
RASIO.CO, Batam -Diduga ulah oknum pengusaha nakal membuang limbah sembarangan dilahan kosong terindikasi berupa limbah hasil cucian plastik, berdampak terhadap warga Kabil, Batam.
Parahnya, diduga akibat limbah yang tergenang dalam bentuk kolam buatan tersebut , mengalir kepemukiman warga yang mengakibatkan alergi berupa gatal-gatal.
Pantauan lapangan, menurut salah seorang warga yang enggan dipublis namanya, mengatakan,
“Kami mulai merasakan gatal-gatal akibat dugaan limbah B3 cucian plastik mengalir ke pemukiman, namun apa daya kami hanya bisa diam,” kata sumber saat awak media ini memantau air limbah B3 yang berada disebuah lahan kosong.Kamis(21/03).
Lanjutnya, bahwa limbah yang mengalir dan bertumpuk di lahan kosong ini, bukan limbah B3 oil. namun diduga limbah hasil cucian plastik. Makanya kental dan berminyak.
“Saya duga air limbah B3 hasil cucian plastik ini mengalir dari kawasan industri Wiraraja Kabil ini. Karena disitu ada perusahaan”
“Seharusnya pihak perusahaan pengelolaan plastik, membuat penampungan air limbahnya. Sehingga air limbah tersebut tidak berdampak pada warga yang tinggal disini. Dan ini harus di ungkap, perusahaan mana yang membuang air limbah ini sembarangan. Saya minta DLH Kota Batam Bertindak,” ungkapnya.
Dari pantauan awak media ini, mengikuti arah air limbah. Memang benar, seperti apa yang disampaikan warga tersebut. Air limbah B3 hasil cucian plastik tersebut terindikasi mengalir dari salah satu kawasan industri Kabil. tetapi belum belum mengetahui dari perusahaan mana.
Dan air limbah tersebut bertumpuk dilahan kosong hingga sampai mengalir ke pemukiman.

Sementara itu, menurut Pemerhati lingkungan hidup sekaligus Komisioner Kompolnas Dede Farhan Aulawi yang dijumpai dalam “Ngobrol Santai bersama Awak Media” dibilangan salah satu cafe di Batam.Rabu(20/03). sempat juga membahas pentingnya menjaga lingkungan dan hutan Indonesia merupakan paru-paru dunia.
Tidak hanya itu, Dede Farhan Aulawi juga mengigatkan terhadap awak media pentingnya memberitakan tentang lingkungan yang sehat karena Indonesia sudah dalam tahap krisis untuk medapatkan oksigen yang bersih dan sehat, untuk itu perlu menghijaukan lingkungan sendiri serta peduli terhadap perusak lingkungan terutama limbah(B3).
“Indonesia merupakan paru-paru dunia karena hutan kalimantan dan hutan amazon, namun kenyataannya saat ini hutan kalimantan sudah rusak akibat penambangan,”
“Jadi mari kita peduli dengan isu-isu lingkungan hidup dan jangan sampai dirusak karena bukan hanya manusia mempunyai hak asasi tepi juga ada hak asasi hewan, hak asasi alam, dan sebagainya, siapapun dapat tampil menggugat pengusaha,perusahaan atau orang yang melakukan pengrusakan alam.jadi kita sudah saatnya tampil menjaga kelestarian alam agar tidak terjadi kerusakan alam dan akhirnya menimbulkan bencana,”ungkap Dede yang selama ini memang aktif dalam kajian-kajian lingkuan hidup di Indonesia.
APRI@www.rasio.co //
