
RASIO.CO, Lingga – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kabupaten Lingga, menggelar pertemuan kegiatan Monitoring dan Evaluasi dalam pencegahan dan pengendalian Penyakit Covid-19, yang dimulai dar 20 – 22 Oktober 2021, di ruang pertemuan Sakura Hotel, Dabo Singkep.
Analis Kesehatan dari Dinkes Kepri, Rizal Rinaldi yang hadir di kegiatan pertemuan monitoring tersebut mengatakan, kedatangannya ke Kabupaten Lingga dalam rangka melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi, tentang penerapan keputusan Menteri Kesehatan RI tahun 2021. tentang penetapan indikator daerah pada level PPKM.
“Dalam Kemenkes tersebut mengatur, bahwa setiap data yang ada bisa diambil sebagai indikator penetapan level suatu Kabupaten/Kota. sehingga dengan cepat para pemimpin wilayah dapat menentukan sikap dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat nya,” kata Rizal saat ditemui disela-sela kegiatan di Sakura Hotel. Kamis (21/10).
Dalam pertemuan tersehut, pihaknya memberikan pelatihan pada perwakilan dari Puskemas se-Kabupaten Lingga, dalam melakukan penginputan indikator yang ditetapkan dalam keputusan Menteri Kesehatan RI. agar posisi level PPKM suatu daerah dapat diketahui level nya.
“Saat ini Provinsi Kepuluan Riau berada pada PPKM Level 1, namun beberapa Kabupaten atau Kota masih berada di level 2. seperti Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Lingga, dengan pelatihan yang kita buat ini penetapan daripada indikator-indikator yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan, berdasarkan data yang ada di Kabupaten sendiri, kita tau pada saat ini posisi kita pada level berapa,” terangnya.
Sementara itu, Kasi Surveilan dan Imunisasi Dinkes-PPKB Kabupaten Lingga, Melyanti mengatakan, berdasarkan data perkembangan kasus Covid-19 di pertengahan Oktober 2021 kemarin, kasus Covid-19 terpantau nihil adanya penambahan kasus, selain itu capain vaksinasi sudah mencapai 80 persen dari target sasaran.
“Seperti kita ketahui Kabupaten Lingga saat ini nol kasus, nol kematian dan nol perawatan rawat inap, seharusnya untuk situasi Covid kita di level 1, tetapi di assesment pusat ada tambahan indikator yakni vaksinasi, itulah yang membuat Lingga berada level 2, pada assesment pusat pertanggal 19 Oktober 2021, dikarenakan ada penambahan indikator di assesment, yang sebelumnya vaksin tidak masuk sekarang menjadi indikator penentu level,” paparnya.
Berdasarkan data manual, lanjut Melyanti, capaian vaksinasi di Kabupaten Lingga sudah 80 persen dari target sasaran, dikarenakan saat ini data capaian vaksinasi dijadikan indikator pada posisi level PPKM, maka setiap Puskemas wajib melakukan penginputan data vaksinasi pada PCare. Pada penginputan yang menggunakan jaringan internet juga terdapat kendala yang mana beberapa Puskesmas berada di wilayah terpencil yang sulit jangkauan sinyal internet.
“Artinya Kabupaten Lingga dalam penginputan PCare, kalau data manual Kabupaten Lingga memang sudah diatas 80 persen, karena Puskesmas di Kabupaten Lingga sebagian berada di daerah terpencil, kendala kita di penginputan PCare yang dalam penginputannya sinyal harus benar-benar stabil,” ungkapnya.
Melyanti menambahkan, terkait status level dan adanya penambahan indikator dalam mencapai posisi level PPKM, maka Dinkes Kabupaten Lingga akan senantiasa memonitoring kinerja penginputan PCare setiap Puskesmas se-Kabupaten Lingga, yang tujuannya untuk mengetahui posisi level PPKM.
“Jadi kami dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga, akan lebih memantau pada Puskesmas- puskemas, untuk bagaimana supaya input PCare tepat waktu, agar assesment Kabupaten Lingga berubah menjadi level 1, karena pada dasarnya vaksinasi kita sudah 80 persen,” tutupnya.
Puspan

