agama. Perhatian ini diberikan secara bertahap kepada guru-guru mengaji (LPTQ), imam masjid besar, hingga para pelayan agama lintas iman.

“Ke depan, peran para da’i ini harus terus kita sinergikan sebagai agen perekat sosial, pembenteng moralitas, sekaligus penggerak ekonomi umat. Dengan kolaborasi yang kuat antara Pemkab Karimun, BAZNAS, dan para pendakwah, Insyaallah kehidupan beragama, sosial, dan ekonomi kita akan semakin maju, harmonis, dan bermoral,” tutupnya.

Redaksi@www.rasio.co //

Bupati Siapkan Solusi Kelangkaan LPG 3 Kilo, Bangun BPT hingga “Jalur Hijau” Kepabeanan

0

RASIO.CO, Batam  – Merespons keluhan masyarakat terkait antrean dan kelangkaan gas LPG 3 Kg, Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, mengambil langkah cepat dan terukur untuk menuntaskan akar permasalahan distribusi di wilayah kepulauan Karimun.

Melalui Rapat Koordinasi Distribusi LPG 3 Kg yang digelar pada Selasa (27/10), Pemkab Karimun memetakan masalah utama yang bermuara pada penumpukan puluhan ribu tabung rusak dan rumitnya birokrasi kepabeanan.

Berdasarkan hasil inspeksi lapangan, kelangkaan ini tidak murni disebabkan oleh kurangnya kuota. Hingga September 2026, realisasi kuota LPG 3 Kg telah mencapai 5.465,04 MT dari total target 6.617 MT.

Kendala utama justru terletak pada menumpuknya 29.110 tabung afkir atau rusak di gudang agen yang tidak bisa segera diganti, serta hambatan logistik pelayaran antar-pulau.

Hal ini berdampak langsung pada terhambatnya pasokan bagi masyarakat dan 26.698 pelaku Usaha Mikro di Kabupaten Karimun. Frekuensi pengiriman ke sejumlah pulau, seperti Pulau Kundur, bahkan terpaksa turun drastis dari 4-5 kali seminggu menjadi hanya 2-3 kali seminggu.

Menyikapi krisis ini, Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan telah menyiapkan rencana aksi yang solutif, komprehensif, dan berkelanjutan.

“Saya sangat memahami dan merasakan keresahan warga serta pelaku UMKM kita yang kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg. Setelah kita urai, masalah utamanya ada di puluhan ribu tabung yang rusak (afkir) dan rantai distribusi yang terhambat birokrasi. Ini tidak bisa diselesaikan dengan cara biasa. Oleh karena itu, saya menginstruksikan dua solusi strategis: Pertama, kita akan mendorong pendirian Bengkel Pemeliharaan Tabung (BPT) di Karimun agar perbaikan tabung tidak perlu lagi dikirim jauh ke Batam atau Tanjung Uban. Kedua, Pemkab akan segera berkoordinasi dengan Bea Cukai dan Pertamina untuk membuka ‘Jalur Hijau’ kepabeanan di zona FTZ kita.

Tabung kosong yang akan diperbaiki tidak boleh tertahan regulasi, sehingga waktu tunggu bisa dipangkas hingga 80 persen. Saya pastikan pemerintah daerah hadir untuk menjaga dapur masyarakat dan UMKM kita tetap mengepul” ujar bupati karimun.

Sebagai langkah jangka pendek, Bupati Iskandarsyah juga telah memastikan agar pihak Pertamina Patra Niaga dan para agen mempercepat perbaikan 5.000 hingga 7.500 tabung per bulan serta menambah armada kapal pengangkut untuk memulihkan jadwal pasokan antar-pulau.

Pemkab Karimun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying, dan melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan praktik penimbunan atau penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

Redaksi@www.rasio.co //

Hari Bakti ke-55, BP Batam Gaungkan Semangat “Batam Maju, Investasi Melaju”

0

RASIO.CO, Batam – BP Batam memperingati Hari Bakti ke-55 dengan menggelar upacara dan syukuran pada Senin, (26/10/2026).

Mengusung tema “Batam Maju, Investasi Melaju”, peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong peningkatan daya saing Batam.

Upacara berlangsung di pelataran parkir BP Batam dan dipimpin langsung oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya para Anggota/Deputi BP Batam, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, mitra perbankan, serta pegawai BP Batam.

Pada kesempatan pertama, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah berkontribusi dalam pembangunan Batam melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor.

“Selamat Hari Bakti BP Batam yang ke-55 tahun! Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran atas sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin untuk menjadikan Batam lebih hebat dan maju,” kata Amsakar.

Ia mengatakan, peringatan Hari Bakti harus menjadi pengingat bagi seluruh insan BP Batam untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan, sekaligus memperkuat peran lembaga dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi.

Pada momen ini pula, ia memaparkan data-data makroekonomi pada semester 1 tahun 2026, antara lain realisasi investasi mencapai 39,9 triliun, peningkatan pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapat 7,28 persen, pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih, dan pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan lainnya.

Usai upacara, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan syukuran di Balairung Sari BP Batam. Kegiatan ini menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan pengabdian BP Batam selama 55 tahun dalam mendukung pembangunan dan perkembangan Kota Batam.

Syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun oleh Amsakar dan Li Claudia. Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, antara lain Pembina PIKORI BP Batam, Sri Soedarsono; Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Batam, Hasimah Nyat Kadir; Ketua Umum PIKORI BP Batam, Erlita Amsakar; Ketua Otorita Batam Periode Tahun 2005-2016, Mustofa Widjaja dan Deputi Pengusahaan Sarana Periode Tahun 2015-2020, Nur Syafriadi; serta perwakilan Ikatan Keluarga Besar Purna Bakti Pegawai Otorita Batam/BP Batam (IPPOB-BP Batam).

Suasana perayaan semakin semarak melalui penampilan dan lomba hiburan yang diikuti masing-masing kedeputian. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan ant pegawai dan lintas generasi yang telah berkontribusi dalam perjalanan BP Batam.

Dalam sambutannya, Amsakar mengatakan momen ini merupakan manifestasi bentuk nyata rasa syukur BP Batam selama perjalanan usia yang sudah 55 tahun. Ia juga memaknai seluruh capaian selama BP Batam berdiri di Kota Batam sebagai kaca, untuk melihat apa yang telah dilakukan di masa lalu, apa yang sekarang sedang kita lakukan, dan apa yang hendak kita tuju di masa depan.

“Jadi Hari Bakti ini menjadi media kontemplasi, media perenungan, media untuk melakukan evaluasi diri, sebagai jalan ikhtiar kita untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara,” ujar Amsakar

Selain itu, ia juga menyoroti kinerja pelayanan air bersih, rumah sakit, dan ketersediaan pasokan listrik di Batam yang menjadi perhatian khusus. Ia optimis, seluruh permasalahan dapat terselesaikan dengan baik dengan kerja sama yang intens antarpihak.

Senada dengan Amsakar, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra juga menyampaikan kinerja BP Batam yang senantiasa bekerja dengan serius untuk mencari formulasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

“Ayo bersama-sama kita bangun semangat baru, kita jadikan momentum 55 tahun ini untuk bergerak cepat, bangkit kembali, bertekad kuat, berlebih bersemangat, mempersembahkan kontribusi terbaik bagi negeri yang kita cintai,” pungkas Li Claudia Chandra.

Melalui peringatan Hari Bakti ke-55, BP Batam menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat iklim investasi.

Semangat kolaborasi diharapkan menjadi modal penting untuk membawa Batam tumbuh sebagai kawasan yang semakin maju dan berdaya saing.

Polisi Giat Kampung Narkoba Batam , 17 Positif  di Amankan

0

RASIO.CO, Batam – Polda Kepulauan Riau melaksanakan kegiatan pemulihan kawasan peredaran narkoba di Kampung Madani, Simpang Dam Muka Kuning, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Minggu (25/10).‎‎Kegiatan tersebut melibatkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri, Satbrimobda Kepri, Direktorat Samapta Polda Kepri, Bidang Dokkes, Bidang Propam, Bidhumas, serta BNNP Kepri.

Tim gabungan melaksanakan penindakan dan pemeriksaan terhadap sejumlah orang di lokasi yang menjadi sasaran pemulihan kawasan peredaran narkoba.
‎
‎Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Quick Wins Nomor 2 Program Prioritas Kapolri, yakni Pemulihan Kawasan Narkoba, sekaligus mendukung upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
‎
‎

Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Kepri Kompol Fauzan Afifi, menyampaikan bahwa petugas mengamankan 18 orang yang terindikasi terlibat dalam aktivitas peredaran maupun penyalahgunaan narkoba di kawasan Kampung Madani.
‎
‎“Melalui kegiatan ini, kami berupaya memulihkan kembali kawasan peredaran narkoba yang disalahgunakan sebagai tempat peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Upaya ini merupakan bentuk komitmen Polri bersama masyarakat dalam mendukung P4GN serta menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari ancaman narkotika,” ujarnya.
‎
‎Berdasarkan hasil pemeriksaan tes urine oleh Bidang Dokkes Polda Kepri, dari 18 orang yang diamankan, sebanyak 17 orang dinyatakan positif mengandung zat yang terindikasi narkotika atau zat psikoaktif, sedangkan satu orang dinyatakan negatif.

Hasil pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari proses penanganan dan pendalaman lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
‎
‎Dalam kegiatan tersebut, petugas turut mengamankan barang bukti berupa satu paket sabu, dua bilah senjata tajam, satu alat hisap sabu atau bong, enam unit telepon genggam, satu gunting, beberapa pipet, serta satu unit sepeda motor.
‎
‎Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Nona Pricillia Ohei,  menegaskan bahwa pemulihan kawasan peredaran narkoba merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung P4GN melalui penegakan hukum, pencegahan, serta keterlibatan masyarakat.
Sinergi antara Polri, BNN, dan masyarakat diharapkan mampu menekan peredaran gelap narkotika sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang sehat, aman, dan produktif.
‎
‎Kabid Humas  mengajak masyarakat bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif. Masyarakat juga dapat memanfaatkan Layanan Kepolisian 110 yang aktif 24 jam dan gratis untuk memperoleh bantuan maupun menyampaikan pengaduan.

Redaksi@www.rasio.co //

Kasus Marketing Asialink: Youke Dituntut 4 Tahun, Hakim Vonis 8 Bulan

0

RASIO.CO, Batam – Putusan Majelis Hakim Ketua Yuenne Marietta dan hakim anggota Irpan Hasan Lubis dan Tri Lestari terhadap terdakwa mantan Marketing PT. Fantastis Asia Internasional atau Asia Link Hotel, Youke Dwi Oktora selama 8 bulan penjara , jadi pertanyaan masyarakat “Hukum Tajam Kebawah”

Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum(JPU) Rachmah Chaisari SH.MH menuntut selama empat tahun penjara tetapi majelis hakim berpendapat lain dengam memutus terdakwa 8 bukan penjara.

“Hukum tajam kebawah, biasanitu, ” kata salah seorang pengunjung sidang.Kamis (22/10).

Sebelumnya, Majelis Hakim PN Batam beberapa pekan lalu tolak esepsi terdakwa Youke Dwi Oktora yang diajukan pengacara terdakwa dan pekan ini.Rabu(14/10) masuk tahap pemeriksaan terdakwa di PN Batam.

Terdakwa merupakan Mantan Manager Marketing PT. Fantastis Asia Internasional atau Asia Link Hotel, Youke Dwi Oktora duduk dibangku pesakitan PN Batam terkait kasus dugaan pengelepan dalam perusahaan.

Terdakwa Youke Dwi Oktora merupakan karyawan tetap Anwar bos Asia Link Hotel Batam dan diduga menggelapkan uang Rp.106 juta.
Sidang digelar, Kamis(13/08),  pembacaan dakwaan dan PH terdakwa melakukan langsung esepsi, namun hakim mengatakan ada wacana RJ tapi akhirnya menunggu dulu tiha majelis hakim bermusyawarah.

Youke didakwa Primair JPU, Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 488 KUHP. Subsidair Sebagaimana di

Terdakwa Youke Dwi OktaraI merupakan Sales Marketing Manager di Department Sales & Marketing pada PT. Fantastis Asia Internasional Dan sejak tanggal  02 Januari 2020 dan diangkat menjadi karyawan permanent/tetap  sebagaimana Surat Keputusan No. 34/VII/SK/ASIALINKHR/2025 tanggal 11 Juli 2025 dengan upah sebesar Rp 13.353.600/bulan.
Adapun tugas dan tanggungjawab Terdakwa adalah mencari tamu hotel yang menginap dan membuat kegiatan di Hotel Asialink dengan melakukan kegiatan promosi terkait Hotel Asialnk.

Dan melakukan penagihan invoice terhadap tamu yang menginap dan yang mengadakan kegiatan di Hotel Asialink, mengajukan pembayaran-pembayaran komisi untuk para tamu yang membuat kegiatan di Hotel Asialink.

Tahun 2020, Terdakwa mendatangi PT. MY Trip Indonesia bergerak dibidang biro perjalanan wisata dan menawarkan paket penginapan serta event yang difasilitasi oleh Hotel Asialink dengan harga khusus.

Disetujui dibuat Contract Rate Agreement antara MY Trip  Indonesia dengan Hotel Asialink yang diperbaharui setiap tahunnya.

Mekanismenya PT. MY Trip Indonesia  melakukan pemesanan untuk pemesanan kamar atau pengunaan fasilitas Hotel Asialink yaitu dengan cara menginfokan melalui group whatsapp (AsialinkMy Trip).

Waktu yang tidak dapat diingat lagi namun beberapa waktu dalam tahun 2024 sampai dengan beberapa waktu dalam tahun 2025.

Diduga Terdakwa memasukkan dan mengalihkan beberapa nama tamu yang seharusnya masuk dalam daftar tamu umum  akan tetapi Terdakwa masukkan kedalam tamu My Trip Indonesia.

Diduga tanpa sepengetahuan pihak MY Trip Indonesia,  guna mendapatkan keuntungan dari tamutamu tersebut dengan cara tamu yang sudah melakukan pembayaran kepada Terdakwa atau melalui Rekening Bank BCA Nomor 1392-4382-67 tidak disetorkan oleh Terdakwa ke pihak Hotel Asialink lalu terhadap tamu-tamu tersebut Terdakwa masukkan ke dalam daftar tamu My Trip Indonesia.

Setelah dilakukan dilakukan kordinasi dengan pihak My Trip Indonesia pihak asia link hotel melaui Anwar Direktur PT. Fantastis Internasional mengalami kerugian Rp 105.906.000 .

Redaksi@www.rasio.co //

Wabup Lingga Novrizal, Kader HMI Harus Jadi Teladan, Bukan Sekadar Lantang Berbicara

0

RASIO.CO, Lingga – Wakil Bupati Lingga, Ir. H. Novrizal, S.T., M.IP, menegaskan bahwa esensi dari seorang kader organisasi bukan terletak pada volume suara atau keberanian berorasi semata, melainkan pada keteguhan sikap dan konsistensi dalam memberikan teladan nyata bagi masyarakat.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Wabup Lingga, H. Novrizal saat menghadiri pembukaan Latihan Kader I (Basic Training) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi (BADKO) Riau-Kepulauan Riau, yang berlangsung di Gedung Aula SMAN 1 Lingga, Jumat (23/11/2026).

H. Novrizal dalam sambutannya mengingatkan para peserta agar tidak terjebak pada euforia retorika tanpa substansi. Menurutnya, kader yang berkualitas adalah mereka yang mampu menjaga persatuan, memperjuangkan kebenaran, serta mengutamakan kepentingan bersama di atas ego pribadi atau golongan.

“Menjadi kader bukan sekadar tentang keberanian menyampaikan pendapat, melainkan juga tentang keteguhan dalam bersikap, konsistensi dalam bertindak, serta komitmen untuk membawa perubahan yang positif bagi organisasi dan masyarakat,” ujar Novrizal di hadapan peserta pelatihan.

Novrizal juga menekankan pentingnya integrasi antara intelektualitas dan spiritualitas. Ia mengajak para kader muda untuk memanfaatkan momen “Basic Training” ini sebagai laboratorium kepemimpinan, di mana disiplin, tanggung jawab, dan kedalaman wawasan diasah secara simultan.

“Tetaplah menjadi yang terbaik bagi agama, bangsa, dan negara. Jangan pernah berhenti belajar, karena menjadi kader bukan hanya tentang mengutamakan ilmu, tetapi juga tentang mengamalkan ilmu tersebut dalam kehidupan nyata,” tambahnya.

Kegiatan yang mengusung tema “Terbina kepribadian muslim yang berkualitas akademis, sadar akan fungsi dan perannya dalam berorganisasi serta hak dan kewajibannya sebagai kader umat dan kader bangsa” ini bertujuan mencetak pemimpin masa depan yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

Turut hadir mendampingi Wakil Bupati Lingga, Anggota DPRD Kabupaten Lingga, Yudi Saputra, Kabag Prokopim Widi Satoto, Kapolsek Daik, IPTU Suhendri, serta Lurah Daik, Nasrum Efendi. Sekretaris Umum HMI BADKO Riau-Kepri, Khairul Rijal, Ketua Umum KAHMI, yang diwakili Bendahara Umum KAHMI Kabupaten Lingga, Miki Wahyudi Alamsyah, dan Ketua Umum FORHATI Kabupaten Lingga, Safarini Ulfah, serta para peserta kader.

Kehadiran jajaran pejabat daerah dan tokoh organisasi dalam acara ini menunjukkan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Lingga terhadap pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Melalui Basic Training ini, HMI berharap dapat melahirkan kader-kader yang siap berkontribusi positif, baik di lingkungan kampus, organisasi, maupun dalam pembangunan bangsa secara luas.


PPNAS-APDHI Kepri Terbentuk, Kaprodi S2 Hukum Unrika sebagai Ketua

0

RASIO.CO, Batam – Pimpinan Pusat Nasional(PPNAS) Asosiasi Profesor Doktor Hukum Indonesia(APDHI) telah memutuskan menunjuk  Kaprodi hukum Unrika Batam, Assoc. Prof. Dr. Alwan Hadiyanto, S.H.,M.H. C.Med. C.CL. priode 2026-2031.

Pengesahan Pengurus tertuang dalam SK PPNAS-APDHI Pusat nomor: 01/SK-APDHI TAHUN 2026. Pembentukan penggurus sebagai bentuk demi terwujudnya organisasi Profesor dan Doktor Hukum Indonesia yang mandiri, maju, terkemuka, professional dan berkemampuan menjadi pemikir di bidang hukum dalam sistem hukum yang sehat dan berkeadilan.

Juga untuk kesinambungan kegiatan Asosiasi ini dalam menjalankan mekanisme organisasi maka perlu pengesahan Kepengurusan Pimpinan Pengurus Pusat Daerah Asosiasi Profesor Doktor Hukum Indonesia (PPD-APDHI) Provinsi Kepulauan Riau,  periode 2026 sampai dengan periode 2031.

Menurut Ketua PPD-APDHI Assoc. Prof. Dr. Alwan Hadiyanto, S.H.,M.H. C.Med. C.CL. priode 2026-2031. PPD-APDHI merupakan Wadah bagi para profesor, doktor, akademisi, serta praktisi hukum untuk memberikan kontribusi pemikiran, pembaharuan hukum, seminar nasional, hingga penelitian.

“Kami pengurus akan melakukan program-program APDHI Kepri melakukan seminar-seminar sosialisasi di berbagai kampus- kampus universitas antar wilayah kampus seperti Undrika, Uniba, Umrah serta lainnyas sesuai ruang linglup gerap dan kompetensi kami, khususnya bidamg hukum,” kata Dr. Alwan Hadiyanto, S.H.,M.H. C.Med. C.CL. Jumat.(23/10).

Selain itu, Pengumuman susunan pengurus dilakukan langsung oleh PPD-APDHI Assoc. Prof. Dr. Alwan Hadiyanto, S.H.,M.H. C.Med. C.CL mengharapkan mampu memperkuat sinergi antar elemen dalam organisasi untuk menghadapi tantangan industri media di era disrupsi digital.

Surat Keputusan Pengesahan Kepengurusan Pimpinan Pengurus Pusat Daerah – Asosiasi Profesor Doktor Hukum Indonesia (PPD-APDHI) Provinsi Kepulauan Riau. Priode 2026-20232.

DEWAN PENGAWAS :
1. Prof. Dr. MAIDIN GULTOM, S.H., M.H.
2. Prof. Dr. TRIONO EDY, S.H.,M.Hum.

DEWAN PEMBINA :
1. Prof. Dr. YASMIRAH MANDASARI  SARAGIH, S.H.,M.H.
2. Prof. Dr. SURYO RESPATIONO, S.H.,M.H.
3. Prof. RINA SHAHRIYANI SHAHRULLAH, S.H., MCL., PH.D.

KETUA UMUM ASOSIASI PROFESOR DOKTOR HUKUM INDONESIA (APDHI)

– Assoc. Prof. Dr. ALWAN HADIYANTO, S.H.,M.H. C.Med. C.CL.

SEKRETARIS JENDERAL ASOSIASI PROFESOR DOKTOR HUKUM INDONESIA (APDHI)

– Assoc. Prof. Dr. FADLAN, S.H.,M.H.

BENDAHARA UMUM ASOSIASI PROFESOR DOKTOR HUKUM INDONESIA (APDHI)

– Dr. PRISTIKA HANDAYANI, S.H.,M.H.
DEPARTEMEN-DEPARTEMEN :

DEPARTEMEN VERIFIKASI KEANGGOTAAN

– KETUA : Dr. SEFTIA AZRIANTI, S.H.,M.H.

DEPARTEMEN PELESTARIAN/PENGAWASAN PERAIRAN DAN LIMBAH INDUSTRI

– KETUA : Dr. MUHAMMAD FAJAR HIDAYAT, S.H.,M.H.

DEPARTEMEN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HUKUM

KETUA : Assoc. Prof. Dr. OKSEP ADYANTO, S.H.,M.H.

DEPARTEMEN ANTAR LEMBAGA DALAM NEGERI DAN LUAR NEGERI

– KETUA : Dr. ENDRI, S.H.,M.H.
– Wakil : Dr. Muga, S.H.,M.H

DEPARTEMEN SOSIAL DAN KESEHATAN MASYARAKAT

– KETUA : Dr. Parningotan Malau, S.T., S.H.,M.H.
– Wakil : Dr. Rizky Tri Anugrah Bhakti., S.H.,M.H.

DEPARTEMEN ADVOKASI
/SOSIALISASI HUKUM DAN HAM

– KETUA : Dr. AGUS S. SIAGIAN, S.H.,M.H.

DEPARTEMEN MARITIM, LOGISTIK DAN INVESTASI

– KETUA : Assoc. Prof. Dr. DEWI HARYANTI, S.H.,M.H.

DEPARTEMEN HUBUNGAN KEMASYARAKATAN DAN KOMUNIKASI

– KETUA : Dr. SURYADI, S.P., S.H.,M.H.

DEPARTEMEN KEHUTANAN/ PERTANIAN DAN LINGKUNGAN ALAM

KETUA : Dr. ATIKA THAHIRA, S.H., M.H.

DEPARTEMEN PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN

– KETUA : Assoc. Prof. Dr. LU SUDIRMAN, S.H.,M.H.
– Wakil : Dr. Dwi Afni M., S.H.,M.H.

DEPARTEMEN KEAHLIAN HUKUM DAN
KETERANGAN AHLI

-KETUA : Assoc. Prof. Dr. F. YUDHI PRIYO AMBORO, S.H.,M.Hum.

DEPARTEMEN KETENAGAKERJAAN DAN
HUBUNGAN INDUSTRIAL

– KETUA : Assoc. Prof. Dr. Hj. ERNI YANTI S.H.S.Pd M.H.

Redaksi@www.rasio.co //

Tokoh Masyarakat Lingga Soroti Jalan Rusak 1,5 KM di Bukit Harapan

0

RASIO.CO, Lingga – Tokoh masyarakat Lingga, H. Muhammad Ishak, mendesak Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU), agar segera menuntaskan penyelesaian peningkatan jalan provinsi sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga.

Permintaan ini disampaikan Ishak saat menyoroti kondisi infrastruktur yang dinilai tidak hanya menghambat mobilitas warga lokal, tetapi juga mematikan potensi ekonomi dan pariwisata di wilayah tersebut.

Ishak mengatakan, kerusakan berat pada ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Kepri itu, bukan hanya bagi masyarakat di pusat ibu kota Desa Bukit Harapan. Namun, dampaknya jauh lebih luas dari sekadar satu desa.

Ishak menjelaskan, setidaknya ada tujuh desa lain yang nasib konektivitasnya bergantung pada kondisi jalan tersebut, yakni Desa Centeng, Pekaka, Keton, Belungkur, Sungai Pinang, Kudung, dan Desa Teluk.

“Jika mereka ingin menuju ibu kota Kabupaten Lingga, ke Pancur, atau Pelabuhan Sungai Tenam, mau tidak mau mereka harus melewati jalur ini. Kondisi rusak berat ini sangat mengganggu aktivitas harian dan roda ekonomi mereka,” kata Ishak kepada media ini, pada Sabtu (24/11/2026).

Ishak menyoroti dan menyayangkan fakta bahwa setelah peningkatan jalan di Dusun Limbung, Desa Bukit Harapan selesai, pekerjaan justru tidak dilanjutkan untuk merampungkan sisa ruas jalan provinsi di desa yang sama. Alih-alih menuntaskan satu koridor secara utuh, proyek seolah-olah melompat ke lokasi lain. Hal ini menciptakan kesan pembangunan yang terfragmentasi dan tidak efektif.

“Memang kelihatannya agak aneh. Selesai di Dusun Limbung, bukannya dilanjut sampai tuntas seluruh panjang jalan provinsi di sana, malah alih-alih melompat ke jalan lain,” ungkap Ishak.

Ishak menambahkan, jika alasan keterlambatan atau penghentian proyek disebabkan oleh kebijakan efisiensi anggaran, maka minimal pemerintah harus melakukan pemeliharaan rutin sebagai solusi sementara. Jangan membiarkan jalan dalam kondisi rusak parah tanpa sentuhan perbaikan sama sekali.

Ishak menyampaikan, selain dampak sosial-ekonomi bagi warga, bahwa kondisi jalan ini juga merugikan sektor pariwisata. Akses menuju objek wisata andalan seperti Pantai Dungun dan desa-desa sekitarnya menjadi tidak nyaman bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Sebagai warga Lingga dan juga mewakili kepentingan wisatawan luar daerah maupun luar negeri, kami merasa tidak nyaman melewati jalan tersebut. Ini citra buruk bagi pariwisata kita,” terangnya.

Ishak menyampaikan harapannta dan mendesak agar permasalahan ini dapat diselesaikan sebelum berakhirnya periode kedua kepemimpinan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Ia juga berharap kondisi fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepri yang membaik dapat dialokasikan untuk mengatasi kemacetan pembangunan ini.

“Mudah-mudahan sebelum berakhirnya periode kedua Gubernur Ansar Ahmad dan saat kondisi fiskal APBD membaik, masalah ini segera diatasi. Sehingga tidak menimbulkan prasangka atau stigma negatif di kalangan masyarakat terhadap kinerja pemerintah,” tutu Ishak.

Puspan

BP Batam Gelar Modifikasi Cuaca

0

RASIO.CO, Batam – BP Batam menggandeng PT. Rekayasa Atmosfer Indonesia untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kota Batam pada 26 Oktober hingga 2 November 2026.

Kegiatan ini merupakan pelaksanaan OMC kedua yang dilakukan BP Batam sepanjang 2026, setelah kegiatan serupa pada Mei lalu.

Langkah strategis ini dilakukan untuk meningkatkan potensi terjadinya hujan, terutama di wilayah tangkapan air atau waduk yang menjadi sumber utama pasokan air baku bagi masyarakat Batam.

Pelaksanaan OMC kali ini menyusul kondisi cuaca kering dalam beberapa waktu terakhir akibat pengaruh el nino ekstrem yang berdampak pada penurunan elevasi air di sejumlah waduk.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan bahwa OMC merupakan bagian dari upaya antisipatif dan berkelanjutan BP Batam dalam memperkuat ketahanan sumber daya air di Batam.

“Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan salah satu langkah strategis yang BP Batam lakukan untuk mengantisipasi dampak cuaca kering dan menjaga ketersediaan air baku. BP Batam berharap kegiatan ini dapat meningkatkan potensi terjadinya hujan, khususnya di daerah tangkapan air di Batam, sehingga dapat mendukung keberlanjutan pelayanan air bersih,” kata Denny di Batam Centre, Sabtu (24/10).

Ia menyebutkan, kegiatan OMC ini turut didukung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, PT Bandara Internasional Batam (BIB), Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kawasan Bandar Udara dan BU SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam.

Kolaborasi lintas instansi dan pemangku kepentingan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan operasi, mulai dari aspek meteorologi, keselamatan penerbangan hingga pengelolaan sumber daya air.

Dalam pelaksanaannya, OMC direncanakan menggunakan satu unit pesawat jenis Cessna yang beroperasi pada ketinggian sekitar 8.000 hingga 11.000 kaki dengan pelaksanaannya menyesuaikan kondisi atmosfer dan keberadaan awan potensial.

“BP Batam menyadari bahwa air merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus penopang aktivitas ekonomi Batam. Karena itu, BP Batam terus mengupayakan berbagai langkah strategis menjaga ketersediaan air baku,” tambahnya.

Direktur BU SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam, Idul Priady menambahkan berdasarkan koordinasi dengan BMKG Batam, pemantauan kondisi atmosfer, wilayah Batam berpotensi mengalami hujan hingga Desember 2026. Potensi tersebut diharapkan dapat dioptimalkan melalui pelaksanaan OMC, khususnya meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah tangkapan air atau waduk.

Terkait keamanan air hujan hasil OMC, pihaknya menyatakan bahwa OMC menggunakan bahan yang aman dan tidak menyebabkan pencemaran air hujan.

“NaCl yang digunakan dalam OMC berfungsi sebagai bahan semai untuk membantu proses pembentukan dan pertumbuhan butir air di dalam awan. Secara prinsip, NaCl yang digunakan merupakan garam yang memiliki karakteristik serupa dengan garam dapur, dengan perbedaan pada tingkat kemurnian dan ukuran partikelnya,” jelas Idul.