
RASIO.CO, Jakarta – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut pemulihan kesehatan Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, akibat penyiraman air keras diperkirakan memakan waktu hingga dua tahun.
Komisioner Komnas HAM, Saurlin P. Siagian, mengatakan fokus penanganan intensif akan dilakukan dalam enam bulan awal, sementara proses operasi dan pemulihan luka bakar berlangsung lebih panjang.
“Fokus pemulihan akan dilakukan dalam 6 bulan ini. Namun operasi dan pemulihan secara keseluruhan diperkirakan berlangsung antara 6 bulan hingga 2 tahun ke depan untuk pemulihan luka bakarnya,” ujarnya usai meminta keterangan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Kamis (26/3).
Ia menambahkan, seluruh biaya pengobatan Andrie Yunus ditanggung oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Komisioner Komnas HAM lainnya, Pramono Ubaid Tanthowi, menyampaikan pihaknya telah bertemu dengan pihak rumah sakit dan tim dokter guna memperoleh informasi lengkap terkait kondisi korban.
“Kami meminta keterangan serta informasi terkait kondisi Saudara AY sejak awal masuk rumah sakit hingga penanganan terakhir. Kami ingin mengetahui langkah-langkah yang telah diambil tim dokter serta rencana penanganan ke depan,” jelasnya.
Selain itu, Komnas HAM juga mendalami dampak cairan air keras terhadap korban, baik dari sisi fisik maupun psikis, termasuk efek jangka pendek dan panjang.
Diketahui, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh dua orang tak dikenal di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, Kamis (12/3) malam. Insiden terjadi usai ia menghadiri kegiatan diskusi di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Polda Metro Jaya menduga lebih dari empat orang terlibat dalam serangan tersebut. Sementara itu, Mabes TNI mengklaim telah menahan empat prajurit yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.
***
