Pelayaran Perdana Kapal Ferry Batam – Singapura Segera Dibuka

0
291

RASIO.CO, Batam – Pelayaran perdana kapal ferry Batam – Singapura lewat Pelabuhan Nongsapura akan segera dibuka, Jumat (18/2) mendatang.

Meski pemerintah negara Singapura telah mengizinkan dibukanya pelayaran dalan rangka travel bubble, namun belum diketahui secara pasti ada berapa wisatawan mancanegara yang akan masuk ke Batam Jumat mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Buralimar juga mengaku belum memperoleh informasi pasti tentang jumlah kunjungan wisman travel bubble nantinya.

Sejak pertama kali dimulai sampai saat ini, belum ada wisman yang masuk ke Kepri. Hal ini dikarenakan perlunya penyelarasan aturan-aturan travel bubble antara ke dua negara, Indonesia dan Singapura.

Seperti diketahui, masih ada kebijakan karantina 7 hari bagi wisman yang pulang ke negara Singapura usai berwisata, dan hal itu menjadi salah satu kendala pelaksanaan Travel Bubble.

“Belum tahu jumlah penumpangnya besok. Berapa pun tidak masalah yang penting mereka bisa berwisata di wilayah Nongsa,” ujar Buralimar ketika dihubungi, Selasa (15/2).

Pelayaran ferry di Pelabuhan Nongsapura sudah akan dibuka. Sementara itu, di wilayah travel bubble Lagoi, Bintan, arus pelayaran kapal ke Singapura sudah sejak dulu dijalankan.

Namun, kapal ferry Lagoi – Singapura saat ini hanya diperuntukkan bagi para pekerja dan bukan wisatawan.

Pelayaran ferry Lagoi – Singapura dalam rangka travel bubble untuk wisatawan mancanegara hingga kini belum mendapat jadwal pasti. Buralimar mengaku, pihaknya masih akan memantau situasi jalannya travel bubble di Nongsa serta perkembangan Covid-19 mendatang.

“Kita cocokkan aturannya, kalau dari Indonesia kan sudah ada. Tergantung dari Singapura,” ujar Boeralimar.

Menurutnya, wisatawan yang berkunjung ke Batam selama ini kebanyakan berasal dari golongan menengah ke bawah. Biasanya tujuan para wisatawan ini adalah berbelanja ke pusat kota.

Untuk itu, pihaknya berharap jika pelaksanaan travel bubble berjalan lancar, maka hubungan dua negara dapat diperluas melalui skema vaccinated travel lane (VTL).

“Kami lihat perkembangan travel bubble ini selama dua minggu. Kalau lancar, kami minta pemerintah pusat menerapkan VTL termasuk negara Singapura, supaya kebijakannya timbal balik,” jelas Buralimar.

Dengan skema VTL, wisatawan dapat berkunjung ke seluruh area Batam dan Bintan, sehingga ruang lingkupnya menjadi lebih luas. Harapannya, kegiatan wisatawan tidak hanya terpusa di Nongsa dan Lagoi saja, melainkan juga Batam dan Bintan serta daerah sekitarnya.

***







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini