Galang Donasi Lewat Pentas Puisi, PWI Kepri dan Batam Gandeng Rumahitam

0
525
Foto/PWI Batam, PWI Kepri, dan komunitas seni Rumahitam menggelar Malam Sastra Sumatera Luka untuk menggalang donasi bagi korban banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

RASIO.CO, Batam – Gelombang kepedulian terus mengalir untuk korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Di Kota Batam, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batam bersama PWI Provinsi Kepri serta komunitas seni Rumahitam Batam menginisiasi kegiatan amal bertajuk Malam Sastra Sumatera Luka (MSSL).

Ketua Bidang Seni Budaya PWI Kepri sekaligus Presiden Rumahitam, Tarmizi, menjelaskan bahwa acara ini digagas sebagai bentuk kepedulian mendalam terhadap tragedi yang disebutnya “memilukan”. Menurutnya, seni—khususnya puisi—mampu menjadi ruang solidaritas dan penggerak empati masyarakat terhadap para korban bencana di Sumatera.

MSSL akan digelar pada Sabtu, 6 Desember 2025 pukul 19.30 WIB di Suratan Coffee Rumahitam, yang berlokasi di depan Gedung Beringin Sekupang, Batam. Acara ini mengusung tema “puisi menggalang donasi” dan mengundang penyair dari Batam, serta komunitas seni dari Singapura dan Malaysia untuk tampil membaca puisi atau orasi sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang seni. “Ini perwujudan rasa cinta kita pada sesama saudara kita yang mengalami bencana di Sumatera,” ujarnya. Ia menambahkan, siapa pun yang hadir dipersilakan memberi donasi maupun tampil membaca puisi. Seluruh donasi akan disalurkan untuk korban banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Situasi Terkini di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 3 Desember 2025 mencatat:

• sekitar 753 orang meninggal dunia
• sekitar 650 orang hilang
• lebih dari 2.600 orang mengalami luka-luka

Selain itu, ribuan rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat, serta berbagai fasilitas publik seperti sekolah, jembatan, dan infrastruktur penting lainnya turut terdampak. Upaya evakuasi, pencarian korban, dan distribusi bantuan masih terus dilakukan, meski akses menuju sejumlah wilayah terpencil terputus.

Mengapa Malam Sastra Ini Penting?

Inisiatif Malam Sastra Sumatera Luka menjadi bukti bahwa solidaritas dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk, termasuk seni dan kebudayaan. Melalui puisi dan orasi, penyelenggara berharap publik semakin tergerak untuk membantu, sekaligus meningkatkan perhatian terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana.

Saibansah menambahkan bahwa keterlibatan penyair Batam, masyarakat Kepri, hingga komunitas seni dari luar negeri mencerminkan bahwa bencana di Sumatera adalah isu kemanusiaan bersama, bukan beban daerah saja.

Acara ini menjadi ruang refleksi bahwa bantuan kemanusiaan tidak selalu berupa logistik, tetapi juga dapat hadir melalui seni, empati, dan kebersamaan. Masyarakat yang ingin hadir, berdonasi, atau berpartisipasi dalam pembacaan puisi dipersilakan untuk turut serta.

Semoga upaya solidaritas ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar, serta menjadi bagian dari pemulihan pascabencana.

YD

Print Friendly, PDF & Email





TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini