
RASIO.CO, Batam – HR Manager PT. Bandar Abadi, Yon Cahyono membenarkan adanya accident pada hari sabtu tanggal 14 Maret kemarin sekitar pukul 09.30 Wib di kapal kecil (tug boat) TB, Maju Daya 37.
“Tetapi, saya tegaskan bahwa tidak ada ledakan kapal atau tidak ada kebakaran kapal di PT. Bandar Abadi,” tegas Yon Cahyono saat dikonfirmasi, pada Rabu (18/3).
Namun, Saat ini Pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman atas Kecelakaan kerja yang terjadi di perusahaan galangan kapal PT. Bandar Abadi Tanjung Uncang, pada Sabtu (14/3) lalu.
Akibat insiden tersebut 1 pekerja bernama Rifat Aruan (55) dinyatakan meninggal dunia pada pukul 14.45 Wib, sementara 4 pekerja lainnya dirawat di RSUD Embung Fatimah dan 1 pekerja di UGD RS Graha Hermine.
Yon Cahyono menambahkan, berdasarkan investigasi internal kami bahwa adanya indikasi sambaran api (sekejab) posisi di kamar mesin.

“Adanya sisa gas di lubang manhole yang terbuka, dan diduga ada pemicu percikan api dari kerja pemotongan yang dilakukan pekerja, padahal didalam kamar mesin tidak ada pekerja panas (pemotongan),” jelasnya.
Hal ini sudah ditangani oleh Kepolisian dan kita sedang dalam proses tersebut, serta menunggu hasil penyidikan pihak yang berwenang.
Kita semua turut berduka cita, kepada Almarhum mudah-mudahan ditrima Tuhan dengan tenang, dan kepada keluarga diberikan kesabaran.
Sambil proses hak ahli waris tetap kita kawal kepada Sub contractor, kepada karyawan yang masih di rawat kita doa kan segera cepat sembuh. Kita semua yakin tidak ada yang menginginkankan musibah, tutupnya.
Yuyun@www.rasio.co //

