

RASIO.CO, Batam – DPRD Kota Batam menggelar rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Batam Tahun Anggaran 2025 sekaligus membentuk panitia khusus (pansus), Senin (30/3) kemarin.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Batam Muhammad Kamaluddin, didampingi unsur pimpinan DPRD, serta dihadiri Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Forkopimda, tokoh masyarakat, dan jajaran Pemko serta BP Batam. Dalam penyampaiannya, Amsakar menegaskan LKPj merupakan bentuk akuntabilitas publik sekaligus evaluasi penyelenggaraan pemerintahan.
“Tahun 2025 merupakan tonggak krusial karena menjadi tahun pertama pelaksanaan RPJMD 2025–2029,” ujarnya.
Ia memaparkan pendapatan daerah meningkat dari Rp3,96 triliun menjadi Rp4,29 triliun. Sementara belanja daerah ditetapkan Rp4,41 triliun dengan fokus pada layanan dasar, infrastruktur, dan pengentasan kemiskinan.
Amsakar juga menyampaikan capaian di sektor pelayanan publik, seperti peningkatan literasi, perluasan Universal Health Coverage (UHC), serta berbagai penghargaan, termasuk opini WTP dan predikat kota terinovatif.

“Masukan dari DPRD akan menjadi kompas bagi kami untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan,” katanya.
Usai penyampaian, dokumen LKPj diserahkan secara simbolis kepada DPRD untuk dibahas lebih lanjut.
Dalam rapat tersebut juga dibentuk pansus LKPj. Hasil musyawarah menetapkan Haji Ahmad Surya sebagai Ketua Pansus dan Haji Djoko Mulyono sebagai Wakil Ketua.
“Kami harapkan seluruh OPD dapat bekerja sama dalam pembahasan nanti,” ujar juru bicara pansus, Muhannad Rudi.
Rapat ditutup dengan harapan pembahasan LKPj berjalan lancar dan menghasilkan rekomendasi konstruktif bagi pembangunan Batam.
YD
