
RASIO.CO, Batam – Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menghadiri kegiatan penanaman bibit cabai hijau dan cabai merah perdana yang digelar di Pantai Halona, Galang Baru, pada Kamis (8/1).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan di Kepulauan Riau. Agenda tersebut diinisiasi oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Riau sebagai langkah awal mendorong pemberdayaan petani, modernisasi pertanian, serta peningkatan produksi komoditas hortikultura strategis, khususnya cabai.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk terus mendukung pembangunan daerah, terutama di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
“Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau senantiasa mendukung berbagai upaya pembangunan daerah, terutama yang berkaitan dengan pertanian dan ketahanan pangan,” ujar Nyanyang.
Ia menilai kegiatan penanaman cabai tersebut sejalan dengan visi HKTI untuk mewujudkan petani Indonesia yang sejahtera, mandiri, dan berdaya saing global melalui transformasi pertanian modern dan berkelanjutan. Menurutnya, langkah ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap perjuangan hak-hak petani sekaligus penguatan ekonomi berbasis pertanian.

Nyanyang juga menekankan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Keberhasilan sektor ini dinilai sangat berpengaruh terhadap kemandirian dan kecukupan pangan masyarakat Kepulauan Riau.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung dan terlibat aktif dalam berbagai aktivitas pertanian demi terwujudnya ketahanan pangan di Kepulauan Riau,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nyanyang memaparkan kondisi kebutuhan cabai di Kepulauan Riau berdasarkan Laporan Akhir Neraca Bahan Makanan Tahun 2025. Produksi lokal cabai besar tercatat sebesar 4.508 ton per tahun, sementara kebutuhan mencapai 12.074 ton per tahun. Dengan capaian tersebut, tingkat pemenuhan kebutuhan cabai besar baru sekitar 37,38 persen per bulan.

Sementara itu, untuk komoditas cabai rawit, kebutuhan mencapai 7.236 ton per tahun atau sekitar 641 ton per bulan. Namun, produksi lokal hanya mencapai 1.488 ton per tahun atau sekitar 124 ton per bulan, sehingga tingkat pemenuhan kebutuhan baru sekitar 19,34 persen.
“Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan yang cukup besar antara kebutuhan dan kemampuan produksi. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk terus mengembangkan sektor pertanian di Kepulauan Riau,” jelas Nyanyang.
Menurutnya, tantangan seperti perubahan iklim dan keterbatasan lahan perlu direspons dengan pendekatan yang adaptif dan efisien. Beberapa solusi yang dapat diterapkan antara lain modernisasi pertanian, mekanisasi, digitalisasi, serta pengembangan urban farming.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, lanjut Nyanyang, terus memberikan dukungan melalui berbagai program, di antaranya pengembangan pertanian lahan kering, diversifikasi tanaman, serta penguatan dukungan dan kemitraan yang dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun.
Menutup sambutannya, Nyanyang berharap kegiatan penanaman cabai perdana ini dapat menjadi langkah awal yang memberikan dampak positif bagi sektor pertanian daerah.

“Semoga kegiatan ini berjalan dengan baik, menghasilkan panen yang berlimpah, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas, khususnya bagi HKTI Provinsi Kepulauan Riau,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (KP2KH) Provinsi Kepulauan Riau, pengurus dan anggota DPD HKTI Provinsi Kepulauan Riau, serta tamu undangan lainnya.
YD


