
RASIO.CO, Batam, Ketua Granat Kepri Syamsul Paloh mengapresiasi kinerja Bareskrim Polri nerhasil menangkap terduga pelaku bos narkoba Yuwanky, namun mendesak agar mengusut tuntas kekayaan pelaku diduga hasil perdagangan narkoba di Batam.
“Penyidik diharapkan mengusut tuntas harta kekayaan Yuwanky diduga hasil narkoba san berpotensi dalam pencucian uang.
Diketahui, beberapa waktu lalu, Yuwanky terduga pelaku narkona meyerahkan diri dan diamankan ketika sampai di Bandara Sikarno-Hatta Tengersng.
Dimana Jajaran Dittipitnarkoba Bareskrim juga telah menyita empat mobil mewah merek Ferary, Hammer, Rubikon bernilai puluhan miliyar serta rumah di kawasan elit sukajadi, Batam.
Diduga Yuwanky sudah cukup piawai dalam berbisnis haram mengedarkan narkoba di diskotik miliknya Planet HH 2, HH3 dan Planet I yang sudah disegel Bareskrim Polri.
Menyikapi hak ini, Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba(Granat) Kepri, Syamsul Paloh
Meminta Bareskrim tidak hanya mengejar keterlibat Yuwanky perkara narkoba, juga mendorong penyidik menelusuri aser serta aliran dana berkaitan dengan bisnis haramnya.
“Jangan hanya berhenti pada penangkapan. Harus serta wajib dikembangkan sampai ke kartel dan bos besarnya, siapa yang membiayai dan menikmati hasilnya. TPPU-nya juga harus diusut tuntas,” kata Syamsul, Sabtu (29/8).
Syamsul.
Ia sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus dugaan peredaran narkotika di THM Planet Batam.
Yuwanky ditangkap di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 16.47 WIB. Ia diamankan sesaat setelah tiba dari Singapura.
“Granat Kepri memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bareskrim Polri. Langkah tegas ini menunjukkan bahwa penegakan hukum berjalan tanpa pandang bulu,” ujarnya.
Namun, Syamsul menilai penangkapan tersebut seharusnya menjadi awal untuk membuka jaringan yang lebih besar.
Dari Mana 762 Ekstasi Masuk?
Salah satu hal yang menurutnya perlu dijawab penyidik adalah asal-usul 762 butir ekstasi yang ditemukan dalam brankas di P3.
Ia meminta aparat menelusuri jalur masuk narkotika tersebut ke Batam, termasuk pihak yang diduga menjadi pemasok hingga jaringan yang mendistribusikannya.
“Penyidik juga harus mengusut dari mana masuknya ekstasi yang ditemukan sebanyak 762 pil ekstasi atau inex, dalam operasi pertama Bareskrim Polri di P3,” katanya.
Menurut Syamsul, pemeriksaan terhadap Yuwanky dapat menjadi salah satu pintu untuk memperoleh informasi mengenai jaringan tersebut.
“Dengan ditangkapnya Yuwanky, kami berharap penyidik lebih mudah dalam membongkar jalur masuknya barang haram ini,” sambungnya.
Selain jalur narkotika, Granat juga meminta penyidik mendalami sumber kepemilikan aset yang diamankan.
Rumah di Jalan Palem Raja Nomor 34, kawasan Sukajadi, Batam Kota, telah dipasangi garis polisi. Aparat juga mengamankan empat mobil mewah yang kini berada dalam pengawasan penyidik.
Syamsul menilai penelusuran aset penting dilakukan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara kekayaan tersebut dengan dugaan tindak pidana narkotika.
Menurut dia, pemberantasan narkotika tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku dan menyita barang bukti. Jaringan keuangan yang menopang bisnis narkotika juga harus diputus.
“Siapa yang membiayai dan siapa yang menikmati hasilnya harus jelas. Kalau ditemukan aliran dana hasil kejahatan, TPPU harus dikembangkan,” tegasnya.
Penangkapan Yuwanky menjadi pengembangan terbaru dalam perkara dugaan peredaran narkotika di jaringan THM Planet Batam.
Redaksi@www.rasio.co //

