HKTI Kepri Gelar Peningkatan Petani Komoditas Holtikultura di Lingga

0
171
Foto/HKTI Provinsi Kepri saat menggelar Peningkatan Petani di Dabo Singkep.

RASIO.CO, Lingga – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Riau, menggelar kegiatan peningkatan kapasitas petani komoditas holtikultura, bertempat di Gedung PSMTI Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepri. Senin (8/1) lalu.

Ketua HKTI Kabupaten Lingga, Abdul Gani Atan Leman menyampaikan, HKTI Lingga terus berupaya mendorong kelompok tani maupun masyarakat dalam penanaman cabai dan berbagai jenis tanaman yang dapat di panen bulanan.

Komoditas cabai yang saat ini, jelas Abdul Gani, memiliki harga jual yang cukup tinggi dan itu menjadi perhatian HKTI Lingga, dengan mendorong kelompok tani maupun petani mandiri untuk memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan produktif dengan tanaman cabai.

“Dorongan itu juga disejalankan dengan program-program yang dilakukan HKTI, salah satunya upaya menjadi fasilitator antara kelompok tani dengan pemerintah dan juga memberikan peningkatan kapasitas para petani melalui sosialisasi dan bantuan pupuk kepada para kelompok tani,” kata Abdul Gani ketika ditemui disela-sela kegiatan.

Salah satu upaya dorongan dan dukungan tersebut, jelas Abdul Gani, HKTI Provinsi Kepri belum lama ini melakukan kunjungan kesejumlah kabupaten/kota di Kepulauan Riau, pada kunjungan tersebut HKTI Kepri selain menyalurkan bantuan pupuk juga memberikan sosialisasi pada kelompok tani.

“Sosialisasi bagaimana cara memberikan pupuk pada tanaman khususnya tanaman cabe,” terang Abdul Gani.

Adapun upaya HKTI Lingga, lanjut Abdul Gani, sejalan dengan program pemerintah Kabupaten Lingga, melalui Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Lingga juga menggalakkan agar para PKK mulai dari tingkat desa, kelurahan dan kecamatan untuk kegiatan penanaman cabai.

“Ibu Bupati menggalakkan seluruh desa, kecamatan, maupun kelurahan untuk kegiatan penanaman cabe,” papar Abdul Gani.

Abdul Gani menegaskan upaya dorongan HKTI terhadap para petani meskipun tidak dianggarkan secara keuangan, pihaknya selalu aktif memberikan masukan dan menerima keluhan para petani.

“HKTI selalu berhadapan dengan masyarakat di lapangan. Apa saja yang disampaikan petani, kita catat, dan itu kita sampaikan kembali ke dinas terkait untuk dapat diperhatikan,” ungkap Abdul Gani.

Abdul Gani mengatakan, catatan-catatan dari HKTI Lingga selalu mendapat respon positif dari pemerintah melalui dinas terkait, bahkan dinas terkait siap turun kelapangan untuk memberikan penyuluhan secara gratis pada para kelompok petani.

“Alhamdulillah, pemerintah daerah melalui dinas terkait merespon dan mereka sudah melakukan agenda ketika petani yang membutuhkan seperti penyuluhan dan mereka siap turun kelapangan, itu sudah disampaikan oleh pak Bowo dari Dinas Pertanian,” tutur Abdul Gani.

Abdul Gani menambahkan, melalui sejumlah upaya dan dorongan, HKTI Lingga berharap produktifitas cabai di Kabupaten Lingga meningkat dengan tujuan jangka panjang menghasilkan produksi cabai yang memadai untuk keperluan lokal dan berpotensi untuk diekspor ke daerah lain.

“Diharapkan upaya-upaya ini memberikan daya saing yang lebih baik bagi petani lokal, bahkan dalam persaingan dengan cabe dari luar daerah seperti Jambi,” tutup Abdul Gani.

Puspan







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini