

RASIO.CO, Jakarta – PT Pertamina (Persero) mengungkapkan sekitar 19 persen kargo minyak mentah nasional yang berasal dari kawasan Timur Tengah melewati jalur Selat Hormuz, di tengah memanasnya konflik Amerika Serikat-Israel versus Iran sejak Minggu (1/3).
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah eskalasi geopolitik tersebut.
“Saat ini yang bisa kami sampaikan bahwa kargo minyak mentah yang berasal dari Timur Tengah itu ada sekitar 19 persen dan saat ini kami sudah melaksanakan proses distribusi melalui sistem reguler alternatif maupun emergensi,” ujarnya usai acara buka bersama media di Grha Pertamina, Selasa (3/3).
Menurut Baron, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, Pertamina telah menyiapkan skema distribusi alternatif guna memastikan kebutuhan energi dalam negeri tetap terpenuhi. Sistem tersebut diterapkan sebagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi gangguan jalur distribusi utama.
Ia menjelaskan, Pertamina menjalankan sejumlah strategi dalam menjaga pasokan energi nasional. Strategi tersebut masih dalam proses implementasi, baik melalui pola distribusi yang telah berjalan maupun langkah-langkah tambahan yang disiapkan sesuai perkembangan situasi global.
“Untuk ketahanan energi nasional, Pertamina telah menyiapkan sistem tersebut agar dapat memenuhi kebutuhan nasional,” katanya.
Selain penguatan distribusi, Pertamina juga menekankan pentingnya tata kelola yang baik dalam menghadapi dinamika geopolitik yang tidak menentu, khususnya di kawasan penghasil minyak dunia.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pertamina memastikan pasokan energi nasional tetap aman meski tensi di Timur Tengah meningkat dan berpotensi mempengaruhi jalur perdagangan minyak global.
“Untuk penyediaan energi, kami melakukan beberapa strategi yang saat ini sedang berproses, baik melalui pola yang ada maupun langkah tata kelola yang kami kedepankan,” pungkas Baron.
***
