Investasi Batam 2025 Tembus Rp69,30 Triliun, Lampaui Target Nasional

0
235

RASIO.CO, Batam – Di tengah meningkatnya selektivitas modal global dan penyesuaian rantai pasok internasional, Kota Batam mencatat realisasi investasi riil sebesar Rp69,30 triliun sepanjang 2025. Capaian tersebut melampaui target tahunan Rp60 triliun atau sekitar 15 persen di atas sasaran yang ditetapkan.

Realisasi ini menempatkan Batam sebagai salah satu kawasan industri dengan kualitas eksekusi investasi yang menonjol secara nasional, terutama di saat banyak wilayah menghadapi tekanan likuiditas dan perlambatan ekspansi industri.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyatakan capaian tersebut mencerminkan penguatan fundamental ekonomi kawasan. Menurutnya, pertumbuhan investasi Batam tidak hanya ditopang oleh jumlah proyek baru, melainkan oleh ekspansi kapasitas dan reinvestasi pelaku usaha yang telah beroperasi.

“Yang tercermin adalah uang yang benar-benar bekerja di lapangan, bukan sekadar rencana di atas kertas,” ujar Amsakar.

Ia menambahkan, percepatan realisasi pada paruh kedua 2025 menjadi indikator meningkatnya belanja modal industri. Hal tersebut menandai Batam memasuki fase capital deepening yang berperan langsung dalam peningkatan produktivitas dan daya saing kawasan industri.

Dari sisi struktur investasi, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, menjelaskan bahwa komposisi penanaman modal di Batam semakin matang, baik berdasarkan negara asal maupun sektor usaha.

Sepanjang 2025, Singapura masih menjadi investor utama, disusul Taiwan, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Malaysia, Hongkong (RRT), Belanda, Amerika Serikat, Jepang, Swiss, dan Prancis. Komposisi tersebut mencerminkan keterhubungan Batam dengan jaringan manufaktur dan logistik regional hingga global.

“Struktur negara dan sektor ini menunjukkan bahwa Batam semakin terintegrasi dalam rantai pasok regional dan global, dengan orientasi kuat pada sektor-sektor produktif penopang industri inti,” kata Li Claudia.

Penguatan struktur investasi tersebut turut ditopang lonjakan signifikan penanaman modal dalam negeri (PMDN). Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan investasi nasional, realisasi investasi Batam tercatat Rp44,01 triliun, melampaui target Rp36,99 triliun atau mencapai 118,97 persen.

Secara tahunan (year-on-year), PMDN melonjak 125,90 persen, dari Rp8,16 triliun pada 2024 menjadi Rp18,43 triliun pada 2025. Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) juga meningkat hingga Rp25,58 triliun.

“Lonjakan PMDN mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor domestik serta kuatnya reinvestasi pelaku usaha nasional, yang menjadi penyangga penting di tengah volatilitas global,” ujar Fary.

Dari perspektif makro, capaian tersebut terjadi saat banyak negara dan kawasan industri menghadapi pengetatan likuiditas serta penataan ulang rantai pasok global. Dalam konteks ini, kemampuan Batam mempertahankan momentum investasi menunjukkan keunggulan struktural sebagai lokasi produksi yang efisien, dekat dengan pasar regional, serta didukung infrastruktur industri yang relatif matang.

BP Batam menegaskan bahwa capaian investasi 2025 mencerminkan aktivitas ekonomi riil yang berlangsung di lapangan. Pengukuran realisasi investasi dilakukan berdasarkan pembentukan aset produktif, seperti mesin, peralatan industri, dan fasilitas produksi yang digunakan langsung dalam kegiatan usaha.

Pendekatan tersebut memberikan gambaran yang lebih utuh terhadap pembentukan kapasitas ekonomi kawasan. Dengan realisasi investasi mencapai Rp69,30 triliun—meningkat dari posisi triwulan III sebesar Rp54,7 triliun—Batam menutup 2025 dengan kinerja investasi yang tidak hanya bersifat nominal, tetapi juga berkualitas dan berdampak nyata terhadap struktur industri daerah.

YD







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini