RASIO.CO, Batam – Siapa yang tak kenal dengan buah Durian. Buah dengan kulit berudiri ini acapkali disebut dengan King of Fruit atau raja dari segala buah dikarenakan memiliki bentuk, rasa, bahkan aroma yang unik dan berbeda daripada buah lainnya.
Durian banyak dijumpai di wilayah tropis seperti Indonesia, Thaliland, Malaysia dan negara lain yang tersebar di kawasan Asia Tenggara.
Di Indonesia sendiri Durian menjadi kontroversial, satu sisi ada banyak orang lain sangat menyukainya dan sebagian lain malah mual dengan aromanya.
Terlepas dari kontroversi tersebut Durian tetap menjadi buruan para penggemar buah bernama laitin Durio zibethinus ini.
Di langsir dari Wikipedia, Indonesia memiliki kurang lebih 20 varian Durian dan 9 diantaranya dapat dimakan. Adapun varian tersebut seperti Durian Petruk dari Jepara, Durian Ligit dari Kutai, Durian Kalimantan, Durian Montong dan masih banyak lagi tentunya.
Dikarenakan permintaan buah Durian yang semakin banyak tiap tahunnya. Para petani Durian berlomba-lombah menciptakan varian-varian baru dengan tujuan memenuhi kebutuhan pasar. Salah satu varian Durian yang berhasil diciptakan adalah Durian montong 3 kaki.
Durian montong 3 kaki merupakan hasil modifikasi dari pohon buah Durian pelangi kaki tunggal dengan memeberikan tambahan 3 batang bawah sebagai penopang batang utama.
Adapun keunggulan bibit tanaman buah Durian montong 3 kaki ini antara lain, memiliki kaki yang berjumlah 3 buah sehingga lebih kuat. Kaki bagian bawah berasal dari bibit durian memiliki keunggulan akar yang kuat sehingga tidak mudah tumbang.
Banyak yang bertanya-tanya bagaimana bisa bibit durian unik dan langka ini bisa mempunyai 3 kaki? Jawabannya adalah bahwa ini merupakan sebuah penemuan baru yang berhasil dilakukan oleh ahli dan spesialis durian.
bernama Pak Sarno pada tahun 2004 hingga memperoleh penghargaan dari Bapak Presiden Republik Indonesia berupa Satya Lencana Wira Karya sebagai pengakuan dari pemerintah menjadi Petani Penangkar Durian Unggul.
Tiga kaki pada bibit durian unggul ini adalah berasal dari satu buah bibit Durian Musang King sebagai batang utama, ditopang dengan 2 batang durian lokal dengan kualitas unggul disambung menjadi satu.
Sedangkan batang atas diambilkan / diokulasi dengan tanaman durian Musang King dewasa dengan buah yang berkualitas: rasanya manis mantap, besar dan buahnya lebat.(red/btm)
APRI@wwww.rasio.co
