
RASIO.CO, Batam – Jajaran Kepolisian Satnarkoba Polresta Barelang berhasil menangkap WN Malaysia menyalurkan sabu ke Batam dengan modus berkedok nelayan di perairan Pulau Putri, Batam.
Dari tangan tersangka WN Malaysia berinisial YZ(34) , Tim Satnarkoba berhasil mengamankan batang bikti 7 kilogram sabu disembunyikan dalam jerigen.
Hal tersebut disampaikan oleh Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur SIK, MH didampingi Kasatresnarkoba, Kompol Jhon Sitepu, SIK, MH dan Kasubbag Humas Akp Betty Novia, di Pendopo SatResnarkoba Polresta Barelang, pada hari Rabu.
Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur SIK, MH mengatakan, pelaku berinisial YZ (34) berwarga Negara Asing Malaysia diamankan pada hari Sabtu (12/12) sekitar pukul 08.00 Wib di sekitar Laut Pulau Putri Nongsa.
Yos Guntur menjelaskan, untuk modus operandinya pelaku menyalurkan dan mengedarkan Narkotika jenis sabu dari Malaysia dengan menggunakan kapal yang berpura-pura sebagai nelayan.

“Pelaku membawa sabu yang dimasukin ke dalam jerigen dengan menggunakan kapal dan berpura-pura sebagai nelayan,” ujar Kapolresta Barelang.
Barang bukti yang berhasil diamankan yakni 2 bungkus sabu yang di bungkus dengan plastik kemasan Merk Guanyinhwang, 1 buah tas sandang warna hitam Merk Relbin Renellius, 1 buah tas sandang warna abu-abu merk Adidas, 1 unit HP dan 1 unit sepeda motor.
“Jumlah yang diamankan 7 bungkus besar narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhan 6.945 gram atau hampir 7 kilogram,” jelas Yos Guntur.
Pelaku dikenakan Pasal 112 Ayat 2 Junto, Pasal 114 Ayat 2 UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.
Yos Guntur menambahkan, Narkotika jenis sabu tersebut adalah milik seorang bernama Pak Itam yang saat ini masih DPO.
Ini menjadi perhatian kita semuanya karena dari penangkapan sebelumnya barang bukti dari Malaysia, ini menandakan bahwa kita harus betul-betul serius dan tidak hanya tanggung jawab dari Polisi.
Inilah yang namanya teori kejahatan, artinya kita perketat di wilayah Timur namun di Barat akan masuk.
“Namun kita tidak akan berhenti sampai disini, kita selalu bekerja sama dengan instansi lain seperti BNN, Bea dan Cukai kemudian back up dari Polda Kepri bahkan dari Mabes sekalipun kita ketahui bahwa Batam garda terdepan dari benua Singapura dan Malaysia,” ucapnya.
Jadi saya minta dengan penuh kesadaran, mari kita sama-sama untuk memberantas narkotika jenis apapun. Karna jelas ini akan merusak masa depan bangsa.
Mereka akan menggunakan berbagai cara untuk mengelabui petugas keamanan khususnya di Batam. Jadi saya minta kerjasama seluruh warga masyarakat apa pun profesinya kalau ada informasi segera laporkan ke kami, tutupnya.
Yuyun@www.rasio.co //

