Diplomat Muda Kemlu Ditemukan Tewas dengan Wajah Dilakban

0
558
Suasana rumah duka almarhum diplomat muda Kementerian Luar Negeri yang ditemukan tewas di Menteng, tampak sejumlah pelayat hadir di kediaman keluarga di Banguntapan, Bantul. (foto/ist)

RASIO.CO, Jakarta – Seorang diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bernama Arya Daru Pangayunan (39) ditemukan tewas di sebuah kamar kos di kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi wajah tertutup lakban.

Kapolsek Menteng Kompol Rezha Rahandhi menyampaikan bahwa sebelum ditemukan tewas, korban masih terlihat beraktivitas di malam hari oleh penjaga kos.

“Si penjaga malam mengatakan korban sempat makan di dapur kos. Mungkin habis pesan makanan dari ojek online,” ujar Rezha dikutip CNNIndonesia, Rabu (9/7).

Keterangan penjaga kos tersebut diperkuat dengan hasil rekaman CCTV. Dalam video tersebut, korban terlihat membuang sampah dan menyapa penjaga sekitar pukul 22.00 WIB.

“Dalam CCTV, dia memang keluar buang sampah. Sekitar pukul 22.30, dia sempat menyapa penjaga kos,” tambahnya.

Keesokan paginya, istri korban mencoba menghubungi suaminya namun tak mendapat respons. Ia kemudian menghubungi penjaga kos untuk memeriksa kondisi korban. Penjaga kos yang mengetuk pintu kamar korban tidak mendapat jawaban. Atas seizin istri, pintu kamar pun dibuka paksa dan korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

“Pintu dibuka paksa karena tidak ada respons. Saat itulah korban ditemukan,” jelas Rezha.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan. Sedikitnya lima saksi telah dimintai keterangan, termasuk istri korban.

Wakasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Sigit Karyono mengatakan, berdasarkan keterangan istrinya, korban memiliki riwayat penyakit gerd dan kolesterol. Hal ini akan dicocokkan dengan hasil autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.

“Menurut istrinya, korban memang punya riwayat sakit, gerd dan kolesterol. Tapi tetap harus disandingkan dengan hasil forensik,” ujar Sigit.

Tim dari Pusat Identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri juga telah diterjunkan untuk olah tempat kejadian perkara guna mendalami penyebab kematian.

“Pemeriksaan masih berlanjut. Kami masih menunggu hasil autopsi dan analisis ahli serta CCTV,” pungkas Sigit.

***







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini