BPC HIPMI Minta Produksi Kaca Perusahaan China Bangun Smelter di Lingga

0
440

RASIO.CO, Lingga – Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Lingga, minta investasi industri kaca dan solar panel yang akan dibuka oleh perusahaan asal China Xinyi Group di Kawasan Pulau Rempang, Kota Batam buka di Kabupaten Lingga.

Ket foto: Yanuar, Ketua BPC MIPMI Lingga.

Ketua BPC HIPMI Lingga, Yanuar, ST mengatakan, saat ikut menghadiri pertemuan dengan dengan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia yang berkunjung ke Kota Batam, Kepulauan Riau belum lama ini, membahas masalah terkait percepatan pembangunan investasi kawasan Pulau Rempang.

“Untuk berinvestasi di Lingga, untuk membangun Smelter kemungkinan itu bisa, asalkan peran pemerintah daerah dan pelaku-pelaku usaha lokal menawarkan sebuah produk yang nyata, grup asal China yaitu Xinyi yang akan berinvestasi di pulau Rempang itu yang terbesarnya adalah kaca,” kata Yanuar kepada media pada pertemuan di Kantin Meja Hitam, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Rabu (16/08/2023).

Seperti yang kita ketahui, jelas Yanuar, bahan baku untuk kaca adalah pasir kuarsa dan silika, dan kedua bahan tersebut ada di Kabupaten Lingga, yang notabene secara deposit yang pernah diketahui dari data ada jutaan ton di Lingga.

Jika bahan bakunya ada di Lingga, lanjut Yanuar, jangan hanya jadi penonton yang membuang pasir itu kesana (Pulau Rempang-Red), tapi bagaimana di sektor industri itu bisa dibangun juga di Lingga, sebagai faktor penyangga untuk kebutuhan pabrik kaca di Pulau Rempang.

“Minimal Smelter di bangun diwilayah Kabupaten Lingga, agar semua stakeholder mampu membicarakan ini dengan baik, sehingga menambah poin PAD dan mampu menampung pekerja lokan dan pengusaha lokal untuk berkolaborasi,” terang Yanuar.

Yanuar mengatakan, pulau Rempang yang akan di bangun ini, tidak jauh dengan wilayah di Lingga dan sangat berdekatan dengan pulau Rempang, dan salah satunya ialah pulau Temiang yang wilayahnya kurang lebih ada 1500 hektare, dan itu bisa dibangun Smelter dan jaraknya terdekat dengan pulau Rempang.

Yanuar menyampaijan, masih ada lagi sumber- sumber wilayah sektor industri yang ratusan bahkan ribuan yang dimiliki Lingga, sehingga bagaimana mencari solusi mencari komitmen dengan tim teknisnya seperti apa sumber kolaborasi, jadi efek multi dominonya itu yang akan dibangun di Batam yakni, di pulau Rempang, juga berdampak di Kabupaten Lingga.

“Artinya dangan hadirnya Menteri investasi di Batam, juga peran efek kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kepulauan Riau, sebagai induk Gubernur mampu menerjemahkan keinginan investor yang ada di Kota Batam,” ungkap Yanuar.

“Anggap lah pabrik kaca tersebut dibabgun di pulau Rempang dan Smelter bahan bakunya dibangun industri di Kabupaten Lingga, harapan kita bagaimana Lingga jangan hanya dijadikan untuk bahan suplay saja,” tambahnya.

Puspan







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini