
RASIO.CO, Lingga – Bupati Lingga didampingi sejumlah kepala dinas, mengunjungi Kantor Balai Pemukiman dan Prasarana Wilayah (BPPW) Kepulauan Riau di Dompak, Tanjungpinang, Selasa (17/05).
Bupati Lingga, Muhammad Nizar dalam pertemuan tersebut, membicarakan beberapa hal yang berkaitan dengan program pembangunan di Kabupaten Lingga, untuk tahun 2022 – 2023.
“Kami datang bersama kepala dinas – kepala dinas yang baru dilantik,” kata Nizar melalui rilis yang diterima media. Rabu (18/5).
Bupati Lingga menjelaskan, sejumlah program tahun 2022, yang berkaitan dengan sarana pendidikan, pembangunan 8 sekolah, pisew di 3 kecamatan 6 desa, serta program pemberdayaan di 16 desa.
Sementara untuk tahun 2023, lanjut Nizar, yang telah menjadi prioritas dengan persyaratan yang memadai meliputi, penyelenggaraan pemukiman, bangunan gedung kawasan Dabo Lama dan Batu Berdauan dengan pagu lebih kurang Rp 43 miliar. serta penyelenggaraan air minum yang layak di Kecamatan Singkep Pesisir dengan pagu lebih kurang Rp 15 miliar.
“Terima kasih kepada Kepala BPPW Kepulauan Riau, bapak H.Fasri Bachmid ST,M.S.P yang telah menerima dan menanggapi dengan baik kedatangan kami,” terangnya.
Kepala BPPW Kepulauan Riau, H. Fasri Bachmid mengatakan, dari sekian kabupaten/kota untuk tahun 2022 hanya 1 kota dan 1 kabupaten yang mendapatkan pembangunan dari BPPW, yakni kota Batam dan Kabupaten Lingga dengan alokasi 30 sekolah.
Menurutnya kondisi tersebut, justru bakal membuat kecemburuan dari kota dan kabupaten lainnya di Kepulauan Riau. Namun, tentunya dia menaruh bangga terhadap Kabupaten Lingga yang cepat dalam hal-hal seperti ini.
“Dengan kekurangan anggaran, namun 8 sekolah masuk, dan semua program dengan total anggaran Rp 30 miliar lebih. Tentunya ini turut menjadi perhatian dari kabupaten-kabupaten lainnya, kenapa Lingga bisa unggul. Kekurangan itu yang harus di koreksi,” paparnya.
Dia berharap, dengan yang dibicarakan pada pertemuan tersebut, pembangunan dapat terlaksana dengan baik, terutama program sarana strategis salah satunya pendidikan.
Sementara dibidang pemberdayaan dialokasikan di 16 desa dengan pagu lebih kurang Rp 6 miliar. Dengan harapan progam ini dapat menyentuh masyarakat.
“Untuk pisew ada di 3 kecamatan yakni, Kecamatan Singkep, Posek dan Temiang Pesisir, dengan pagu rata-rata Rp 500 juta / per kecamatan,” papar dia.
***

