MA India Kukuhkan Vonis Mati Empat Pemerkosa Brutal Delhi

0
551
NEW DELHI, INDIA - DECEMBER 20: The Delhi Police detain mother alongwith protestors of Nirbhaya who were protesting against the release of the juvenile convict in the December 16 gang rape case at Rajpath on December 20, 2015 in New Delhi, India. The man, who was 17 at the time of the crime and cannot be named, was sentenced to three years in a reform facility in August 2013 and finished his term this weekend. On Friday Delhis high court rejected a petition to extend the sentence, saying that the man had served the maximum under the law. Several activists and politicians demanded that he not be released until it could be proven that he had been reformed. Indias Supreme Court is set to hear another petition on Monday. (Photo by Ravi Choudhary/Hindustan Times via Getty Images)

RASIO.CO – Mahkamah Agung India mengukuhkan hukuman mati untuk empat orang yang divonis dalam serangan brutal pemerkosaan beramai-ramai yang mengerikan terhadap seorang perempuan berusia 23 tahun dalam bus yang tengah berjalan di New Delhi,  dan menyebabkan kematiannya.

Kasus tersebut menyulut kemarahan rakyat India dan dideskripsikan oleh media sebagai serangan paling brutal, barbar, dan kejam sehingga hukuman mati dijatuhkan.

Tepuk tangan bergema di ruang sidang yang padat pada Jumat dan air mata ibu korban, Asha Devi, bercucuran saat keputusan diumumkan.




“Ini bukan hanya kemenangan bagi keluarga saya, ini kemenangan bagi setiap perempuan di negara ini,” kata ayah korban Badri Singh, sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu 6 Mei 2017.

Pada 16 Desember 2012, lima pelaku secara brutal menyerang Jyoti Singh, seorang mahasiswi fisioterapi berusia 23 tahun di dalam sebuah bus di New Delhi. Setelah memaksa korbannya ke bagian belakang bus, Vinay Sharma, Mukesh, Akshay Thakur dan Pawan Gupta menggunakan batangan besi untuk melukai organ dalam Jyoti.

Korban yang dibuang di jalan sempat dirawat selama dua pekan di rumah sakit Singapura sebelum meninggal dunia akibat luka-luka yang dialaminya.

Mahkamah Agung menyebut serangan ini sangat brutal, kejam dan biadab, mengatakan bahwa kejahatan tersebut mengguncang hati nurani masyarakat. Menurut MA India, kejahatan tersebut bisa dimasukkan ke dalam kategori paling langka yang layak untuk hukuman mati.

Aktivis perempuan memuji keputusan MA Jumat sebagai keputusan penting. “Ini adalah keputusan yang bersejarah,” kata Ranjana Kumari, yang memimpin Pusat Penelitian Sosial di New Delhi.

“Ini adalah pesan nyata yang jelas bahwa Anda tidak dapat lolos begitu saja, Anda tidak akan terhindar, dan ini adalah sesuatu yang saya harap akan memberi dampak mendalam pada jiwa bangsa, pada orang-orang yang menciptakan segala macam kondisi untuk tindak kejahatan dan melakukan kejahatan terhadap perempuan.”

Pengacara dari tiga terdakwa, A.P. Singh menolak putusan pengadilan dan mengatakan, keadilan tidak ditegakkan. Dia bersumpah akan mengajukan petisi kepada hakim agung di Mahkamah Agung India.

Dari enam orang yang dituduh melakukan pemerkosaan itu, salah satunya tewas di penjara. Ram Singh tewas tergantung di sel tahanannya, tetapi belum jelas apakah kematiannya merupakan bunuh diri atau pembunuhan.

Remaja yang terlibat dibebaskan setelah meringkuk tiga tahun dalam tahanan. Keenamnya adalah migran miskin yang tinggal di lingkungan padat dan miskin. Keempat pria India yang dijatuhi hukuman mati itu semuanya berusia dua puluhan.

APRI @www.rasio.co| Tempo

 

Print Friendly, PDF & Email


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini