
RASIO.CO, Batam – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, menegaskan bahwa pengembangan Kawasan Dendang Melayu harus dirancang sebagai wajah baru pariwisata Barelang.
Hal itu disampaikannya saat menerima paparan rencana investasi dari PT Vendoor Mebelia Indonesia yang berminat mengembangkan kawasan budaya dan wisata di Jembatan I Barelang, Selasa (9/12).
Dalam pertemuan tersebut, Firmansyah mendengar langsung berbagai gagasan pengembangan dari manajemen PT Vendoor Mebelia Indonesia. Konsep yang ditawarkan meliputi penataan ruang budaya, pusat kuliner, area rekreasi, hingga penguatan ruang UMKM, dengan tetap menjadikan identitas Melayu sebagai daya tarik utama kawasan.
Sekda Batam mengapresiasi rencana tersebut, namun menegaskan bahwa setiap pengembangan harus mengacu pada perencanaan yang matang dan dapat dilihat secara menyeluruh sebelum memasuki tahap pembangunan fisik.
“Sebelum pengembangan dilakukan, kami minta disiapkan masterplan yang jelas. Model kawasan harus tergambar lengkap dengan kondisi sebelum dan sesudah pembangunan. Dengan begitu, arah transformasi bisa terlihat konkret dan sesuai ketentuan tata ruang,” tegas Firmansyah.
Ia juga meminta agar rencana pengembangan memasukkan fasilitas mini pelabuhan sebagai penunjang aksesibilitas wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
“Mini pelabuhan ini penting sebagai pintu masuk alternatif. Barelang memiliki karakter perairan yang kuat, sehingga akses laut perlu diperhitungkan sejak awal,” ujarnya.
Firmansyah menambahkan bahwa Pemko Batam terbuka terhadap investasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Namun, setiap langkah pengembangan harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta daya saing pariwisata Batam secara regional maupun internasional. Pemerintah, kata dia, siap memberikan dukungan teknis dan pendampingan sesuai prosedur agar kerja sama berjalan transparan dan berkualitas.
Sementara itu, pihak PT Vendoor Mebelia Indonesia menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti arahan tersebut. Langkah yang akan dilakukan meliputi penyusunan masterplan, penyelarasan skema kerja sama, revitalisasi area pantai, pembangunan fasilitas publik, integrasi ruang seni budaya, serta penerapan konsep pengelolaan berbasis smart tourism.
Pertemuan tersebut berlangsung konstruktif dan menjadi langkah awal menuju kajian lanjutan. Firmansyah berharap rencana ini dapat memberikan nilai tambah bagi kawasan Barelang, meningkatkan daya tarik wisata, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Barelang adalah wajah Batam. Kami ingin pengembangan Dendang Melayu memberi kebanggaan dan manfaat sebesar-besarnya. Transformasinya harus terlihat, terukur, dan membawa dampak nyata,” tutupnya.
YD

