

RASIO.CO, Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan temuan adanya 1.824 orang yang tergolong dalam kelompok masyarakat terkaya atau desil 10 tercatat sebagai penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi dalam rapat bersama Komisi X DPR, sebagaimana dikutip CNNIndonesia, Rabu (11/2).
“Nah orang kaya yang (Desil) 10 itu masuk PBI, misalnya itu ada datanya berapa? 1.824 orang Desil terkaya mendapatkan PBI,” ujar Budi.
Budi menjelaskan, kondisi tersebut berdampak pada tidak terakomodasinya sebagian masyarakat yang justru berada pada kelompok desil 1 hingga 5 untuk menerima PBI. Hal ini terjadi karena kuota penerima PBI dibatasi sekitar 96-98 juta jiwa.
“Akibatnya, ada orang yang harusnya masuk PBI tidak masuk, karena PBI itu kan ada kuotanya, sekitar 96-98 juta,” ujar Budi Gunadi.

Menurut Budi, ketidaktepatan sasaran itu perlu segera diperbaiki agar bantuan iuran benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Untuk itu, dalam tiga bulan ke depan Kementerian Kesehatan akan melakukan sinkronisasi data bersama Kementerian Sosial dan BPJS Kesehatan.
Langkah tersebut bertujuan untuk mengeluarkan kelompok masyarakat desil 10 dari daftar penerima PBI dan menempatkan mereka ke kelompok lain.
“Nantinya, mereka akan masuk kelompok 11 juta masyarakat yang telah pindah dari kelompok PBI oleh pemerintah daerah,” kata Budi.
Ia menegaskan, penataan ulang data diperlukan agar kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tinggi tidak lagi tercatat sebagai penerima bantuan.
“Supaya Desil-Desil yang tinggi ini jangan masuk ke sana. Karena masih ada Desil 1-5 yang belum masuk ke PBI. Nah itu kita akan rapikan,” ujar Budi.
***
